7 Rumus Membaca Kitab Kuning

Membaca kitab kuning (kitab berbahasa arab tanpa harakat) adalah sebuah kemampuan yang seharusnya dimiliki oleh setiap penimba ilmu syar’i dan para calon da’i. Kemampuan membaca kitab kuning akan sangat membantu setiap muslim dan muslimah dalam memahami dalil Al-Kitab dan As-Sunnah.

Karena itulah di artikel ini kami telah menyusun beberapa rumus membaca kitab kuning yang insya Allah bermanfaat bagi Anda yang sedang belajar agar mampu membaca kitab kuning.

Luruskan Niat

Rumus membaca kitab kuning pertama adalah Anda harus luruskan niat. Apa sih sebenarnya yang Anda cari ketika nanti telah mampu dan mahir membaca kitab gundul. Apakah Anda ingin dikenal sebagai orang yang alim? Atau agar disenangi para santriwati? Atau niat-niat belok lainnya. Nah jika masih ada niatan seperti itu dalam diri Anda, maka hendaklah segera luruskan niat. Luruskan niat Anda dalam belajar kitab kuning hanya untuk Allah semata. Niscaya jika niat karena Allah, maka Allah akan mempermudah Anda.

Hal ini sangat related dengan hadits Nabi yang mungkin sudah sangat masyhur. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal-amal itu dinilai dengan niatnya. Dan setiap orang [yang beramal] akan dibalas selaras dengan apa yang dia niatkan. Barangsiapa yang hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa yang hijrahnya kepada dunia yang ingin dia raih atau wanita yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya kepada apa yang dia niatkan.” (HR Bukhari & Muslim)

Tekad Yang Kuat

Setelah berniat, maka Anda harus memiliki tekad yang kuat. Dalam hidup, tekad merupakan sebuah pendorong bagi siapapun untuk meraih atau menggapai apa yang diinginkannya. Dengan tekad yang kuat akan menumbuhkan semangat yang membara dalam jiwa untuk berusaha agar mampu segera menguasai dan memahami kitab kuning. Tak hanya itu, tekad yang kuat pun mampu membuat kita segera bangkit dan kembali menjalani apa yang telah kita niatkan diawal.

Jika Anda tidak memiliki tekad yang kuat, maka Anda pasti akan sangat kepayahan dan akan mudah menyerah dalam upaya untuk mampu membaca kitab kuning. Karena itulah tancapkan tekad yang kuat dalam diri Anda bahwa Anda memang bersungguh-sungguh untuk dapat membaca kitab kuning.

Menghafal Dan Menguasai Kosa Kata Bahasa Arab

Secara umum, kosa kata merupakan bagian paling penting yang harus dikuasai dalam mempelajari sebuah bahasa asing. Sebagai contoh, bila Anda ingin fasih berbicara dengan bahasa rusia, maka tentu Anda harus menghafal kosa kata bahasa rusia bukan? Karena bagaimana mungkin Anda dapat berbicara bahasa rusia jika kosa kata nya saja tidak Anda hafal dan kuasai?

Nah begitu juga dengan belajar membaca kitab kuning. Karena kitab kuning merupakan kitab yang berbahasa Arab, maka tentu Anda mesti memperkaya diri dengan menghafal dan menguasai kosa kata bahasa arab. Semakin banyak kosa kata bahasa arab yang Anda hafal dan kuasai, maka niscaya semakin cepat pula tercapainya keinginan Anda untuk mahir dalam membaca kitab kuning.

Tapi bukan sembarang kosa kata bahasa arab yang perlu anda hafal dan kuasai. Karena jika Anda menguasai kosa kata bahasa arab secara random, maka Anda hanya membuang-buang waktu saja. Lalu kosa kata yang bagaimana? Yaitu kosa kata bahasa arab yang banyak diulang dalam bahasa kitab kuning. Untuk mengetahui kosa kata yang sering diulang dalam bahasa kitab kuning, Anda dapat mengetahui dengan mencari tau di kamus kitab kuning yang biasanya dijual di marketplace baik offline maupun online.

Mempelajari Ilmu Nahwu

Nah selanjutnya tidak cukup hanya banyak hafal kosa kata untuk dapat bisa baca kitab kuning dengan benar. Melainkan dibutuhkan juga ilmu yang dapat menyusun kosa kata yang sudah Anda hafal supaya jadi sebuah kalam. Ilmu tersebut adalah illmu nahwu dan sharaf.

Dalam konteks kitab kuning, Ilmu nahwu sangat dibutuhkan dalam menyusun kalimat menjadi sebuah kalam. Karena itu perdalamlah mempelajari ilmu ini, terutama dalam bab i’rob. Hal ini karena i’rob sangat dibutuhkan dalam membaca kitab kuning. Jika Anda telah menguasai i’rob, niscaya Anda akan terhindar dari kesalahan dalam membaca kitab kuning.

Nah untuk mengetahui bagaimana cara mempelajari ilmu nahwu yang baik dan benar, bisa Anda lihat di link ini.

Mempelajari Ilmu Sharaf

Selain mempelajari ilmu nahwu, ilmu lainnya yang mesti Anda pelajari adalah ilmu sharaf. Ilmu Sharaf adalah Ilmu yang mempelajari prinsip-prinsip untuk mengenal pola-pola kalimat dan kondisi-kondisinya. Dalam konteks kitab kuning, sharaf berfungsi untuk mengetahui atau mencari makna pada sebuah kalimat sesuai keinginan atau dalam istilah shorof dikenal dengan tashrif.

Sebagai contoh:

فعل-يفعل-فعلا-فاعل-مفعول-افعل

Kata tersebut artinya “telah bekerja-akan bekerja-pekerjaan-orang yang bekerja-sesuatu yang dikerjakan-bekerjalah”. Karena itulah untuk mengetahui suatu makna dalam bahasa arab wajib paham ilmu tashrif atau shorof.

Banyak Membaca Qur’an dan Hadits

Kemudian Anda juga mesti memperbanyak membaca Qur’an dan hadits. Kenapa mesti melakukan hal ini? Karena di dalam Qur’an dan hadits terdapat banyak sekali kosa kata bahasa Arab. Yang mana terkadang banyak kosa kata tersebut terdapat dalam kitab kuning. Singkatnya membaca Qur’an dan hadits juga merupakan salah satu cara dalam memperkaya diri dengan kosa kata bahasa Arab. Selain itu tentu saja, dengan membaca Qur’an dan hadits Anda akan mendapatkan ilmu dan manfaat-manfaat yang sangat banyak.

Dan juga tentu Anda sudah sangat paham, bahwa membaca Al Qur’an merupakan ibadah yang memiliki banyak keutamaan. Untuk mengetahui keutamaan-keutamaan dalam membaca Qur’an bisa lihat di link ini. Karena itulah dengan membaca Qur’an, selain Anda memperkaya kosa kata, Anda juga akan mendapatkan ribuan pahala.

Berdoa Kepada Allah

Step terakhir yang mesti Anda lakukan agar mahir dalam belajar membaca kitab kuning adalah berdoa kepada Allah. Hal ini karena semua ilmu yang ada di dunia ini adalah kepunyaan-Nya. Allah-lah Zat Yang Maha Perkasa lagi Segalanya. Manusia bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Hanya Allah tempat meminta, tempat memohon pertolongan. Apa pun kondisi, kapanpun waktunya.

Berdoalah kepada Allah agar Anda dimudahkan dalam memahami dan belajar membaca kitab kuning. Berdoalah agar diberikan semangat dan tekad yang terus membara dan tidak pudar. Dan berdoalah agar senantiasa diistiqomahkan dan mendapatkan ilmu yang bermanfaat. Insya Allah dengan berdoa kepada-Nya, Anda akan semakin dipermudah dalam mempelajari cara membaca kitab kuning.

Bagaimana, sudah jelas mengenai rumus membaca kitab kuning?

Tinggalkan komentar