3 Pidato Keutamaan Menjadi Santri

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Sebagai santri mungkin kamu melihat banyak kawanmu yang merasa minder dengan statusnya sebagai santri. Mereka merasa bahwa menjadi santri bukanlah suatu kebanggan jika dibandingkan dengan siswa yang melanjutkan pendidikan di sekolah-sekolah negeri.

Jika kamu melihat ada teman sepondok yang seperti itu, nasihatilah ia bahwa menjadi santri memiliki banyak keutamaan. Bahkan kalau perlu sampaikanlah pidato tentang keutamaan menjadi santri kepadanya agar dia bangga dengan statusnya menjadi santri.

Karena itu di artikel ini kami telah membuat beberapa judul pidato keutamaan menjadi santri. Semoga bermanfaat ya!

Dimudahkan Menuju Surga

Teman-teman yang dirahmati Allah Swt…

Kita semua tentu sudah mengetahui bahwa menuntut ilmu merupakan sebuah kewajiban. Sebagai sebuah kewajiban, maka jika kita mengerjakannya akan mendapatkan pahala. Pun sebaliknya, jika kita meninggalkannya maka akan mendapatkan dosa. Rasulullah Saw bersabda yang artinya: “Mencari ilmu adalah kewajiban bagi setiap muslim.”(HR Ibnu Majah)

Hanya yang menjadi pertanyaan adalah, ilmu apakah yang wajib dipelajari setiap muslim? Apakah seluruh ilmu? Atau hanya terbatas pada ilmu-ilmu tertentu.

Teman-teman sekalian…

Dalam hal ini Imam Al Hafidz Ibnu Hajar Al Asqolani menyebut bahwa kata ilmu yang terdapat dalam berbagai hadits yang ada maksudnya adalah ilmu syar’i. Apa itu ilmu syar’i? Beliau berkata:

“Ilmu yang akan menjadikan seorang mukallaf mengetahui kewajibannya berupa masalah-masalah ibadah dan muamalah, juga ilmu tentang Allah dan sifat-sifatNya, hak apa saja yang harus dia tunaikan dalam beribadah kepada-Nya, dan mensucikan-Nya dari berbagai kekurangan” (Fathul Baari, 1/92).

Dari keterangan beliau tadi, dapat disimpulkan bahwa ilmu syar’i merupakan ilmu agama. Dalam hal ini termasuk di dalamnya tsaqafah islam seperti bahasa arab, fiqih, dan yang semisalnya.

Sebagai seorang santri, kita patut berbahagia. Karena selama ini kita semua di pesantren mempelajari ilmu agama secara mendalam. Yang artinya kita telah menunaikan kewajiban tersebut. Setiap hari kita menambah berbagai pengetahuan tentang islam, baik itu dengan pembelajaran di kelas atau masjid.

Teman-teman sekalian…

Jangan merasa minder menjadi santri. Karena orang yang menuntut ilmu agama akan dipermudahkan jalannya menuju surga Allah. Dalam hal ini Baginda SAW tercinta pernah bersabda yang artinya: Barang siapa yang menempuh suatu jalan untuk menuntut ilmu (agama), Allah akan memudahkan baginya jalan menuju ke surga (HR Muslim)

Sekian dari saya….

Lebih Dekat Dengan Allah

Teman-teman rahimakumullah…

Hidup di pesantren itu menyenangkan. Berbahagialah kalian menjadi santri di pesantren. Di pesantren kita dapat belajar banyak tentang pelajaran kehidupan yang tidak akan didapatkan di sekolah-sekolah pada umumnya. Janganlah kalian bersedih dan merasa iri dengan teman-teman kalian di luar sana yang bersekolah di sekolah-sekolah negeri.

Saya yakin kok, mungkin diantara kalian ada yang merasa iri dengan kehidupan teman-teman kalian di luar sana. Kamu iri karena mereka dapat hidup dengan bebas tanpa ada aturan yang mengekang. Atau mungkin kamu iri karena mereka setiap harinya bisa nongkrong-nongkrong dengan pacarnya di mall. Atau bahkan kamu iri karena mereka dapat push rank setiap harinya.

Jika masih ada perasaan-perasaan tersebut pada diri kalian semua, segeralah hilangkan perasaan tersebut. Buang jauh-jauh rasa iri tersebut dari hati kecilmu. Karena jika tidak dibuang, maka itu akan membuatmu semakin tidak betah di pesantren.

Teman-teman sekalian…

Ingatlah! Kehidupan di dunia ini hanyalah senda gurau semata. Kita diciptakan Allah ke dunia bukan tanpa tujuan sehingga kita dapat bermain-main di dalamnya. Akan tetapi Allah menciptakan manusia justru untuk beribadah kepada-Nya: Allah berfirman yang artinya: “Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku,” (TQS Adz-Dzariyat: 56)

Saat ini kita di pesantren dididik untuk senantiasa lebih dekat kepada-Nya. Setiap hari kita dibangunkan sejak dini hari untuk bersujud di saat orang lain sedang terlelap. Para asatidz senantiasa mengontrol aktivitas kita sehari-hari. Dari mulai adanya absen saat kajian, kewajiban shalat berjamaah di masjid, ngaji Qur’an bareng, dan kegiatan lainnya.

So, pada intinya kita sebagai santri dididik untuk lebih dekat dengan Allah. Karena itu kita tidak mesti iri kepada teman kita di luaran sana. Biarkanlah mereka sibuk dengan candaan dan kesibukan duniawinya. Karena dunia itu bukan tempat untuk bermain, melainkan tempat untuk menanam benih pahala agar dapat dipanen di akhirat kelak.

Sekian dan terima kasih…

Ditinggikan Derajatnya

Teman-teman sekalian…

Saat ini kita hidup di pesantren untuk apa sih? Tentu jawabannya sudah jelas adalah untuk menuntut ilmu, khususnya ilmu agama. Setiap hari sejak bangun tidur hingga tidur lagi kita mendapatkan asupan ilmu agama. Baik itu dengan langsung mendapatkannya di kajian-kajian yang ada di masjid, pelajaran di kelas, ataupun saat sedang menghafalkan matan-matan ilmu.

Tentu sebagai santri yang juga merupakan manusia biasa kita terkadang merasa bosan dengan kehidupan yang kita jalani. Kita merasa jenuh dengan seluruh kegiatan yang terus rutin dilakukan setiap harinya. Kita merasa seolah hidup ini gitu-gitu aja, tidak ada hal yang baru di dalamnya. Sehingga biasanya ketika terbersit perasaan seperti ini, kita menjadi tidak betah di pondok dan ingin pulang ke rumah.

Kita merasa seolah tidak ada semangat lagi dalam belajar. Motivasi belajar yang dulu sangat menggebu-gebu sedikit demi sedikit berkurang hingga mencapai titik nadir. Kita menjadi tidak mood untuk melakukan kegiatan yang sudah di rutin dilakukan. Bahkan untuk shalat pun yang merupakan kewajiban utama setiap muslim terlalaikan.

Teman-teman yang dirahmati Allah…

Bersabarlah saat menapaki jalan menjadi seorang santri. Santri itu spesial dan istimewa. Kita itu berbeda dengan murid di sekolah-sekolah negeri atau swasta lainnya. Di saat teman-teman kita sibuk dengan hal keduniaan, kita disini disibukkan dengan berbagai hal menjurus kepada kehidupan dunia akhirat.

Kemudian kita juga dididik untuk menjadi orang-orang yang paham ilmu agama. Setiap harinya kita dikader untuk bisa menjadi ulama dan asatidz yang dapat bermanfaat bagi umat. Kita diberi pengetahuan seputar masalah fiqih, bahasa arab, tata cara berkhutbah atau ceramah, dan berbagai hal lainnya yang berkaitan dengan ilmu agama.

Berbahagialah kita menjadi santri! Sebab Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang mencari illmu agama-Nya. Allah Swt. berfirman yang artinya: “Niscaya Allah akan meninggikan orang yang beriman dan orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”. (TQS Al Mujadilah: 11)

Demikian pidato keutamaan menjadi santri versi pesantren terbaik. Semoga dapat menggugah siapapun yang akan mendengarkannya kelak.

Baca juga:

3 Pembukaan Ceramah Lucu Ala Santri

Tinggalkan komentar