7 Adab Santri Terhadap Orang Tua yang Harus Diperhatikan

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Orang tua merupakan manusia yang paling berjasa dalam hidup setiap orang. Ibu telah berjasa mengandung selama 9 bulan lamanya. Dia jugalah yang menyusui dan senantiasa menyayangi hingga saat ini.

Begitu juga ayah, ia tidak kenal lelah membanting tulang demi membahagiakan anaknya. Meski terkadang terlihat acuh, seorang ayah tentu akan sekuat tenaga menghidupi Anda dan istrinya. Dan tentu ayah jugalah yang rutin mengirimkan kiriman setiap bulannya ke pesantren.

Karena itu sudah selayaknya seorang santri menjaga adab kepada. Nah di artikel ini kami telah mengulas beberapa adab santri terhadap orang tua yang harus diketahui. Berikut ulasannya!

Mentaati Setiap Perintahnya

Adab pertama yang harus dilakukan santri kepada orang tuanya berupa mentaati setiap perintahnya. Yang namanya orang tua tentu ingin anaknya senantiasa lebih baik dan berada di jalan yang benar. Karena itu terkadang ia akan memberikan berbagai perintah kepada anaknya. Nah ketika dalam posisi seperti ini, seorang santri tentu harus sami’na wa atho’na kepadanya.

Selama orang tua tidak memerintahkan kepada kemaksiatan atau keburukan, maka wajib atas seorang santri untuk taat dan patuh kepadanya. Jika tidak, maka itu merupakan bagian dari dosa besar. Sebab membangkan perintah orang tua merupakan bagian dari kedurhakaan kepadanya. Dan jika sampai orang tua benci kepada anaknya, maka Allah juga akan membencinya.

Dalam hal ini Rasulullah SAW bersabda yang artinya: “Ridho Allah itu tergantung ridho kedua orang tua dan murka Allah juga tergantung kepada murka kedua orangtua.” (HR. Tirmidzi)

Merendahkan Suara Ketika Berbicara Dengannya

Seorang santri juga harus menjaga perkataan dan ucapan dihadapan kedua orang tua. Khususnya senantiasa berbicara lemah lembut kepadanya. Rendahkanlah nada suara dihadapannya.

Jangan sampai justru suara yang keluar ketika berbicara dengannya seperti suara saat sedang berteriak atau membentak. Hal ini karena perbuatan tersebut dapat membuat kedua orang tua sakit hati. Berkaitan dengan hal ini, Allah Swt. berfirman yang artinya:

Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan.” (TQS Al-Isra: 24)

Membahagiakan Keduanya

Kedua orang tua tentu tidak akan meminta kepada anaknya untuk membalas setiap keringat dan uang yang telah dikeluarkan. Karena itu sebagai santri, kamu harus bernisiatif untuk membahagiakan keduanya. Karena dengan membahagiakan keduanya, mereka tentu akan ridho kepada Anda. Dan ketika orang tua ridho, maka Allah pun akan ridho kepadamu.

Ada berbagai cara yang dapat dilakukan santri untuk membahagiakan kedua orang tuanya. Misalnya dengan rajin menghafal Qur’an, tidak pernah bolos kajian, berbakti kepada keduanya, betah di pondok, dan berbagai cara lainnya.

Atau ketika sedang masa liburan dari pondok, kamu dapat membahagiakan keduanya dengan rajin sholat ke masjid, membantu pekerjaan rumah seperti menyapu dan mengepel, menjaga adik, rajin membaca Qur’an, dan berbagai kegiatan lainnya.

Bersyukur Atas Setiap Pemberiannya

Tentu tidak semua orang tua memiliki harta yang berlebih. Terkadang mereka hanya memiliki sedikit harta untuk mencukupi kebutuhan keluarga di rumah, sehingga mungkin akhirnya kamu yang berada di pesantren sedikit terhambat. Baik itu telatnya kiriman uang atau bahkan tidak dikirim uang sama sekali.

Nah ketika kamu berada di posisi seperti itu, tetaplah sabar dan jangan mengeluh. Bersyukurlah kepada Allah atas apa yang ada. Karena di luar sana masih banyak orang yang lebih menderita. Karena bagaimanapun sejatinya kedua orang tua menginginkan yang terbaik kepada anaknya. Jangan lihat dari nominal uang yang dikirim setiap bulannya, lihatlah berapa besar perjuangan mereka untuk memenuhi setiap kebutuhanmu di pesantren.

Dalam hal ini Allah Swt. berfirman yang artinya:

Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.” (TQS Luqman: 14).

Mendoakan Keduanya

Sebagai seorang santri, sudah selayaknya rutin berdoa untuk kedua orang tua. Baik itu orang tua masih dalam keadaan masih hidup atau wafat. Jika ia masih hidup, maka doakanlah dia agar senantiasa diberikan rahmat dan taufiq-Nya. Doakanlah agar Allah memberikan mereka kesehatan dan kekuaran dalam mencari rizki yang halal lagi barokah.

Apabila telah wafat, maka berdoalah kepada Allah agar seluruh dosa mereka diampuni. Doakanlah juga agar mereka terhindar dari siksa dan azab kubur. Insya Allah dengan mendoakan orang tua yang telah wafat itu termasuk kepada amal jariyah yang terputus.

Baginda Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Apabila manusia itu meninggal dunia maka terputuslah segala amalnya kecuali tiga: yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat atau anak sholeh yang mendoakan kepadanya.” (HR Muslim)

Tidak Membentak dan Berkata Kasar Kepadanya

Setiap manusia tentu pernah berbuat kesalahan, baik itu yang disengaja maupun tidak. Karena itu tentu orang tua juga mungkin pernah berbuat salah dan membuat jengkel kamu sebagai anaknya. Ketika dalam situasi seperti ini, sebagai santri kamu harus tetap bersabar dan tidak berkata kasar kepadanya. Apabila kamu berkata kasar kepadanya, maka itu termasuk dari dosa besar yang dibenci Allah

Bahkan, di dalam islam berkata “ah” kepada orang tua saja sudah termasuk dosa. Allah berfirman yang artinya:

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (TQS Al-Isra: 23)

Meminta Maaf Atas Segala Kesalahan Kepadanya

Ketika berinteraksi dengan orang tua, tentu kamu pasti pernah berbuat salah kepadanya. Misalnya pernah membuat dia marah, mendapatkan nilai belajar yang rendah karena malas belajar, berbicara dengan nada tinggi kepadanya, dan berbagai kesalahan lainnya.

Nah jika telah berbuat salah kepadanya, hendaknya kamu sebagai santri langsung meminta maaf kepadanya. Jangan sampai kamu hanya meminta maaf kepadanya hanya saat lebaran saja. Jangan sampai nanti menyesal ketika keduanya telah berpulang lebih awal kepada Yang Maha Kuasa.

Terakhir, ada sebuah hadits yang dapat dijadikan nasihat bagi kamu maupun pembaca sekalian. Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Tiga golongan yang tidak akan dilihat oleh Allah kelak pada Hari Kiamat; Orang yang durhaka kepada orang tua, wanita yang menyerupakan dirinya dengan laki-laki dan orang yang tidak mempunyai rasa cemburu pada keluarganya. Dan tiga golongan yang tidak akan masuk surga; Pendurhaka orang tua, pecandu khamr dan orang yang mengungkit-ungkit pemberiannya pada orang lain.” (HR. An-Nasa’i, Ahmad dan Al-Hakim)

Walllahu A’lam

Baca juga:

7 Adab Santri Terhadap Teman yang Harus Diketahui

5 Adab Santri Terhadap Guru yang Harus Diketahui Santri

Tinggalkan komentar