Mengenal Irama Nahawand: Pengertian, Sejarah & Tingkatannya

Jika Anda sedang mencari informasi seputar irama nahawand, maka tepat sekali Anda datang ke artikel kami ini. Disini kami telah mengulas informasi tersebut dengan singkat, padat, dan jelas khusus untuk Anda yang sedang ingin mendalami irama al Quran.

Pengertian Irama Nahawand

Irama nahawand adalah satu dari 7 irama masyhur yang terdapat dalam ilmu seni baca Qur’an. Dinamakan nahawand karena irama ini berasal dari salah satu nama tempat di daerah Hamdan, Parsi atau dikenal saat ini sebagai negara Iran. Hanya saja meskipun berasal dari parsi, irama ini di kemudian hari dipopulerkan dan digubah oleh para qori Mesir. Sehingga akhirnya irama ini lebih dikenal sebagai irama mishri.

Secara umum, nahawand merupakan irama yang memiliki gerak alunan ringan tapi berkesan, memiliki kesederhanaan yang memikat jiwa, serta bersesuaian dengan tabaqot yang sederhana. Karena itu, ia lebih cocok dan sesuai digunakan untuk ayat-ayat doa dan kesedihan. Selain itu, irama ini juga mampu melembutkan bacaan al-Quran serta menenangkan jiwa setiap pembaca dan pendengarnya.

Kemudian, suatu hal baru yang diciptakan tentu memiliki sifat dan kegunaan. Tak terkecuali dengan irama nahawand. Ia juga memiliki sifat dan kegunaan tertentu yang sangat berarti dalam membaca Al Qur’an agar semakin nikmat didengar. Berikut ini sifat dan kegunaan irama nahawand:

Sifat-sifat irama nahawand:

  • Mempunyai gerak ringan.
  • Lemah lembut yang mengharukan.
  • Sesuai dengan tingkatan suara yang sederhana.

Kegunaan lagu nahawand:

  • Melembutkan suatu bacaan.
  • Membawa rasa khusu’ dan keinsafan.
  • Memberi penyesuaian kepada ayat yang menunjukkan ayat gembira/sedih.
  • Membawa kepada sebutan huruf yang betul dan fasih

Sejarah Irama Nahawand

Aktivitas pelaguan Al Qur’an sejatinya telah dilakukan sejak masa Nabi SAW, bahkan beliau sendiri lah yang melagukan Qur’an dengan suaranya yang indah dan merdu. Suatu ketika Abdullah bin Mughaffal pernah mengilustrasikan suara Rasulullah dengan terperanjatnya unta yang ditunggangi Nabi ketika Nabi melantunkan surah Al Fath.

Tak ketinggalan, para sahabat yang mulia juga memiliki himmah yang besar untuk melagukan Al Qur’an. Sejarah mencatat banyak sahabat kibar yang berpredikat sebagai qari’, diantaranya adalah: Abdullah Ibnu Mas’ud dan Abu Musa Al Asy’ari.

Disusul berikutnya pada masa tabi’in, tercatat Umar bin Abdul Aziz dan Safir Al Lusi sebagai qari’ yang masyhur. Sedangkan pada masa tabi’ tabi’in masyhur dikenal sebagai qori adalah Abdullah bin Ali bin Abdillah Al Baghdadi dan Khalid bin Usman bin Abdurrahman.

Meskipun di masa awal Islam sudah tumbuh lagu-lagu Al Quran, namun perkembangannya tidak bisa dilacak dikarenakan tidak ada bukti kuat yang dapat diteliti secara lebih mendalam. Hal ini dimungkinkan karena pada saat itu belum ada alat perekam suara atau yang sejenisnya.

Karena itu periwayatan seni baca Al Quran berlangsung secara sederhana dan turun temurun dari generasi ke generasi. Selain itu, sejarah pun tak mencatat perkembangannya pasca generasi tabi’ tabi’in.

Singkat cerita, barulah pada awal abad ke-20 masuk dua aliran utama lagu Qur’an masuk ke Indonesia. Kedua aliran tersebut ialah aliran Makkah dan Mesir. Untuk aliran Makkah dikenal lagu Banjakah, Hijaz, Mayya, Rakby, dan Dukkah. Adapun untuk aliran Mishri dikenal Bayyati, Hijaz, Shoba, Rost, Jiharkah, Sikah, dan Nahawand.

Sebagaimana yang telah disinggung di awal, irama nahawand sejatinya berasal dari wilayah parsi. Hanya saja irama ini sempat dirubah oleh para pakar lagu Mesir yang kemudian terkumpul dalam lagu-lagu Mesir.

Karena itu, sebagai irama yang merupakan aliran mishri, ia mulai berkembang di Indonesia sejak paruh abad 20. Hal ini seiring dengan gencarnya eksebisi qari’ Mesir ke Indonesia. Yang mana dengan hadirnya mereka menjadikan maraknya lagu model Mishri di tangah-tengah qori Indonesia.

Bahkan saking gencarnya, pada tahun 60-an pemerintah Mesir mensuplai sejumlah maestro qari’ ternama kala itu seperti Syeikh Abdul Basith Abdus Somad, Syeikh Musthofa Ismail, Syeikh Mahmud Kholil Al Hushori, dan Syeikh Abdul Qadir Abdul Azim.

Tingkatan Irama Nahawand

Saat praktik pengamalannya, ada tiga tingkatan nada yang harus diperhatikan setiap qori sebelum menggunakan irama nahawand dalam membaca Al Qur’an. Berikut tingkatannya:

  • Nawa
  • Jawab
  • Quflah Mahur

Contoh Irama Nahawand

Lantas seperti apakah bacaan irama nahawand yang baik dan benar sesuai dengan kaidah? Atau bagaimana sih cara belajar irama ini secara otodidak. Berikut beberapa link youtube yang mungkin dapat menjawab pertanyaan Anda tersebut:

1. Tutorial irama nahawand untuk pemula oleh Ust Bilal Attaki

https://youtu.be/06OgX80ZEfA

2. Murottal juz 29 dengan irama nahawand oleh Ust Ulin Nuha

https://youtu.be/lse0KTKNxW4

3. Bacaan irama nahawand Syaikh Misyari Rasyid

https://youtu.be/31KIcjs_k9o

4. Belajar irama nahawand bersama Ust Takdir Feriza Hasan

https://youtu.be/PNn-PZauvJs

5. Tutorial irama nahawand oleh Ust Muzammil Hasballah

https://youtu.be/uj-zvCCOSQY

Demikian informasi yang bisa kami sampaikan. Semoga Allah memberikan kita kemudahan dan keistiqomahan kepada kita dalam menjalani setiap aktivitas yang berkaitan dengan Al Qur’an. Wallahu A’lam

Baca juga:

Mengenal Irama Sika: Pengertian, Sejarah & Tingkatannya

Mengenal Macam-macam Irama Al Quran yang Indah

Tinggalkan komentar