5 Puisi Santri Untuk Kyai (Doa, Kerinduan, & Permintaan Maaf)

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Kyai adalah sosok yang sangat penting bagi seorang santri. Jika Anda adalah seorang santri, pasti Anda merasakan betul bagaimana pengaruh kyai dalam hidup Anda. Puisi santri untuk Kyai, tentunya akan menjadi salah satu bentuk ekspresi yang baik untuk menggambarkannya.

Berikut ini berbagai contoh puisi dari santri untuk kyai yang bisa Anda contoh!

Puisi Doa untuk Kyai

Puisi pertama yang saya buat ditujukan untuk memberikan ucapan selamat dan doa kepada sang kyai yang tengah berulang tahun.

Doa untuk Kyai

Detik waktu terus bergulir

Sepak terjangmu akan selalu dinanti

Perjuangan hebatmu sangat berarti

Mendidik kami para santri

Selamat ulang tahun kyaiku tercinta…

Semoga hidupmu semakin membawa maslahat

Berdiri tegak memberi manfaat

Kepada kami yang faqir agama

Selamat ulang tahun Kyaiku tersayang…

Kami senantiasa menyayangimu

Kami akan selalu takzim padamu

Tak ada sedikitpun rasa ingin mengkhianatimu

Kyaiku tercinta…

Kami senantiasa mendoakanmu

Kami akan selalu mendukungmu

Dalam keadaan suka maupun duka

Kyiaiku tersayang…

Ilmumu akan selalu ku kenang

Kasih sayangmu takkan tergantikan

Petuahmu menjadi penerang

Dalam menapaki gelapnya zaman

Kyaiku Tercinta…

Ku berharap Allah selalu menjaga

Menjadikanmu hamba pilihannya

Mengalirkan berbagai karuniaNya

Teruntuk kyaiku tercinta, ulama mukhlis yang senantiasa membimbing serta mendidik dengan penuh kasih sayang, meski kami terkadang malas dan enggan belajar.

Puisi untuk kyai yang baru saja meninggal

Puisi kedua yang saya buat menggambarkan sebuah ekspresi kesedihan dari seorang santri atas berpulangnya sang kyai ke rahmatullah.

Selamat jalan

Duhai kyai…

Mengenali membuatku merasa tak lagi sendiri

Dulu…

Aku merasa tak punya tempat menepi

Tak tau arah hidup dan jati diri

Kesendirianku menjadikanku hampir mati

Kemarin…

Aku seperti tulang berjalan

Berteriak di lintasan tak diacuhkan

Bersemayam di persimpangan jalan

Seperti hewan peliharaan yang tak bertuan

Kini…

Kehadiranmu merubah segalanya

Aku seolah terasuki kebahagiaan tiada tara

Yang membuatku memiliki semangat dalam jiwa

Dan, ini terjadi setelah berjumpa denganmu

Kemudian aku menelurkan karya demi karya yang tertata

Semua berkat dari doa serta nasihatmu

Kyaiku…

Puisi ini bukan sekedar kata

Kau datang memberiku makna cinta dan dunia

Menjadikan hidupku kembali bermakna

Kau kan senantiasa abadi

Di hatiku yang penuh dengan salah dan alfa

Ini bukan basa-basi

Tanpamu hidupku seolah tiada berarti

Kini, engkau telah pergi…

Meninggalkanku menuju keabadian ilahi

Menemui sang Khaliq rabbul izzati

Aku seolah tak percaya

Mengapa begitu cepat kau pergi

Namun tentu itu adalah takdir ilahi

Kini ku hanya bisa berdoa dan meratapi

Semoga engkau mendapat nikmat abadi

Puisi untuk kiai setelah lulus dari pondok

Puisi ketiga ini saya buat untuk menggambarkan bagaimana jasa kyai bagi seorang santri setelah lulus dari pondok pesantren.

Rindu…

Kyai…

Kini ku kembali menjalani kehidupan

Kehidupan fana yang melenakan

Meninggalkan hidup kesederhanaan

Yang ada di dunia kepesantrenan

Namun, ada satu hal yang takkan kulupakan

Yang akan senantiasa ku pertahankan

Hingga malaikat Izrail memisahkan

Yaitu, takdzim kepadamu wahai kyaiku

Kyaiku…

Kau senantiasa membaktikan hidupnmu demi ilmu

Mengalirkan air kehidupan di setiap waktu

Menanamkan ahlak dan ilmu yang terpadu

Engkau membimbing tanpa berharap balas budi

Yang memberi tanpa meminta kembali

Menjadi teladan bagi kehidupan santri

Meski terkadang acapkali dikhianati

Kyaiku…

Aku rindu petuah dan nasihatmu

Yang senantiasa memiliki sejuta makna

Aku rindu ketegasan dan kasih sayangmu

Yang selalu mengisi hari-hari ku

Tak terhitung berapa harga semua itu

Walaupun tak jarang diri ini berulah

Kau tegar mendidikku dengan tabah.

Kyaiku…

Keutamaanmu sejatinya tak dapat digambarkan

Meski ku menghabiskan ribuan pena berbulu

Hal itu tidak cukup menggambarkan jasa-jasamu

Yang seperti luasnya laut biru.

Kyaiku…

Satu hal yang menjadi tekadku

Sekarang dan seterusnya

Tugasku hanyalah satu, yaitu hidup sepertimu

Menanam kebaikan tak kenal zaman

Menjadi penerang di dalam kegelapan

Demi menjadi insan cemerlang

Seperti dirimu yang senantiasa kukenang

Meskipun ku tak yakin dengan diriku

Entahlah apakah aku mampu

Tapi aku akan tetap mencoba

Sebab aku tahu, doamu akan selalu bersamaku

Puisi permintaan maaf untuk kiai

Puisi ini saya buat untuk menggambarkan permintaan maaf seorang santri yang penuh dengan kenakalan terhadap kyainya yang sabar dalam mendidik dirinya.

Baca juga: Ucapan untuk Guru Ngaji Tercinta

Maaf

Duhai kyaiku tercinta…

Tanpamu kami hidup dengan kebodohan

Tanpamu kami bak bangkai busuk tanpa kemuliaan

Tanpamu, kami seperti limbah tak berfaedah

Tanpamu, Masa depan kami teramat susah

Duhai kyaiku tersayang…

Engkau telah memerangi kebodohan dalam diri ini

Engkau memberikan kami ilmu sewangi kasturi

Engkau telah membersihkan kami dari limbah kesesatan

Dan engkau telah mengajarkan kami ilmu masa depan

Duhai kyaiku tercinta…

Kami bersyukur atas kesabaranmu

Maafkan kami karena gemar membuatmu marah

Maafkan kami karena terkadang menjadikanmu sedih

Dan maafkan kami bila memahami ilmumu dengan susah

Maafkan kami, 

Terkadang kami dengan sengaja melukai hatimu.

Terkadang kami tak mengacuhkan petuahmu.

Dan terkadang kami tak menghormatimu.

Duhai kiaiku tercinta….

Maafkan kami,

Atas harapan yang tak bisa kami wujudkan

Atas asamu yang tak bisa kami dapatkan

Perjuanganmu, tak bisa kami hargai

Hingga kami, terjerumus jurang kebodohan

Duhai kyaiku tersayang…

Terima kasih atas perjuangan dan pengorbananmu

Mengarahkan kami kedalam derajat ilmu dan keimanan

Menyinari kami hidup dengan cahaya pengetahuan

Menyemangati kami dalam meraih impian

Duhai kyaiku tercinta…

Ku tak bisa lagi berucap kata

Dalam lantunan doa

Ku berdoa agar engkau di cintai Yang Maha Kuasa

Serta hidup dalam rahmat dan karuniaNya

Puisi Sanjungan untuk kyai

Puisi ini saya buat untuk menggambarkan betapa kagum dan cinta seorang santri kepada kyainya.

Lenteraku

Kyai!

Akulah orang yang faqir dalam ilmu

Akulah orang yang lemah dalam iman

Jika nampak pada diriku suatu kebaikan

Itu semua atas didikan dan bimbinganmu

Kyai!

Betapa ku tak pantas mendapatkan kasih sayangmu

Betapa tak layak untuk menjadi santrimu

Amat besar kasih sayangmu

Meskipun buruk tingkah dan polah diriku

Kyai!

Aku merasa sangat malu…

Di hadapanmu aku seolah taat

Tapi di belakangmu terkadang diriku berkhianat

Di depanmu aku selau mengangguk patuh

Tapi di belakangmu aku berlagak angkuh

Kyai!

Terima kasih atas segala nasihatmu

Tatkala dosa telah menutupi pikiranku

Petuahmu selalu menjadi pengingat bagi diriku

Kyai!

Tatkala rasa putus asa menggerogoti kalbuku

Nasihatmu menjadi penyemangat hatiku

Sehingga diriku kembali tegar melalui waktu

Kyai!

Aku hanyalah insan rendahan

Seperti hewan yang tak bertuan

Namun kau tetap sudi mengarahkan

Dan bimbinganmu akhirnya membuka harapan

Kyai!

Engkau bak lentera di kegelapan malam

Menyelamatkan dari gangguan genggaman kelam

Mengeluarkan diriku dari kehinaan

Menjadi insan yang memiliki sedikit kemuliaan

Kyai!

Engkaulah lenteraku

Engkaulah pelitaku

Engkaulah pembinaku

Baca juga:

Karomah Kyai Sepuh

Pesan untuk Anak di Pesantren

Nah, demikianlah berbagai contoh puisi santri untuk kyai yang bisa Anda baca dan mungkin dijadikan insipirasi. Semoga bermanfaat ya!

Satu pemikiran pada “5 Puisi Santri Untuk Kyai (Doa, Kerinduan, & Permintaan Maaf)”

Tinggalkan komentar