Download Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF

Kitab Arba’una Qudsiyyah adalah kumpulan hadits Qudsi pilihan yang dimuat oleh Dr. Ezzudin Ibrahim yang diterjemahkan dengan berbagai bahasa, salah satunya yaitu bahasa Inggris yang berjudul “Forty Hadith Qudsi” untuk mengetahui isinya Anda dapat mendownload Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF.

Hadis Qudsi merupakan perkataan nabi yang disandarkan kepada Allah. Dimana Nabi Muhammad SAW meriwayatkan perkataan dari Allah. Sehingga bisa diartikan hadis ini merupakan perintah Allah yang disampaikan melalui perantara Nabi Muhammad SAW.

Kumpulan Hadits Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF

Kumpulan Hadits Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF

Meski berasal dari Allah, Hadits Qudsi berbeda dengan Alquran. Perbedaanya dapat dilihat dari sisi bahasa atau lafadz, dimana Alquran merupakan penyampaian dari Allah SWT secara langsung. Sedangkan hadis disampaikan oleh lisan Rasulullah SAW. berikut ini beberapa hadits pilihannya.

1. Hadis-1

dari Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda : ketika Allah menciptakan makhluk, Dia menuliskan dalam kitab-Nya ketetapan untuk diri-Nya sendiri : “Sesungguhnya rahmat-Ku mengalahkan murka-Ku”  (HR. Muslim, Bukhari, an-Nasa’i dan Ibnu Majah)

Hadits ini menyampaikan pesan bahwa Allah memiliki sifat Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Dimana Allah memberikan rahmat kepada seluruh makhluknya tanpa terkecuali. Sehingga dikatakan bahwa rahmat-Nya lebih besar dibandingkan murka-Nya.

2. Hadits ke-2

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra., bahwasanya Nabi SAW bersabda, telah berfirman Allah ta’ala : “Ibnu Adam (umat manusia) telah mendustakan-Ku, dan mereka mencela-Ku.”…

… “Adapun perkataan dustanya kepada-Ku, “Dia tidak akan menciptakan aku kembali seperti Dia pertama kali menciptakanku” adapun celaan mereka kepada-Ku : “Allah telah mengambil seorang anak, padahal Aku Ahad”… (HR Al-Bukhari dan an-Nasa’i)

Dalam hadits tersebut berisikan syiar untuk meng-esakan Allah SWT. Hadits ini juga menerangkan sikap orang-orang yang tidak beriman, dimana mereka mendustakan keberadaan Allah SWT. Selain itu orang-orang kafir juga telah mengatakan hal yang sesat bahwa Allah memiliki anak.

Padahal sejatinya Allah adalah Maha Esa dan tidak ada yang setara dengan-Nya. Orang kafir juga tidak beriman akan adanya hari kebangkitan. Mereka menganggap setelah kematian tidak akan ada kehidupan akhirat, hal tersebut merupakan perkataan dusta yang dibuat-buat.

3. Hadits ke-3

Dari Zaid bin Khalid al-Juhniy ra., dia berkata bahwa Rasulullah SAW memimpin kami shalat subuh di Hudaibiyah, di atas bekas hujan yang turun semalam. Tatkala selesai Nabi SAW menghadap kepada sahabat, kemudian beliau bersabda : “Tahukah kalian apa yang telah difirmankan Tuhan kalian?”..

… “shahabat berkata “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui” kemudian Rasulullah SAW bersabda : “Allah SWT berfirman : Pagi ini ada hamba-Ku yang beriman kepada-Ku dan ada yang kafir.” …

… “Adapun orang yang mengatakan “kami telah dikaruniai hujan sebab keutamaan Allah (fadilah Allah) dan kasih sayang-Nya (rahmat-Nya), maka mereka itulah yang beriman kepada-Ku dan kafir kepada binatang-binatang.”…

.. “dan adapun yang berkata, “kami telah dikaruniai hujan sebab bintang ini dan bintang itu, maka mereka itulah yang kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang” (HR al-Bukhari dan an-Nasa’i)

Hadits ini menjelaskan mengenai kewajiban beriman kepada Allah dan menjauhi perkara-perkara syirik. Termasuk ketika mempercayai ramalan-ramalan yang akan membuat manusia sesat, karena perkara tersebut merupakan perbuatan yang menduakan Allah.

Maksudnya yaitu mempercayai adanya kekuatan selain Allah dengan menciptakan tandingan bagi-Nya. Sehingga pelakunya tidak diterima shalatnya selama 40 hari 40 malam. Padahal segala sesuatu Allah yang lebih mengetahui.

Hadits ini berlaku untuk semua tindakan syirik lainnya. Seperti mempercayai adanya kekuatan magis pada benda tertentu, makhluk tertentu dan lain sebagainya. Praktek lainnya seperti perdukunan maupun meminta nasib baik dengan media lainnya.

Sehingga sebagai muslim yang beriman hal semacam ini harus dihindari. Segala sesuatu berasal dari Allah SWT. Kepada-Nya kita meminta segala sesuatu sedangkan makhluk bersifat fana dan terbatas dan tidak dapat dijadikan tempat bergantung.

4. Hadits ke-4

Diriwayatkan dari Abi hurairah ra. Beliau berkata, telah bersabda Rasulullah SAW, Allah SWT telah berfirman : “Anak-anak adam (umat manusia) mengecam waktu, dan Aku adalah (Pemilik) Waktu”…(HR Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits tersebut mengajarkan kita bahwa untuk memanfaatkan waktu dengan baik. Tidak mendustai nikmat dari-Nya, dan gunakan waktu untuk beribadah. Allah lah yang mempergantikan siang dan malam maka sepatutnya kita bersyukur dengan setiap kesempatan yang Allah berikan.

5. Hadits ke-5

Dari Abi Hurairah ra, beliau berkata, Rasulullah SAW bersabda, Allah ta’ala telah berfirman : “Aku adalah Dzat Yang Maha Esa, tidak membutuhkan sekutu. Barang siapa beramal dengan menyekutukan Aku, maka Aku meninggalkannya dan sekutunya  (HR Muslim dan Ibnu Majah)

Hadits ke-5 ini mengandung esensi keimanan. Bahwasannya satu-satunya Tuhan yang harus disembah adalah Allah SWT. Dia adalah zat yang tidak membutuhkan sekutu, sehingga ketika manusia mengimani adanya sekutu bagi-Nya maka telah termasuk dalam kekufuran.

Perbuatan yang menyekutukan Allah ini bisa berupa perbuatan syirik seperti bersekutu dengan jin, atau memiliki jimat tertentu untuk keberuntungan dan lain-lain. selain itu, ketika beramal bukan karena Allah maka akan tertolak.

6. Hadits ke-6

Dikutip dari Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF, dari Abi Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda : “Orang yang pertama di hisab di hari kiamat yaitu seorang laki-laki yang mati syahid,”…

.. “kemudian Allah SWT bertanya: “apa yang telah Anda kerjakan dengan nikmat itu?” Lelaki itu berkata : “Aku berperang untuk-Mu hingga syahid.” Allah menjawab : “Anda telah berdusta. Sesungguhnya engkau berperang agar disebut pemberani”…

… “orang-orang yang telah menyebutkan demikian itu, kemudian diseret di atas wajahnya hingga sampai di neraka dan dilemparkan ke dalamnya.”… (HR muslim, Tirmidzi, dan an-Nasa’i)

Hadits ini mengajarkan kita untuk ikhlas dalam beramal dengan memurnikan keimanan kepada Allah. Karena salah satu syarat diterimanya sebuah amal adalah berima, niat yang lurus dan dilakukan dengan cara yang benar sesuai perintah Allah SWT.

Sehingga ketika beramal dengan maksud berbuat pamer, pelakunya tidak akan mendapatkan pahala melainkan kehinaan yang ditampakan di akhirat. Sedangkan Allah SWT memerintahkan kita untuk tidak menjadikan sekutu dalam  beribadah kepada-Nya.

Dalam hadits tersebut bahkan dikatakan sampai seorang yang mati syahid di medan perang pun dapat terseret ke neraka karena perbuatan riya. Hal ini disebabkan dia berperang bukan karena ingin mendapatkan keridhaan Allah melainkan ingin mendapat pujian manusia.

7. Hadits ke-7

Dari Uqbah bin Amir ra. Rasulullah SAW bersabda : “Tuhanmu bangga kepada seorang pengembala kambing di atas gunung/bukit. Dia mengumandangkan adzan dan mengerjakan sholat.”…

… “kemudian Allah SWT berfirman : “Lihatlah hambaku ini, dia mengumandangkan adzan dan menegakkan shalat (iqomat) karena takut kepada-Ku, maka sesungguhnya Aku telah mengampuni hambaku ini. Dan Aku memasukkannya kedalam surga.” (HR an-Nasai)

Hadits ini menggambarkan keadaan seseorang yang beriman, bahwa Allah akan memberi balasan bagi hamba-Nya yang melaksannakan amal shalih. Melakukan pekerjaan yang halal dan senantiasa mengingat Allah dengan menegakan shalat.

Download Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF

Download Kitab Arba’una Qudsiyyah PDF

Untuk dapat membaca kumpulan hadis lainnya Anda dapat membacanya baik dalam versi terbitan asli maupun unduhan file PDF. Untuk mendapatkan Kitab Arba’una Qudsiyyah versi PDF Anda bisa download melalui link di bawah ini.

Kitab Arba’una Qudsiyyah merupakan salah satu kitab yang dapat Anda jadikan rujukan untuk memahami ilmu agama. Terlebih, hadits-hadits di dalamnya merupakan kumpulan hadits pilihan yang keshahihannya tidak diragukan melalui periwayat yang terpercaya seperti Bukhari dan Muslim.

Photo of author

Rifqi

Saya adalah orang yang hidup di lingkungan pesantren dan sangat mencintai suasana keagamaan di sana. Saya merasa sangat senang ketika mempelajari ilmu agama dan merasa bahwa itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup saya.