(REVIEW) Pondok Pesantren Sulaimaniyah

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Anda sedang mencari informasi terupdate seputar Pondok Pesantren Sulaimaniyah? Jika iya Anda datang ke tempat yang tepat. Kami telah menyajikan informasi terkini mengenai Ponpes Sulaimaniyah. Semoga bermanfaat ya!

Sekilas Pesantren Sulaimaniyah

Pondok Pesantren Sulaimaniyah didirikan oleh Syaikh Suleyman Hilmi Tunahan pada tahun 1945 di Turki, beliau adalah salah satu masyarakat yang selamat dari paham sekularisme dan hambatan dalam mempelajari ajaran agama islam, membaca Al-Quran bahkan menyebut nama Allah di dalam rumah sendiri pun dilarang pada masa itu semua yang berbahasa arab diganti ke dalam bahasa Turki seperti azan.

Nama pesantren tahfidz Sulaimaniyah ini diambil dari nama pendirinya langsung yaitu Syaikh Suleyman. Sebelum pondok pesantren ini didirikan di Indonesia dan beberapa negara lainnya, pesantren ini telah banyak didirikan di negara Asalnya yaitu Turki. Pesantren ini berpusat di Istanbul dan memiliki banyak cabang.

Di Indonesia sendiri, Pesantren Sulaimaniyah berdiri di bawah Yayasan UICCI. Yayasan UICCI merupakan sebuah organisasi islam yang didirikan tahun 2005 oleh para muslim dari Turki dan Indonesia. Kini, Pesantren Sulaimaniyah mempunyai 52 anak cabang dan telah mendidik 3500 santri yang tersebar di seluru nusantara.

Biografi Pendiri

Syaikh Sulaiman Hilmi Tunahan lahir ke dunia pada tahun 1888 (1305 Hijriah) di daerah Hezargrad yang terdapat di desa Ferhatlar, tepatnya di Provinsi Silistra yang sekarang berada di daerah perbatasan Bulgaria. Ayah beliau, Hocazade Osman Efendi menamatkan pendidikannya di Istanbul dan kemudian mengabdikan dirinya bertahun-tahun dengan mengajar di Madrasah Satırlı (setingkat universitas atau akademi).

Adapun Nama ibunya adalah Khadijah. Kakek dari Sulaiman Hilmi Efendi adalah Mahmud Efendi yang juga dikenal sebagai Kaymak Hafiz. Buyut Sulaiman Hilmi Efendi adalah Sayyid Idris, yang diangkat sebagai Tuna-han (Pangeran dari Danube) oleh Sultan Turki Utsmani, Sultan Mehmed II. Sultan Mehmed II juga menikahkan Sayyid Idris dengan saudara kandung perempuannya.

Sulaiman Hilmi Tunahan KS wafat pada hari Rabu, tanggal 16 September 1959 (13 Rabiul Awwal 1379 H). Meskipun secara jasad beliau telah meninggal, tetapi seluruh tasarruf dan irsyadnya terus berlanjut.

Visi Pesantren

Secara umum, tujuan didirikannya pesantren ini adalah dapat memberikan pendidikan islam yang Ahlu Sunnah Wal Jamaah kepada para santrinya. Setiap santri di pesantren ini dididik sangat baik dengan fasilitas yang mumpuni serta nyaman untuk belajar. Visinya adalah: “Mencetak generasi muda penghafal Al Qur’an yang menerapkan Al Qur’an dan Sunnah Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari guna mendapatkan Ridha Ilahi.”

Untuk mewujudkan visi tersebut, maka disusunlah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Mengajarkan ilmu keislaman yang berpahamkan ajaran Ahlu Sunnah waljamaah dan Ilmu umum secara seimbang menuju terbentuknya ulama yang intelek yang akan menjadi suri teladan bagi orang lain.
  • Menpersiapkan kader-kader hafidz dan hafidzah masa depan yang siap menyebarkan ajaran Islam Rahmatan lil alamin ke seluruh penjuru dunia.

Kurikulum Pesantren

Secara umum Pendidikan di Pesantren Sulaimaniyah dijalankan dalam dua program yaitu program pesantren dan program asrama. Semua program ini diperuntukkan bagi pelajar setingkat SMP hingga mahasiswa. Di tahun pertama pendidikan, para santri hanya akan fokus menghafal Al-Qur’an saja. Kemudian jika target 30 juz berhasil terpenuhi maka pada tahun selanjutnya, santri mulai masuk ke tingkat Tadris.

Setiap santri nantinya diberikan kesempatan untuk menghapalkan Alquran dengan waktu yang sangat terjangkau dengan menggunakan metode Tahfidz Turki Utsmani,

Metode tahfidz Turki Utsmani merupakan metode yang cukup populer di Turki, Mesir dan beberapa negara islam lainnya. Dalam metode hafalan Turki Utsmani, Al-Qur’an yang digunakan khusus didatangkan dari Turki, yang dikenal dengan sebutan Al-Qur’an ayat pojok. Al-Qur’annya terdiri dari 15 baris pada setiap halamannya. Sebelum menggunakan metode ini santri harus mempunyai kebersihan fisik, jiwa dan juga tempat belajar. Santri juga akan dijelaskan tentang keutamaan menghafal Al-Quran sebagai bahan motivasi diri.

Sebelum memulai aktiviyas hafalan, para santri harus memperbagus tahsinul huruf dan memperbanyak frekuensi dalam membaca Al-Qur’an. Cara ini bertujuan agar para santri dapat membaca Al-Qur’an sesuai dengan tartilhadr dan tadwir-nya. Di samping itu, para santri juga diharuskan untuk mempelajari tajwid dengan baik.

Kehidupan Santri

Setiap santri pesantren Sulaimaniyah wajib melaksanakan sholat Tahajud setiap harinya. Kemudian dilanjutkan dengan sholat subuh berjamaah. Selepas itu, mereka harus mengkhatamkan surat Yasin sebelum menyetorkan hafalan Al-Qur’an di hadapan muhaffidz.

Tak ketinggalan, setiap pagi para santri juga wajib melakukan piket kebersihan area belajar dan lingkungan sekitar pesantren. Kemudian kegiatan berlanjut dengan setoran hafalan kembali. Sebelum sholat dhuhur berjamaah, santri diberi kesempatan untuk istirahat dan menghafalkan halaman baru yang akan disetorkan keesokan harinya.

Setelah melaksanakan sholat magrib berjamaah, para santri belajar ilmu fiqih, usul fiqih, sarf, nahwu dan ilmu keislaman lainnya. Sebelum tidur malam, para santri diberi kebebasan waktu untuk mempelajari banyak hal. Diantara mereka biasanya ada yang mengulang atau menambah hafalan, dan ada juga yang sekedar belajar pelajaran sekaligus berbincang-bincang bersama kawan-kawan.

Biaya Pendidikan

Untuk biaya pendidikannya, pesantren yang memiliki fasilitas cukup mewah ini menggratiskan biaya untuk seluruh santrinya. Hanya saja terdapat beberapa syarat yang cukup ketat jika ingin nyantri di pesantren khas turki ini. Syarat-syarat tersebut antara lain:

  • Lancar membaca Al-Qur’an beserta tajwid yang benar dan tepat.
  • Tidak merokok, dan berakhlaq baik dengan surat pernyataan.
  • Jika mendapatkan beasiswa ke Turki maka bersedia mengikutinya.
  • Memiliki hafalan surat Ad-Dhuha sampai An-Nas

Tertarik memasukkan putra/i Anda di pesantren ini?

Begitulah sekelumit informasi profil Pondok Pesantren Sulaimaniyah. Semoga bermanfaat ya!

Alamat Pusat: Jl. Cipinang Baru Raya No.25, Cipinang, Pulo Gadung, Jakarta Timur, DKI Jakarta 13240

Website resmi: https://tahfidzsulaimaniyah.org/index.html

Baca juga:

Daftar 500+ Pesantren Terbaik di Indonesia Lengkap

(REVIEW) 5 Pondok Pesantren Putri Terbaik di Indonesia

(REVIEW) 5 Pesantren Tahfidz di Bogor (Terbaik 2021)

Tinggalkan komentar