3 Ceramah Santri Tentang Ilmu: Kewajiban, Kemuliaan, hingga Nasihat

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Kamu seorang santri yang sedang mendapat jadwal muhadhoroh atau ceramah di pesantrenmu? Kamu kebingungan dalam mencari materinya? Jika iya, tepat sekali kamu mampir di tulisan ini. Di tulisan ini kami telah mengulas beberapa tema ceramah santri tentang ilmu yang mungkin dapat kamu jadikan materi di ceramahmu.

Bersemangatlah Dalam Menuntut Ilmu

Teman-teman yang dirahmati Allah…

Menuntut ilmu adalah suatu keharusan bagi setiap muslim. Baik itu berstatus sebagai orang kaya atau miskin, tua atau muda, laki-laki atau perempuan, seluruhnya wajib menuntut ilmu. Apalagi jika seorang santri atau pelajar. Hal ini karena memang tugas seorang santri ialah belajar. Santri harus senantiasa mencurahkan waktu dan tenaganya setiap hari untuk menambah ilmu, wawasan, dan pengetahuan.

Kita sebagai santri harus bersyukur telah dimasukan oleh orang tua kita ke pesantren. Disini kita dapat belajar dengan terkontrol dan tersistematis. Kita bisa dengan mudah mencari teman yang sama-sama memiliki visi tinggi dalam belajar. Di pesantren juga kita dapat hidup di lingkungan yang agamis dan religius. Sehingga kita dapat terhindar dari rusaknya kehidupan di dunia luar pesantren.

Teman-teman sekalian…

Ketika belajar di pesantren, tentu saya dan kalian semua terkadang merasa malas dan lelah untuk belajar. Kita merasa seolah kehidupan kita di pondok itu bosan dan itu-itu saja. Diantara kita mungkin ada yang menganggap bahwa kehidupan di luar pesantren jauh lebih enak dan menyenangkan. Misalnya kita dapat bermain hp setiap hari, nongkrong dengan pacar, dan kegiatan semisal lainnya.

Nah saat kamu sedang berada di posisi tersebut, coba ingatlah perjuangan orang tua mu dalam mencari rezeki guna menyekolahkanmu di pesantren. Ayah mu telah banting tulang siang dan malam demi membayar uang makan dan mengirimkan kiriman untukmu setiap bulannya. Kemudian ibumu senantiasa mendoakanmu dalam setiap lantunan doa-doanya.

Teman-teman sekalian…

Orang tua tidak berharap banyak dari kita. Mereka hanya ingin anak-anaknya menjadi pribadi yang shalih dan paham ilmu agama. Mereka tidak ingin anaknya justru terjerembap dalam lubang kemaksiatan dan pergaulan yang tidak benar di zaman sekarang. Mereka ingin agar setiap anaknya menjadi qurrota a’yun yang dapat menjadi penyejuk matanya.

Karena itu, semangat dan rajinlah dalam menuntut ilmu. Sebab menjadi pribadi yang shalih dan mampu memahami ilmu agama yang dapat membahagiakan kedua orang tua tidak bisa dilakukan tanpa adanya rasa semangat dalam belajar.

Jangan sampai kita di pesantren hanya bermain-main saja. Sebab hal tersebut merupakan sebuah kelalaian yang akan menjadikan orang tua sedih terhaap kita. Wallaahu A’lam

Sekian dan terima kasih.

Kewajiban Menuntut Ilmu

Teman teman sekalian…

Allah Swt telah menciptakan kita dengan sebaik-baiknya. Dia telah menjadikan manusia sebagai ciptaan-Nya yang paling mulia. Dia telah melebihkan kita atas mahluk lainnya seperti malaikat, jin, dan hewan. Hal ini berdasarkan firman Allah yang artinya:

Dan sungguh, Kami telah memuliakan anak cucu Adam, dan Kami angkut mereka di darat dan di laut, dan Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka di atas banyak makhluk yang Kami ciptakan dengan kelebihan yang sempurna. (TQS Al Isra: 70)

Lantas apa yang menjadikan kita selaku bani adam dimuliakan oleh Allah? Hal itu karena manusia telah dikaruniakan akal oleh Allah. Akal adalah kemampuan untuk mengetahui hakikat sesuatu. Dalam hal ini maknanya adalah berpikir. Setiap manusia yang normal, tentu bisa berpikir dan mampu untuk menginovasikan hal-hal baru.

Teman-teman sekalian…

Memang benar manusia adalah mahluk yang paling mulia dengan akalnya. Namun yang harus kita perhatikan adalah, bagaimana cara akal kita dapat berfungsi dan mampu mengeluarkan seluruh potensinya? Apakah kita hanya perlu diam atau seperti apa?

Tentu tidak. Seorang manusia harus mengembangkan potensi akalnya dengan cara belajar alias menuntut ilmu. Siapapun orangnya dan berapapun usianya harus senantiasa menuntut ilmu. Sebagaimana kata pepatah: “Tuntutlah ilmu dari buaian hingga liang lahat”

Selain itu, menuntut ilmu juga merupakan kewajiban yang Allah berikan kepada kita selaku seorang muslim. Baginda kita tercinta Muhammad SAW bersabda yang artinya: “Menunut ilmu itu wajib bagi setiap muslim (HR Ibnu Majah)

Teman teman sekalian…

Oleh karena itu sebagai santri yang telah hidup dalam iklim dan suasana keilmuan, sudah seharusnya kita semakin semangat dalam menuntut ilmu. Karena masih banyak orang diluar sana yang tidak seberuntung kita. Mereka harus bekerja terlebih dahulu untuk membiayai pendidikannya. Sedangkan kita? Kita saat ini alhamdulillah dapat difasilitasi oleh orang tua dalam menuntut ilmu.

Rajinlah belajar! Perhatikanlah saat ustadz kita sedang menerangkan pelajaran. Taatilah setiap perintahnya! Kerjakanlah seluruh tugas yang diberikan kepada kita! Hormatilah dan jaga adab kepadanya! Insya Allah kita akan mendapatkan ilmu yang berkah lagi manfaat serta mampu meningkatkan kemampuan akal kita.

Sekian dan terima kasih.

Kemuliaan Orang Yang Berilmu

Teman teman sekalian…

Kita tentu sudah mengetahui bahwasanya menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban bagi setiap muslim. Siapapun kita, berapapun usianya, bagaimanapun status sosialnya, maka wajib hukumnya untuk terus menuntut ilmu hingga Allah mengatakan kepada kita: “Waktumu di dunia sudah habis.”

Hanya yang menjadi pertanyaan adalah, ilmu apakah yang wajib dipelajari setiap muslim? Apakah seluruh ilmu? Atau hanya terbatas pada ilmu-ilmu tertentu. Dalam hal ini Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani menyebut bahwa kata ilmu yang terdapat dalam berbagai hadits yang ada maksudnya adalah ilmu syar’i. Apa itu ilmu syar’i? Beliau berkata:

lmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan” (Fathul Baari, 1/92).

Teman-teman sekalian…

Karena itu, beruntunglah kita menjadi santri. Hal ini karena kita telah menunaikan kewajiban tersebut setiap harinya. Bagaimana tidak, kita setiap hari sibuk dengan ilmu-ilmu agama. Dari mulai belajar bahasa arab, membaca dan menghafal Qur’an, mempelajari fiqih, mengkaji ilmu hadits, dan berbagai fan ilmu agama lainnya.

Kita beruntung, karena Allah SWT telah menjanjikan banyak kemuliaan bagi orang-orang yang berilmu. Khususnya dalam bidang ilmu agama, dan khusunya lagi yang sedang menempuh jalan untuk mencari ilmu agama seperti santri. Diantara kemuliaan orang yang berilmu adalah

1. Ditinggakan Derajatnya oleh Allah

Allah berfirman yang artinya: “Niscaya Allah akan meninggikan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (TQS Al Mujadilah: 11)

2. Dimudahkan Jalannya Menuju Surga

Rasulullah SAW pernah bersabda yang artinya: “Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga” (HR Muslim)

3. Berada di Jalan Allah Hingga Kita Pulang

Baginda Muhammad SAW pernah bersabda yang artinya: “Barang siapa menempuh jalan untuk mencari suatu ilmu, maka dia berada di jalan Allah hingga ia pulang.” (HR Tirmidzi)

Karena itu teman teman sekalian, teruslah rajin dalam belajar. Karena hal itu dapat membawa kita kepada kemuliaan.

Sekian dan terima kasih.

Demikianlah beberapa ceramah santri tentang ilmu. Semoga dapat bermanfaat ya! Wallahu A’lam

Baca juga:

3 Pidato Keutamaan Menjadi Santri

3 Ceramah Santri Tentang Cinta yang Bisa Kamu Sampaikan

Tinggalkan komentar