Gratis Biaya, Pondok Pesantren Tsurayya

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Anda sedang mencari informasi terkini seputar Pondok Pesantren Tsurayya ? Jika iya Anda datang ke tempat yang tepat. Kami telah menyajikan informasi yang mungkin dapat membantu anda untuk lebih mengetahui tentang Ponpes Tsurayya. Semoga bermanfaat ya!

Sekilas Pesantren Tsurayya

Secara kelembagaan, Pesantren Tsurayya adalah salah satu cabang dari Pesantren Darunnajah yang berpusat di Jakarta. Pesantren ini secara khusus disediakan bagi santri/wati yang kurang mampu secara ekonomi. Adapun bagi yang mampu secara ekonomi dikenakan biaya untuk mensubsidi silang.

Latar belakang di bangunnya pesantren ini adalah berawal dari keprihatinan Hj. Tsurayya. Beliau merasa prihatin terhadap banyaknya masyarakat miskin yang tidak mampu melanjutkan pendidikannya. Karena itulah beliau bertekad untuk memberikan prospek pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu secara ekonomi.

Akhirnya, suami beliau yaitu KH Abdul Manaf Mukhayyar membeli tanah di kampong Cacaban, Desa Citasuk, Kec Padarincang. Pada tahun 1997 dimulailah pembangunan pesantren ini. Tidak menunggu waktu lama, setahun berikutnya yakni pada tahun 1998 dimulailah penerimaan murid baru untuk yang pertama kalinya.

Biografi Pendiri

KH. Abdul Manaf Mukhayyar lahir di kampung Kebon Kelapa, Palmerah pada Kamis 29 Juni 1922 dari pasangan Haji Mukhayyar dan Hj. Hamidah, Ia adalah anak ke-4 dari 11 bersaudara. Sejak kecil, H. Mukhayyar (ayah K.H. Abdul Manaf Mukhayyar) sudah menanamkan kebiasaan beribadah bagi anak-anaknya. Termasuk kepada Abdul Manaf. Saat bulan puasa, anak-anaknya diajak ke masjid untuk salat tarawih. Ayah H. Mukhayyar, H. Bukhori, juga ikut membimbing cucu-cucunya.

Singkat cerita pada 1939, saat menempuh studi di Jamiat Khair inilah, muncul ide dalam diri Abdul Manaf untuk mendirikan madrasah dengan sistem modern. Ide ini diwujudkan dengan mendirikan Madrasah Islamiyah pada 1942 dengan sistem pengajaran modern mencontoh Jamiatul Khair pada 1942. Saat itu, Abdul Manaf belum mengenal pola pondok pesantren. Madrasah inilah yang kemudian menjadi cikal bakal dari Ponpes Darunnajah.

Impian ini didukung guru-gurunya di Jam’iyyat Khair. Mereka meyakini, Abdul Manaf mampu untuk mewujudkan keinginan yang luhur tersebut. Apalagi, selama bersekolah di Jam’iyyat Khair dirinya menyaksikan sendiri betapa pendidikan adalah modal utama untuk kebangkitan masyarakat.

Pada tanggal 21 September 2005, tokoh pendidikan Islam dari Betawi ini meninggalkan dunia yang fana di usia 83 tahun, mewariskan sebuah lembaga pendidikan Islam terkemuka untuk pendidikan generasi umat Islam.

Kurikulum Pesantren

Kurikulum Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 adalah perpaduan kurikulum Pondok Modern Darussalam Gontor, Kurikulum Nasional dan Pesantren Salafiah. Bidang-bidang (ilmu-ilmu) Bahasa Arab dan Bahasa Inggris diajarkan langsung dengan bahasa aslinya, begitu pula (ilmu-ilmu) agama Islam diajarkan dengan Bahasa Arab (tujuannya antara lain agar santri/siswa mampu memahami dan menerangkannya dengan bahasa aslinya). Adapun bidang studi lainnya diajarkan dalam bahasa Indonesia.

Sebagai sekolah Islam berasrama yang berkualitas, Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah  4 punya banyak sekali kegiatan menarik bagi santri-santrinya. Kegiatan ekstra kurikuler begitu hidup disini. Santri-santrinya baik, sopan, santun, pintar dan berprestasi. Diantara kegiatan ekstrakulikulernya adalah:

  • Pramuka
  • Muhadhoroh
  • Jurnalistik
  • Marawis
  • Qasidah
  • Muhadatsah
  • Tapak Suci
  • Kesenian
  • Tahfidzul Qur’an
  • Praktik Ibadah
  • Hadroh
  • Nasyid
  • Berbagai Olahraga

Kehidupan Santri

Secara umum, aktivitas santri di pesantren ini dapat digambarkan:

Pagi hari: Shalat shubuh berjamaah dan halaqoh mengaji, Pemberian kosa kata bahasa arab dan bahasa inggris, Makan pagi, Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat dhuha, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

Siang hari: Shalat dzuhur berjamaah, Makan siang, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat ashar berjamaah, Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler.

Malam hari: Shalat Maghrib berjamaah, Halaqoh mengaji Al Qur’an dengan pembimbing, Makan malam, Shalat isya berjamaah, Muwajah malam, Bimbingan belajar bersama wali kelas, Mufradat harian, Absensi harian, Istirahat.

Biaya Pendidikan

Di awal telah kami singgung, bahwa pesantren ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak mampu. Karenanya biaya pendidikan di pesantren ini adalah gratis. Namun kami belum berhasil mendapatkan informasi biaya pendidikan bagi masyarakat mampu yang ingin menyekolahkan anaknya di pesantren bercorak modern ini.

Begitulah sekelumit profil tentang Pondok Pesantren Tsurayya. Semoga bermanfaat ya!

Alamat lengkap: Jln. Palka Km. 30 Cacaban Desa CiTasuk Kec. Padarincang Kab. Serang Prov. Banten. 42168

Website resmi: https://darunnajah.com/

Baca juga:

Daftar 500+ Pesantren Terbaik di Indonesia Lengkap

(REVIEW) 9 Pesantren di Tangerang Selatan Paling Bagus (2021)

(REVIEW) 7 Pesantren Terbaik di Cilegon (2021)

Tinggalkan komentar