Download Kitab Al-Anwarul Bahiyyah PDF

Kitab al-Anwarul Bahiyyah berisikan cerita perjalanan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Ditulis oleh Sayyid Muhammad bin Alawi Al-Maliki yang memiliki garis keturunan bersambung dengan Nabi Muhammad. Untuk mengetahui isi lengkapnya Anda bisa download Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF.

Istimewanya kitab ini adalah mampu mengangkat kisah paling fenomenal bagi kaum muslim, yaitu Isra Mi’raj. Dimana Nabi SAW mendapatkan berbagai pengalaman berharga yang berkaitan dengan mengenali tanda-tanda kebesaran Allah.

Kisah Isra Mi’raj Nabi dalam Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF

Kisah Isra Mi_raj Nabi dalam Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF

Isra Mi’raj berasal dari kata Isra yang artinya perjalanan malam hari dan Mikraj yaitu tangga untuk naik ke atas. Sedangkan secara istilah Isra diartikan sebagai perjalanan Nabi SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa dan mi’raj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa ke Sidratul Muntaha.

Peristiwa ini membawa hikmah tersendiri bagi umat muslim salah satunya adalah Nabi SAW membawa perintah dari Allah untuk menegakkan shalat lima waktu. Sehingga ibadah ini menjadi kewajiban bagi seluruh kaum muslim. Berikut ini kisah perjalanan Isra Mi’raj Nabi SAW.

1. Penyucian Hati Rasulullah oleh Jibril AS.

Suatu malam Rasulullah SAW tengah berada bersama kedua pamannya yaitu Hamzah  dan Ja’far bin Abi Thalib. Tiba-tiba malaikat Jibril, Mikail dan Israfil menghampiri beliau dan membawa Nabi SAW ke arah sumur zamzam. Di sana Rasulullah dibaringkan tubuhnya untuk dibelah dadanya oleh Jibril AS.

Penyucian ini bukan berarti hati Nabi SAW kotor, sebab Allah telah menciptakan Nabi dengan hati yang mulia. Hal ini dilakukan untuk memantapkan dan menguatkan hati beliau untuk melakukan perjalanan yang Maha dahsyat dan penuh hikmat serta persiapan untuk berjumpa dengan Allah SWT.

Sehingga Jibril AS mengeluarkan hati Nabi dan menyucikannya sebanyak tiga kali. Kemudian didatangkan nampan emas yang penuh keimaman yang dituangkan ke dalam hati Rasulullah SAW agar dipenuhi dengan kesabaran, ilmu, dan keyakinan serta kepasrahan kepada Allah SWT.

2. Perjalanan Nabi SAW

Kemudian disiapkan binatang Buroq untuk Rasulullah SAW yang lengkap dengan pelana dan kendalinya memiliki rupa lebih besar dari himar  dan berwarna putih. Nabi SAW melakukan perjalanan Isra dan Mi’raj dengan menaiki buraq ini ditemani oleh malaikat Jibril dan Mikail di sisi kanan dan kirinya.

Pertama beliau berhenti untuk shalat di Thoybah atau nama lain dari Madinah.  Kemudian Malaikat Jibril mengatakan ditempat tersebut Rasulullah SAW akan hijrah. Kemudian Rasulullah dan para malaikat melanjutkan perjalanannya dengan buraq dan berhenti untuk shalat di Madyan.

Tepatnya di sisi pohon dimana Nabi Musa AS bernaung dan beristirahat ketika dikejar oleh Fir’aun. Selanjutnya Nabi SAW melanjutkan perjalanannya dan turun di Tursina’ untuk shalat. Tempat ini merupakan sebuah lembah di Syam dimana Nabi Musa AS berbicara dengan Allah SWT.

Hingga beliau sampai di suatu daerah yang tampak dengan istana-istana di Syam kemudian Nabi SAW turun dan melaksanakan shalat. Malaikat Jibril memberitahu Rasulullah SAW bahwa Nabi telah melakukan shalat di Betlehem, Baitul Maqdis yaitu tempat dilahirkannya Nabi Isa as.

Dalam Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF diceritakan bahwa di tengah perjalanan tersebut, Rasulullah menemui berbagai hal. Mulai dari semerbak wanginya Masyitah hingga menjumpai berbagai macam orang dengan kondisi yang berbeda.

3. Gangguan di Perjalanan Nabi

Di masa perjalanan tersebut Nabi dihadapkan dengan beberapa kaum yang menyerunya. Pertama seseorang memanggil beliau namun Nabi tidak menghiraukannya, kemudian Malaikat Jibril mengatakan bahwa itu adalah kaum Yahudi.

Jika Nabi menoleh niscaya umatnya akan menjadi Yahudi. Begitupun ketika beliau mendapat seruan dari sebelah kirinya yakni dari kaum Nasrani dan beliau tidak menolehnya. Kemudian Nabi bertemu dengan seorang wanita yang menyukainya, tetapi Rasulullah SAW tidak menjawabnya.

Jibril mengatakan bahwa wanita yang penuh perhiasan tersebut adalah perwujudan dunia. Jika nabi menolehnya niscaya umat Nabi akan mementingkan dunia dibandingkan akhirat.

Setelah itu Nabi dan para malaikat masuk ke dalam masjid dan melaksanakan shalat bersama para malaikat. Di sana Malaikat Jibril menunjuk Nabi Muhammad SAW sebagai imam, sehingga beliau menjadi pemimpinnya para Anbiya dan Mursalin.

Download Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF

Download Kitab al-Anwarul Bahiyyah PDF

Kisah lengkapnya bisa kamu baca melalui versi cetaknya yang telah banyak beredar atau dapat di download melalui link di bawah. Kitab al-Anwarul Bahiyyah versi PDF ini merupakan versi digital yang bisa kamu baca dimanapun dan kapan pun.

Kitab Anwarul Bahiyah ini akan membawa Anda menyelami kisah pengalaman Isra’ Mi’raj Nabi SAW. Selain itu, Anda dapat memperoleh hikmah berupa keimanan yang mendalam dan pelajaran dari setiap perjalanan yang ditempuh oleh Nabi Muhammad SAW.

Tinggalkan komentar