Mengenal Irama Rost: Pengertian, Sejarah & Tingkatannya

Irama rost merupakan irama dasar dalam seni baca Qur’an. Jika Anda ingin mengetahuinya secara lebih detail, maka tepat sekali jika mampir ke artikel ini. Disini kami akan mengajak Anda untuk berkenalan dengan irama yang berasal dari Parsi tersebut.

Pengertian Irama Rost

Irama rost adalah salah satu dari 7 irama Al Qur’an yang masyhur dipelajari di Indonesia. Irama ini bisa dikatakan merupakan irama yang unik. Kelembutan alunannya yang mempunyai bunga-bunga suara menjadikan ia berbeda dengan irama-irama lain dari segi lagunya. Tak ketinggalan, irama ini juga memiliki gerakan lembut di samping ketegasan. Adapun irama yang mempunyai lagu yang hampir sama dengan Rast ialah irama Sikah dan Jiharkah.

Selain itu, irama ini juga merupakan jenis lagu yang paling dominan, bahkan merupakan lagu dasar. Ia sedikit lebih cepat daripada irama murrotal yang lain, sehingga biasanya banyak digunakan ketika mengumandangkan adzan dan digunakan seorang imam ketika mengimami dalam sholat.

Kemudian, suatu hal baru yang diciptakan tentu memiliki sifat dan kegunaan. Tak terkecuali dengan irama rost. Ia juga memiliki sifat dan kegunaan yang sangat berarti dalam membaca Al Qur’an agar semakin nikmat didengar. Berikut ini sifat dan kegunaan irama rost:

Sifat-sifat irama rost:

  • Mempunyai gerak ringan.
  • Terdapat kelincahan dan bersemangat.
  • Dapat disesuaikan dengan tingkatan suara.
  • Dapat disesuaikan dengan nama-nama ragam ayat.

Kegunaan lagu rost:

  • Memberi semangat kepada persembahan bacaan dengan sepenuhnya.
  • Memberi kepuasan kepada pembaca dan pendengar.
  • Memberi keinsafan dan ketenangan jiwa.
  • Memberi tenaga kepada lagu-lagu yang akan dibaca sesudahnya.
  • Membawa kepada sebutan huruf yang betul dan fasih.

Sejarah Irama Rost

Pelaguan Al Qur’an sejatinya telah dilakukan sejak masa Nabi SAW, bahkan beliau sendiri lah yang melagukan Qur’an dengan suaranya yang indah dan merdu. Suatu ketika Abdullah bin Mughaffal pernah mengilustrasikan suara Rasulullah dengan terperanjatnya unta yang ditunggangi Nabi ketika Nabi melantunkan surah Al Fath.

Tak ketinggalan, para sahabat yang mulia juga memiliki himmah yang besar untuk melagukan Al Qur’an. Sejarah mencatat banyak sahabat kibar yang berpredikat sebagai qari’, diantaranya adalah : Abdullah Ibnu Mas’ud dan Abu Musa Al Asy’ari.

Disusul berikutnya pada masa tabi’in, tercatat Umar bin Abdul Aziz dan Safir Al Lusi sebagai qari’ yang masyhur. Sedangkan pada masa tabi’ tabi’in masyhur dikenal sebagai qori adalah Abdullah bin Ali bin Abdillah Al Baghdadi dan Khalid bin Usman bin Abdurrahman.

Meskipun di masa awal Islam sudah tumbuh lagu-lagu Al Quran, namun perkembangannya tidak bisa dilacak dikarenakan tidak ada bukti kuat yang dapat diteliti secara lebih mendalam. Hal ini dimungkinkan karena pada saat itu belum ada alat perekam suara atau yang sejenisnya.

Karena itu transformasi seni baca Al Quran berlangsung secara sederhana dan turun temurun dari generasi ke generasi. Selain itu, sejarah pun tak mencatat perkembangannya pasca generasi tabi’ tabi’in.

Singkat cerita, barulah pada awal abad ke-20 masuk dua aliran utama lagu Qur’an masuk ke Indonesia. Kedua aliran tersebut ialah aliran Makkah dan Mesir. Untuk aliran Makkah dikenal lagu Banjakah, Hijaz, Mayya, Rakby, dan Dukkah. Adapun untuk aliran Mishri dikenal Bayyati, Hijaz, Shoba, Rost, Jiharkah, Sikah, dan Nahawand.

Sebenarnya irama rast ini berasal dari wilayah Parsi, tepatnya di Negara Iran saat ini. Hanya saja di kemudian hari irama ini telah menjadi bagian dari lagu-lagu mesir setelah dirubah oleh qari’-qari’ Mesir. Bahkan lagu ini cukup populer diantara kumpulan lagu-lagu Mesir lainnya.

Karena itu, sebagai irama yang merupakan aliran mishri, ia mulai berkembang di Indonesia sejak paruh abad 20. Hal ini seiring dengan gencarnya eksebisi qari’ Mesir ke Indonesia. Yang mana dengan hadirnya mereka menjadikan maraknya lagu model Mishri di tangah-tengah qori Indonesia.

Bahkan saking gencarnya, pada tahun 60-an pemerintah Mesir mensuplai sejumlah maestro qari’ ternama kala itu seperti Syeikh Abdul Basith Abdus Somad, Syeikh Musthofa Ismail, Syeikh Mahmud Kholil Al Hushori, dan Syeikh Abdul Qadir Abdul Azim.

Tingkatan Irama Rost

Dalam praktik pengamalannya, ada beberapa tingkatan yang harus diperhatikan setiap qori sebelum menggunakan irama rost dalam membaca Al Qur’an. Berikut tingkatannya:

  • Awal Maqom Rost
  • Kuflah Zinjiron
  • Syabir Alarrost
  • Alwan Rost

Contoh Irama Rost

Lantas, seperti apakah irama rost yang baik dan benar sesuai kaidah? Dan bagaimanakah cara belajar irama ini secara otodidak? Berikut ini beberapa link youtube yang dapat Anda jadikan sebagai contoh dalam belajar irama rost:

1. Murottal merdu irama rost Oleh Ustadzah Fathmah Mutiah

https://youtu.be/wc-UkA3s74U

2. Murottal juz 26 irama rost Oleh Ustadz Kamilin Sastoro

https://youtu.be/RYVyO428uCU

3. Belajar irama rost bersama Ust Takdir Feriza Hasan

https://youtu.be/84zWwjoiIzk

4. Irama rost Syaikh Sudais Imam Masjidil Haram

https://youtu.be/fWYsAe7jvqA

5. Murottal juz 30 dengan irama rost oleh Ust Muhammad Ikhwani

https://youtu.be/w8SjMqjZqnQ

Demikian informasi yang dapat kami sampaikan. Semoga bermanfaat ya! Wallaahu A’lam.

Baca juga:

Mengenal Macam-macam Irama Al Quran yang Indah

Mengenal Irama Shaba: Pengertian, Sejarah, & Tingkatannya

Tinggalkan komentar