(REVIEW) Pondok Pesantren Ummul Quro Al Islami Bogor

Anda sedang mencari informasi terkini seputar Pondok Pesantren Ummul Quro? Jika iya Anda datang ke tempat yang tepat. Kami telah menghimpun informasi yang mungkin dapat membantu anda untuk mengetahui lebih dalam tentang Ponpes Ummul Quro. Semoga bermanfaat ya!

Sekilas Pesantren Ummul Quro

Pondok Pesantren Modern Ummul-Quro Al-Islami memulai tonggak sejarahnya pada tanggal 21 Juli 1993 atau bertepatan dengan 1 Muharram 1413 H dengan ditandai oleh peletakan batu pertama pondasi masjid pesantren yang dilakukan oleh Ro’is NU cabang Bogor yaitu KH. Muhtar Royani (Pimpinan Pesantren Riyadul Aliyah Cisempur, Caringin Bogor), dan yang dihadiri juga oleh para pegawai MUSPIKA (Bapak Camat, DANRANMIL, Kapolsek) serta sebagian ulama sekitar dan beberapa ulama Jawa Timur.

Secara resmi pesantren ini mulai beroperasi pada tanggal 10 Juli 1994, dengan pimpinan pesantrennya adalah KH. Helmy Abdul Mubin, Lc. (penggagas sekaligus pendiri). Beliau adalah seorang ulama yang berasal dari kepulauan Madura Jawa Timur. Alumni Pesantren Modern Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur dan beliau meraih gelar sarjananya dari University of Medina, Saudi Arabia.

Nama Ummul Quro yang melekat di pesantren ini diambil dari julukan kota Mekkah di Saudi Arabia. Maksud pendiri mengambil nama ini adalah untuk tabarrukan (mengambil keberkahan) dari kota suci Mekkah yang selalu dibanjiri oleh kaum Muslimin dari segala penjuru dunia. Yang dimaksud dengan tabarrukan (mengambil keberkahan) oleh pendiri pesantren disini adalah agar pesantren ini selalu dibanjiri oleh kaum muslimin yang datang dari berbagai penjuru daerah di seluruh tanah air.

Biografi Pendiri

KH. Helmy Abdul Mubin, Lc lahir di Madura pada 23 Maret 1956. Beliau adalah anak pertama dari empat bersaudara pasangan Abdul Mubin dan Musyaroh. Setelah lulus SD Pragaan di Sumenep, beliau pun melanjutkan pendidikannya ke Pondok Modern Gontor di Ponorogo, Jawa Timur.

Yang menarik, Helmy  kecil pergi ke Pondok Modern Gontor tanpa diantar oleh sang ayah ataupun sanak saudaranya. Sedih memang, tapi ia waktu itu tidak punya pilihan lain. Kesabaran dan kebesaran hatilah yang membuatnya mampu melewati dan menjalani suratan takdir yang telah ditentukan oleh Yang Maha Kuasa .Setelah lulus kelas VI, Helmy remaja diangkat menjadi staf pengajar (ustadz) di Pondok Modern Gontor selama satu tahun.

Selanjutnya, ia pulang kampung dan sempat mengajar di Pondok Pesantren Al-Amin, Madura, tapi hanya tiga bulan. Setelah itu, ia memutuskan untuk hijrah ke Ibu Kota Jakarta untuk mewujudkan cita-citanya.

Seiring berjalannya waktu, pada tahun 1994, KH. Helmy mendirikan Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami (UQI). Demi mewujudkan mimpi dan cita-citanya ini, KH. Helmy tidak segan-segan mendatangi dan mengetuk rumah-rumah para donator untuk mencari dana demi membangun Pondok Pesantren tercinta.

Kurikulum Pesantren

Secara umum, pesantren ini menerapkan kurikulum pesantren modern. Hal ini amatlah wajar, sebab pendiri dari pesantren ini merupakan alumni Pesantren Darussalam Gontor. Karena itulah pesantren ini juga merupakan bagian dari Pesantren Alumni Gontor.

Karena menggunakan kurikulum pesantren modern, para santri akan mendapatkam modal ilmu agama serta umum agar setelah lulus bisa berbaur dengan segala lapisan masyarakat. Dengan modal ilmu agama mereka bisa menjadi guru ngaji di kampungnya, menjadi imam di masjid atau mendirikan majlis ta’lim. Demikian juga dengan ilmu umum. Ilmu tersebut dapat digunakan untuk meneruskan pendidikan formal sehingga bisa mengisi berbagai lini dalam sendi kehidupan.

Untuk Program pendidikannya sendiri, Pesantren Ummul Quro menaungi jenjang Tsanawiyah dan Aliyah. Dua jenjang tersebtu dipersatukan dalam atap kebijakan pesantren tentang wajib belajar enam tahun. Santri regular – lulusan SD atau MI –belajar di Pesantren Modern Ummul Quro Al-Islami selama enam tahun.

Sedangkan santri program intensif – lulusan SMP atau MTS – melaksanakan masa pendidikan selama empat tahun. atu tahun pertama mereka lalui di kelas persiapan untuk memperdalam ilmu agama juga bahasa Arab dan Inggris.

Kemudian selain belajar di kelas, para santri pun dapat mengasah minat dan bakat mereka pada program ekstrakulikuler. Diantara ekstrakulikuler yang ada di pesantren ini adalah:

  • Tilawati dan Tahfidz
  • Oration Course Club
  • Cyber Club
  • Language Club
  • Diskusi dan Jurnalistik
  • Redaktur MISSI
  • Pramuka
  • Palang Merah Remaja
  • Paskibra
  • Angklung
  • Bela Diri
  • Futsal
  • Seni Musik Islami Hadroh
  • Organisasi Santri
  • Marawis
  • Dll

Kehidupan Santri

Secara umum, aktivitas santri di pesantren modern ini dapat digambarkan:

Pagi hari: Shala tahajjud dan witir, Shalat shubuh berjamaah dan mengaji, Pemberian kosa kata bahasa arab dan bahasa inggris, Makan pagi, Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat dhuha, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas.

Siang hari: Shalat dzuhur berjamaah, Makan siang, kembali Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas, Shalat ashar berjamaah, Kegiatan olahraga dan ekstrakulikuler.

Malam hari: Shalat Maghrib berjamaah, Halaqoh mengaji Al Qur’an dengan pembimbing, Makan malam, Shalat isya berjamaah, Muwajah malam, Bimbingan belajar bersama wali kelas, Mufradat harian, Absensi harian, Istirahat.

Begitulah sekelumit informasi profil Pondok Pesantren Ummul Quro. Semoga bermanfaat ya!

Baca juga:

Daftar 500+ Pesantren Terbaik di Indonesia Lengkap

(REVIEW) 9 Pesantren di Bogor Paling Recommended 2021

(REVIEW) 5 Pesantren Tahfidz di Bogor (Terbaik 2021)

Photo of author

Rifqi

Saya adalah orang yang hidup di lingkungan pesantren dan sangat mencintai suasana keagamaan di sana. Saya merasa sangat senang ketika mempelajari ilmu agama dan merasa bahwa itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup saya.