Pengertian Isim dan Pembagiannya (Ciri-Ciri & Contoh)

Di dalam dunia ini terdapat banyak bahasa yang menggambarkan berbagai hal salah satunya adalah kata benda. Salah satu contohnya adalah bahasa Arab yang menggambarkan kata benda sebagai isim. Pengertian isim sendiri cukup rumit.

Karena di dalam isim memiliki beberapa ciri-ciri serta persyaratan dalam pembagian dalam penggunaan isim itu sendiri. Artikel ini akan membahas tentang isi mulai dari pengertian, ciri-ciri hingga bagaimana pola pembagian isi beserta dengan contoh penggunaan dalam kalimat sehari-hari.

Pengertian Isim

Secara singkat isim merupakan bahasa Arab dari kata benda. Untuk pengertian yang lebih luas lagi, dijelaskan dalam buku terjemahan Al-Qur’an per kata An-Nur yang menjelaskan bahwa isim merupakan salah satu kata yang merujuk dalam pengertian.

Yaitu kata yang dibendakan, nama diri, kata orang, bilangan serta hewan. Ahli bahasa mendefinisikan isi dalam definisi yang lain, yaitu isi m adalah salah satu ragam kata yang melihatkan makna intrinsik dan tidak terikat pada perubahan waktu ke waktu.

Ciri yang menandai kata isim ini adalah awalan tanwin dan juga huruf alif lam. Salah satu contohnya adalah kata yang memiliki arti buku. Peta tersebut merupakan salah satu jenis isim karena sudah didahului dengan huruf jerr yaitu huruf.

pengertian isim

Pengertian isim yang dijelaskan dalam ilmu nahwu dapat diartikan sebagai berikut ini:

الاِسْمُ هُوَ كَلِمَةٌ دَلَّت عَلَى مَعْنًى فِي نَفْسِهَا وَلَمْ تُقْتَرَنْ بِزَمَن وَضْعًا

Kalimat tersebut memiliki arti

“isim adalah kata yang menunjukkan pada makna tersendiri dan tidak disertai dengan status waktu”.

Berdasarkan pengertian yang sudah dijelaskan sebelumnya, terdapat 3 hal yang sangat penting yang harus dipahami oleh seseorang, diantaranya adalah:

  • Isim merupakan bagian dari tiga kalimah yaitu isim, fi’il, serta haraf.
  • Isim akan menunjukkan maknanya tersendiri. Hal tersebut dapat menjadi pembeda dengan kalimat haraf, karena kalimat haraf tidak memiliki makna lain.
  • Isim tidak memiliki status atau keterangan waktu. Hal tersebut menjadi sebuah pembeda antara fi`il dengan isim. Fi’il harus disertai dengan keterangan waktu.

Baca: Profesi dalam Bahasa Arab

Ciri-Ciri Isim

Ciri-Ciri Isim

Dalam penerapannya kalimat isim ini memiliki ciri-ciri tersendiri. Untuk mengetahui apakah kalimat tersebut masuk dalam kalimat isim atau kalimat yang lain dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan beberapa cara, diantaranya adalah:

1. Didahului dengan Huruf Alif Lam

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa tanda kalimat tersebut termasuk isim atau tidak dalam memperhatikan adanya huruf alif lam di awal kalimat atau tidak. Huruf alif lam tersebut menunjukkan bahwa isim bersifat ma’rifat.

2. Terdapat Tanwin pada Akhir Kalimat

Kalimat isim selalu memiliki tanwin di belakang atau di akhir kalimat karena jenis kalimat lainnya yaitu kalimat fi’il dan kalimat haraf tidak memiliki tanwin di belakang kalimat. Kecuali kedua kalimat tersebut dalam berapa kondisi tertentu. Akan tetapi ada beberapa isim yang tidak bisa menerima tanwin.

3. Terdapat Huruf Jer di Depan

Ciri-ciri dari isim yang ketiga adalah didahului oleh huruf jer. Jika sebuah kalimat di depannya memiliki huruf-huruf jer, maka bisa dipastikan bahwa jenis kalimat tersebut merupakan kalimat isim. Yang termasuk dalam huruf jer adalah من، الى ، عن، على، في، ربّ، ب، ك، ل.

4. Diirab Jer

Dii’rab jer merupakan sebuah tanda yang ada pada kata dan muncul berupa kasrah di akhir kalimat. Terdapat beberapa huruf jer yang sudah disebutkan sebelumnya, jika salah satu huruf tersebut berada sebelum kata benda maka kata tersebut akan menjadi majrur atau dikasroh.

5. Diawali dengan Huruf مَ، مِ، مُ

Ciri-ciri ini merupakan salah satu ciri yang berasal dari seorang ahli agama Islam, yaitu salah satu tanda bahwa kalimat tersebut merupakan kalimat isim adalah dimulai Dengan huruf berikut: مَ، مِ، مُ

Contohnya adalah مَسْجِدٌ.  مِرْوَحَةٌ.  مُسْلِمٌ.

Baca: Ucapan Selamat Malam Bahasa Arab

Pembagian Isim dan Contohnya

Dalam penerapannya, kalimat isim ini dalam bahasa Arab dapat dibagi menjadi beberapa jenis. Hal ini juga sesuai dengan apa yang telah disebutkan pada pengertian isim sebelumnya. Inilah beberapa jenis pembagian isim beserta dengan contoh dari kalimat isim.

1. Dibedakan Berdasarkan Jumlah

Dibedakan Berdasarkan Jumlah

Pembagian isim yang pertama adalah kalimat ini memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan dengan jumlah kata isim yang ada di dalam kalimat tersebut. Dari pembagian isim Jika dilihat dari jumlahnya dibedakan menjadi tiga jenis yaitu

  • Isim mufrad, merupakan kalimat isim yang memiliki satu kata isim. Contoh dari kalimat ini adalah: مُؤْمِنٌ.
  • Isim tatsniyah, merupakan kalimat isim yang memiliki dua kata isim. Contoh dari kalimat ini adalah: مُؤْمِنَانِ.
  • Isim jamak, merupakan kalimat Isim yang memiliki tiga atau lebih kata Isim. Contoh dari kalimat ini adalah مُؤْمِنُوْنَ.

2. Dibedakan Berdasarkan Jenis Kelamin

Dibedakan Berdasarkan Jenis Kelamin

Kalimat Isim ini juga dapat dibedakan berdasarkan dari jenis kelamin dari kalimat Isim itu sendiri. Yang dimaksud dengan pembagian melalui jenis kelamin adalah makna dari kalimat tersebut condong badan jenis kelamin yang mana.

Jika dilihat dari perbedaan jenis kelamin, kalimat isim ini terbagi menjadi dua jenis. Berikut ini jenis isim apabila dilihat dari makna jenis kelaminnya.

  • Mudzakar, merupakan kalimat Isim yang menampilkan makna laki-laki. Contoh dari jenis Isim ini adalah: مُسْلِمٌ .
  • Muannats, merupakan kalimat Isim yang menampilkan makna perempuan. Contoh dari jenis kalimat Isim ini adalah: مُسْلِمَةٌ .

3. Dibedakan Berdasarkan Status Kejelasan

Dibedakan Berdasarkan Status Kejelasan

Jika dibedakan berdasarkan status kejelasannya maka kalimat Isim ini memiliki dua macam diantaranya adalah:

  • Isim nakirah, merupakan kalimat Isim yang bermakna umum. Contoh dari kalimat Isim jenis ini adalah: كِتَابٌ . Kata ini bisa berarti buku.
  • Isim ma’rifat, merupakan kalimat Isim yang bermakna khusus. Contoh dari kalimat Isim ini adalah : الْكِتَابُ.

Kalimat tersebut dapat berarti buku yang memiliki spesifikasi khusus. Jadi dalam jenis ini kata buku dibedakan berdasarkan jenisnya. Ciri dari Isim ini adalah terdapat huruf al di depan kalimat.

Baca: Ucapan Selamat Pagi Bahasa Arab

4. Dibedakan Berdasarkan Harakat Akhir

Dibedakan Berdasarkan Harakat Akhir

Berdasarkan pembagian jenis ini kalimat isi terbagi menjadi dua macam jenis kalimat isim. Diantaranya adalah isim mu’rab dan isim mabni.

Isim mu’rab merupakan Isim yang memiliki harakat akhir yang sesuai dengan i’rab kalimat tersebut. Contoh dari Isim ini adalah .    الْكِتَابُ Isim ini dapat dibaca الْكِتَابَ  atau الْكِتَابِ .Tergantung dari ‘amil yang ada dalam kalimat itu.

isim mabni, merupakan kalimat Isim yang harakat akhirnya tidak bisa diubah. Contoh dari jenis Isim ini adalah هُوَ . Jenis Isim ini memiliki beberapa macam lagi, yaitu:

  • Isim dhamir atau إسم الضمير
  • Isim isyarah atau إسم الإشارة
  • Isim maushul atau إسم الموصول
  • Isim istifham atau إسم الإستفهام
  • Isim syarat atau إسم الشرط

5. Dibedakan Berdasarkan Jenis Penerimaan Tanwin

tanwin

Isim selanjutnya ini dibedakan dari apakah kata tersebut dapat menerima tanwin atau tidak. Oleh karena itu dalam pembagian ini terbagi menjadi dua bagian, diantaranya adalah:

  • Isim munsharif: merupakan jenis isim yang dapat menerima adanya tanwin. Contoh dari kalimat isim ini adalah : مُحَمَّدٌ .
  • Isim ghairu munsharif: merupakan Isim yang tidak bisa menerima tanwin dalam kalimatnya. Contoh dari isi. ini adalah: رَمَضَانُ .

Pengertian isim tersebut dapat dijadikan referensi. Meskipun isim dapat diidentifikasi dengan melihat ciri-cirinya, akan tetapi ada kalimat isim yang tidak bisa identifikasi melalui ciri-ciri tersebut. Beberapa diantaranya harus dilafalkan terlebih dahulu seperti isim maushul, isim dhomir dan isim isyarah.

Tinggalkan komentar