10 Kitab yang Biasanya Dipelajari di Pesantren

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Anda mau nyantri, atau menyekolahkan anak-anak ke pesantren? Jika iya, Anda perlu tahu dulu kitab yang biasanya dipelajari di pesantren.

Memang, bisa jadi setiap pesantren memiliki kitab khas dan tertentu yang dibahas, namun faktanya ada sebagian kitab yang umum untuk dipelajari. Terutama, oleh pesantren salaf atau yang sudah pesantren berusia tua. Nah, artikel ini akan membahas kitab-kitab yang dimaksud.

Ta’lim Muta’allim (Adab)

Kitab yang biasanya dipelajari di pesantren ini dikarang oleh Syaikh Az Zarnuji. Kitab ini secara umum merupakan kitab yang membahas ilmu adab mengenai menuntut ilmu. Di dalamnya berisi bagaimana ahlak dan tata krama bagi seorang santri dalam menuntut ilmu. Kemudian juga membahas bagaimana keutamaan orang yang berilmu, macam-macam ilmu yang wajib dikaji, berbagai cara yang dapat meningkatkan hafalan, hal-hal yang dapat membuat hafalan cepat lupa, dsb.

Biasanya Ta’lim Muta’alim akan menjadi kitab pembuka bagi seorang santri sebelum mengkaji kitab-kitab dari berbagai macam fan ilmu. Hal ini ditujukan agar santri nantinya tau adab-adab yang benar ketika melaksanakan proses pembelajaran. Karena memiliki ilmu tanpa adab merupakan suatu hal yang sangat tercela.

Untuk lebih jelas: Kitab Talim Mutaallim: Pengertian, Isi, dan Pengarangnya

Jurumiyah (Nahwu)

Kitab ini merupakan karangan Imam Al Shonhaji yang merupakan seorang ulama nahwu dari wilayah Maghrib (Maroko). Kitab yang membahas ilmu nahwu ini bisa dikatakan merupakan kitab yang paling fenomenal dalam bidangnya. Hal ini dikarenakan kitab ini menjadi rujukan utama hampir di seluruh dunia sebagai kitab dasar bagi seorang pelajar yang ingin menguasai ilmu nahwu.

Di dalam kitab ini, sang penulis menjelaskan tentang bagaimana dasar-dasar ilmu nahwu dengan padat, ringkas, dan sangat jelas. Bahkan biasanya di beberapa pesantren salaf kitab ini tidak hanya dikaji, tetapi juga wajib dihafalkan oleh santri.

Untuk lebih jelas: Kitab Jurumiyah: Pengertian, Isi, Biografi Pengarang, dan Harganya

Matan Taqrib (Fiqih)

Kitab ini merupakan tulisan Al Qadhi Abu Syuja. Secara umum kitab ini membahas mengenai fiqih, khususnya fiqih madzhab Syafii. Karena itulah kitab ini sangat populer di pesantren yang ada di Indonesia, hal ini karena mayoritas muslim di Indonesia merupakan pengikut Mazhab Syafii. Selain itu kitab ini pun terbilang mudah dipahami, karena menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Di dalamnya, sang muaalif membahas berbagai materi fiqih dasar seperti tata cara shalat, thaharah, haji, jual beli, warisan, hudud, perbudakan, nikah, dan berbagai fiqih dasar lainnya. Sebagai kitab yang sangat fenomenal, kitab ini juga memiliki banyak kitab syarahnya seperti Kitab Fathul Qarib, Fathul Muin, dsb.

Arbain Nawawi (Hadits)

Kitab ini merupakan buah pikir salah satu ulama besar Mazhab Syafii yaitu Imam An Nawawi. Kitab ini merupakan kumpulan 42 hadits pilihan. Hadits-hadits tersebut menjelaskan mengenai landasan-landasan dalam Islam baik perkara ushul (pokok) maupun furu’ (cabang), serta hadits-hadits yang berkaitan dengan jihad, zuhud, nasihat, adab, niat-niat yang baik dan semacamnya.

Karena kitabnya yang kecil dan ringkas, kitab ini biasanya menjadi salah satu dari berbagai kitab yang wajib dihafal oleh para santri di pesantren.

Untuk lebih jelas: Kitab Arbain Nawawi: Pengertian, Biografi Pengarang, Isi, dan Syarahnya

Jauharul Maknun (Balaghah)

Kitab ini merupakan karya salah satu ulama dalam bidang nahwu yaitu Syekh Abdurrahman al-Akhdhari yang berasal dari Aljazair. Secara umum kitab yang berbentuk matan-matan ini berisi  tentang materi ilmu balaghah. Ilmu Balaghah adalah ilmu sastra Bahasa Arab. Yang mana ilmu ini bertujuan untuk menjadikan sebuah kalimah dalam bahasa Arab memiliki keindahan lafadz dan makna.

Di dalam kitab ini, sang pengarang telah menjelaskan tentang macam-macam majaz, hakikat, kinayah, tauriyah, thibaq, jinas, muqabalah, dan berbagai materi lain yang berkaitan dengan ilmu balaghah. Selain itu karena kitabnya berbentuk matan-matan, maka terkadang banyak santri yang mencoba untuk menghafal matan kitab ini.

Waraqat (Ushul Fiqih)

Kitab ini merupakan buah pena seorang ulama ushul fiqih dari Iran yaitu Imam Haramain. Kitab yang membahas ilmu ushul fiqih ini bisa dikatakan merupakan kitab yang paling dasar bagi siapapun yang ingin mengkaji ushul fiqih. Karenanya hampir seluruh pesantren salaf di Indonesia menggunakan kitab sebagai pengantar kajian ushul fiqih.

Di dalam tulisannya, muallif menggunakan gaya penulisan ijaz, yakni sedikit lafaz banyak makna. Materi yang tertulis di dalamnya adalah seputar definisi-definisi penting seputar ushul fikih, tanpa menjelaskan satu demi satu dengan penjabaran yang panjang lebar.Karena itulah kitab ini sangat cocok sebagai pengantar untuk memahami Ilmu Ushul fiqih yang notabene termasuk salah satu ilmu yang cukup berat dipahami.

Sulamul Munawwaraq (Mantiq)

Kitab ini merupakan hasil karya dari Syaikh Abdurrahman Al Akhdari yang juga merupakan penulis kitab Jauharul Maknun. Secara umum kitab ini membahas mengenai ilmu mantiq. Mantiq adalah  ilmu yang membahas tentang alat dan formula berpikir, sehingga seseorang yang menggunakannya akan selamat dari cara berpikir yang salah.

Karena merupakan ilmu yang sangat sulit dipahami, umumnya kitab ini tidak akan dipelajari oleh para santri pemula. Melainkan hanya akan dikaji dan dipelajari oleh para santri senior yang telah khatam mengkaji Kitab Alfiyah Ibnu Malik.

Aqidatul Awam (Aqidah)

Kitab yang ringkas ini merupakan buah pikir seorang ulama dari Makkah yaitu Imam Ahmad Al Hasani. Secara umum kitab yang berbentuk matan-matan ini menjelaskan mengenai ilmu tauhid. Isi kandungan kitabnya meliputi berbagai para keimanan seperti sifat wajib, jaiz, dan mustahil Allah. Kemudian membahas mengenai malaikat, kitab-kitab yang diturunkan Allah, iman kepada hari kiamat, Isra mi’raj dan berbagai perkara keimanan lainnya.

Karena kitabnya yang ringkas dan mudah dipahami, biasanya kitab ini akan dikaji oleh santri pemula. Kemudian karena hanya berisi 58 matan, biasanya para santri di pesantren salaf akan diminta untuk menghafalkan matan-matan yang ada di dalam kitab ini.

Amsilah Tasrifiyah (Sharaf)

Berbeda dengan kitab yang sudah kami ulas di atas, kitab ini merupakan hasil pemikiran seorang ulama Indonesia yaitu KH Muhammad Ma’shum bin Ali. Hebatnya lagi kitab ini beliau ciptakan saat usia beliau baru menginjak usia 19 tahun. Secara umum kitab ini membahas ilmu sharaf. Ilmu sharaf sendiri adalah ilmu yang mempelajari tentang perubahan bentuk kata dalam bahasa arab.

Nah, di kitab ini sang penulis menyusun berbagai pola-pola perubahan kata dalam Bahasa Arab dengan metode yang mudah untuk dipahami. Selain itu kitab ini juga lebih mengedepankan praktik ketimbang teori. Karena itulah kitab ini selalu dijadikan pegang bagi seluruh santri di Indonesia sebagai pintu dasar untuk memahami ilmu sharaf yang lebih dalam. 

Tafsirul Jalalain (Tafsir)

Kitab ini merupakan buah karya guru dan murid yaitu Imam Jalaludin Al Mahalli dan Imam Jalaluddin As Suyuthi. Kitab yang merupakan tafsir Qur’an ini merupakan kitab tafsir yang paling sering dikaji para santri di pesantren. Hal ini dikarenakan tafsir ini memiliki berbagai kelebihan yang tidak dimiliki kitab tafsir lainnya.

Diantara kelebihan Tafsir Jalalain adalah: Mudah dipahami, tidak bertele-tele, Menyebut pendapat yang rajih (kuat) jika ada ikhtilaf, dan terkadang menyebutkan sisi i’rab dan qira’at secara ringkas.

Untuk lebih jelas: Kitab Tafsir Jalalain: Pengertian, Pengarang, Metode, Kelebihan, dan Harganya

Nah, demikianlah deretan kitab yang biasanya dipelajari di pesantren. Penasaran? Yuk nyantri!

Baca juga:

Pengertian Kitab Kuning

Kitab Alfiyah Ibnu Malik: Pengertian, Biografi Pengarang, Isi, dan Harganya


Tinggalkan komentar