Biaya Masuk Pondok Pesantren Darunnajah 2022

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Anda sedang mencari informasi seputar Pondok Pesantren Darunnajah? Jika iya Anda datang ke tempat yang tepat. Di artikel ini kami telah sedikit mengupas seputar profil Pondok Pesantren Darunnajah.

Sekilas Pesantren Darunnajah

Pondok Pesantren Darunnajah adalah lembaga pendidikan Islam swasta (non-pemerintah) yang dirintis sejak 1942. Namun secara resmi pesantren ini didirikan pada tanggal 1 April 1974 oleh KH. Abdul Manaf Mukhayyar dan dua rekannya KH. Qomaruzzaman dan KH. Mahrus Amin.

Dilihat dari segi penamaan, nama pesantren ini berasal dari kata “darun” dan “an-najah”“Dar” artinya kampung. “An-najah” artinya sukses. Pemberian nama Darunnajah ini mempunyai obsesi dan keinginan agar siapapun yang belajar di Darunnajah ini kelak menjadi orang yang sukses dunia maupun akhirat.

Biografi Pendiri

KH. Abdul Manaf Mukhayyar lahir di kampung Kebon Kelapa, Palmerah pada Kamis 29 Juni 1922 dari pasangan Haji Mukhayyar dan Hj. Hamidah, Ia adalah anak ke-4 dari 11 bersaudara. Sejak kecil, H. Mukhayyar (ayah K.H. Abdul Manaf Mukhayyar) sudah menanamkan kebiasaan beribadah bagi anak-anaknya. Termasuk kepada Abdul Manaf. Saat bulan puasa, anak-anaknya diajak ke masjid untuk salat tarawih. Ayah H. Mukhayyar, H. Bukhori, juga ikut membimbing cucu-cucunya.

Singkat cerita pada 1939, saat menempuh studi di Jamiat Khair inilah, muncul ide dalam diri Abdul Manaf untuk mendirikan madrasah dengan sistem modern. Ide ini diwujudkan dengan mendirikan Madrasah Islamiyah pada 1942 dengan sistem pengajaran modern mencontoh Jamiatul Khair pada 1942. Saat itu, Abdul Manaf belum mengenal pola pondok pesantren. Madrasah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dari Ponpes Darunnajah.

Pada tanggal 21 September 2005, tokoh pendidikan Islam dari Betawi ini meninggalkan dunia yang fana di usia 83 tahun, mewariskan sebuah lembaga pendidikan Islam terkemuka untuk pendidikan generasi umat Islam.

Kurikulum Pesantren

Dengan visi “Mencetak manusia yang muttafaqah fiddin untuk menjadi kader pemimpin umat/bangsa”, tentu Ponpes Darunnajah tidak main-main dalam mendidik dan mengasuh para santrinya. Secara umum menerapkan sistem pendidikan terpadu, dimana kekurangan sistem akan diisi dengan kelebihan sistem lainnya. Sistem tersebut antara lain:

  • Sistem Pondok Modern
  • Sistem Madrasah
  • Sistem Pesantren Salaf

Nah sistem pendidikan terpadu tersebut dinamakan dengan Tarbiyatul Muallimin wal Mu’allimat Islamiyah (TMI) selama 6 tahun yang setara dengan Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah. Pada jenjang menengah atas, para santri dapat memilih jenjang pendidikan: Madrasah Aliyah (Program Studi IPS dan Keagamaan) dan Sekolah Menengah Atas (Program Studi IPA)

Yang mana semua jenjang pendidikan MTS, MA, dan SMA sudah terakreditasi A. Bahkan sejak tahun 1989, TMI Darunnajah telah mendapatkan Mu’adalah (persamaan) dari Universitas Islam Madinah, Universitas Al Azhar Mesir, IIUI Pakistan, serta pengakuan dari Kementerian Pendidikan Nasional RI sebagai lembaga setara SMA, serta menjalin kemitraan dengan Australia, Amerika, dan Eropa dalam bentuk pertukaran guru dan murid serta program lainnya.

Selain pendidikan di kelas, para santri juga dapat mengikuti berbagai program ekstrakulikuler. Diantara ekstrakulikuler yang tersedia adalah:

  • Sepak Bola
  • Futsal
  • Marawis
  • Hadroh
  • Basket
  • Kaligrafi
  • Qosidah
  • Rugby
  • Bulu Tangkis
  • Marching Band
  • Tenis Meja
  • Voli
  • Sepak Takraw
  • Angklung
  • Pramuka
  • Paduan Suara
  • Handy Craft
  • Renang
  • Tapak Suci
  • Jurnalistik
  • Reading Club
  • Fotografi
  • Memanah
  • Robotik
  • Multimedia
  • Dll

Kehidupan Santri

Secara umum, aktivitas santri di pesantren ini dapat digambarkan:

Pagi hari: Shalat shubuh berjamaah dan halaqoh mengaji, Pemberian kosa kata bahasa arab dan bahasa inggris, Makan pagi, Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat dhuha, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

Siang hari: Shalat dzuhur berjamaah, Makan siang, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat ashar berjamaah, Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler.

Malam hari: Shalat Maghrib berjamaah, Halaqoh mengaji Al Qur’an dengan pembimbing, Makan malam, Shalat isya berjamaah, Muwajah malam, Bimbingan belajar bersama wali kelas, Mufradat harian, Absensi harian, Istirahat.

Biaya Pesantren Darunnajah Jakarta

Komponen Biaya
Biaya Pendaftaran (Total) MTs : Rp21.595.000
Aliyah : Rp22.165.000
Biaya Lain-Lain Rp620.000
Biaya Bulanan 1.300.000

Biaya STAI Darunnajah Jakarta Tahun 2022

Komponen Biaya Biaya
Uang Pendaftaran Rp210.000
NIRM dan KTM Rp153.000
Kegiatan Mahasiswa Rp408.000
Orientasi dan Jaket Almamater 362.000
Uang Pangkal 2.475.000
Biaya Semester Rp2.910.000 (bisa dicicil 6 kali)
Total 6.518.000

Baca juga:

Daftar 500+ Pesantren Terbaik di Indonesia Lengkap

Tinggalkan komentar