Biaya Masuk Pondok Pesantren Darussalam Garut 2022

Anda sedang mencari informasi terkini seputar Pondok Pesantren Darussalam Garut ? Jika iya Anda datang ke tempat yang tepat. Kami telah menyajikan informasi yang mungkin dapat membantu anda untuk lebih mengetahui tentang Ponpes Darussalam Garut. Semoga bermanfaat ya!

Sekilas Pesantren Darussalam

Pesantren Darussalam Garut bermula pada tahun 1915. Kala itu H. Ahmad mendirikan Pesantren yang pengelolanya diserahkan kepada putra beliau KH. Ishaq Asy’ary. Meskipun dalam suasana penjajahan, pesantren ini berkembang pesat, terbukti dengan berdatangannya para santri dari berbagai daerah. Namun, pada tahun 1954 terjadi masa vakum karena adanya gangguan keamanan dan KH. Ishaq Asy’ary mengungsi ke Bandung serta wafat di sana pada tahun 1958.

Pada tahun 1969, KH. Abdul Mu’thy (putra sulung dari KH. Ishaq Asy’ary) mulai membangun kembali pesantren dengan mendirikan Madrasah Diniyyah. Saat itu beliau bertemu dengan salah seorang pendiri Pondok Modern Gontor KH. Zainuddin Fannani di Jakarta, beliau mendapatkan banyak cerita tentang Gontor dan bercita-cita ingin memiliki pesantren seperti Gontor, maka mulailah mengirimkan putra-putranya untuk belajar di Gontor. Sambil menunggu kepulangan putra-putranya sebagai kader, madrasah dikelola oleh putra sulung beliau H. Abdul Majid.

Sekembalinya KH. Ahmad Ghozali Mu’thie, S.Ag. dari Gontor pada tahun 1972 didirikanlah Pondok Pesantren dengan nama “Darussalam” atas restu KH. Imam Zarkasyi (Pimpinan Pondok Modern Gontor). Mulai saat itu didirikanlah tingkat tsanawiyyah dengan memakai kurikulum Gontor, kemudian dibantu oleh KH. Asep Sholahuddin Mu’thie, BA. Sekembalinya dari Gontor tahun 1978.

Kurikulum Pesantren

Sebagai salah satu pesantren alumni Gontor, tentu Pesantren Darussalam memiliki kurikulum yang berkiblat kepada Pesantren Darussalam Gontor Ponorogo. Yang mana kurikulum dan sistem pendidikannya tersebut dinamakan dengan Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyah (TMI).

Tarbiyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (TMI) adalah salah satu jenjang pendidikan yang terprogram dan diselenggarakan secara klasikal. Yang mana terdapat dua program, yaitu:

  • Kelas Reguler, dengan rentang masa belajar 6 tahun, diperuntukan bagi siswa/i lulisan SD/MI.
  • Kelas Intensif, dengan rentang masa belajar 4 tahun diperuntukan bagi siswa/i lulusan SMP/MTs atau SMA/MA.

Adapun konten kurikulum dari sistem TMI merupakan integrasi antara kurikulum pesantren untuk materi keagamaan, dan Kurikulum pemerintah untuk materi umum. Dengan Integrasi ini, diharapkan para santri tidak mendikotomikan antara pengetahuan umum dan agama, serta dapat menyeimbangkan diantara keduanya.

Kemudian Darussalam Garut juga senantiasa menanamkan dan mengasah Life Skill kepada para santrinya. Diantara caranya adalah dengan membentuk sejumlah kelompok kesenian, bela diri, olah raga, drum band, jamiah qori, dan lain sebagainya. Kelompok-kelompok ini dengan sendirinya akan mencari kader dengan promosi ke seluruh santri baru. Santri baru pun diberikan arahan agar tidak salah dalam memilih keterampilan apa yang diasah.

Dari pengasahan keterampilan ini, santri kedepannya siap terjun di masyarakat dengan kemampuan yang dimilikinya. Selain itu, dari pengasahan life skill secara kontinu tidak jarang mambawa santri meraih berbagai prestasi baik lokal, nasional, dan bahkan internasional. Bahkan terkadang, dari hasil ini juga didapatkan para alumni yang lebih mapan dalam menentukan pilihan khususnya dalam menentukan karir.

Kehidupan Santri

Sebagai pesantren yang bercorak modern, para santri di Darussalam setiap harinya akan menjalani aktivitas yang cukup padat merayap. Kegiatan para santri dimulai dari bangun tidur dan langsung di bimbing oleh para pengurus untuk mengambil wudhu dan setelah itu mereka langsung mengerjakan shalat sunnah tahajud sebelum datang waktu shalat shubuh.

Setelah mereka melaksanakan shalat shubuh merekapun berkumpul perkelompok untuk melaksanakan kajian dan penambahan mufrodat, hal ini dilakukan karena pesantren ini mewajibkan santrinya untuk berbicara bahasa arab dan inggris. Kemudian aktivitas dilanjutkan dengan piket bersama, mandi, sarapan, dan persiapan sekolah.

Kemudian merekapun masuk sekolah dan melaksanakan kegiatan belajar bersama para ustadz/ustazah nya. Pukul 14:00 para santri akhirnya selesai kegiatan disekolah, dan dilanjutkan dengan makan siang dan setelah itu mereka istirahat di siang hari. Dilanjut lagi seusai sholat ashar para santri mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. Disambung Maghrib dan Isya hingga malam para santri akan ada kajian dan melaksanakan belajar mandiri.

Biaya Pendidikan

Untuk biaya pendidikannya, bisa dibilang biayanya cukup murah dan terjangkau. Biaya masuknya diperkirakan sekitar Rp. 5.850.000. Adapun biaya bulanannya sekitar Rp. 650.000. Cukup terjangkau kan? Oh ya ini biaya yang kami dapatkan di tahun ajaran kemarin, jika ada kesalahan mohon dimaafkan ya.

Baca juga:

Daftar 500+ Pesantren Terbaik di Indonesia Lengkap

(REVIEW) 7 Pesantren Terbaik di Garut (2021)

Tinggalkan komentar