Mengenal Makhorijul Huruf: Pengertian, Pembagian, & Sifatnya

Anda sedang mencari tahu tentang makhorijul huruf? Jika iya, tepat sekali Anda datang ke artikel ini. Disini kami telah mengulasnya secara singkat dan gamblang. Berikut penjelasannya:

Pengertian Makhorijul Huruf

Ketika membahas sesuatu topik, tentu hal pertama yang harus kita lakukan adalah mengetahui definisi dari inti topik yang dibahas. Nah, dalam hal ini kita akan mengenal lebih jauh tentang makhorijul huruf, tentu wajib bagi kita untuk tau definisinya secara tepat dan jelas. Sehingga kita dapat memahami pembahasan ini secara sempurna.

Kata “makhorij” merupakan kata berbahasa arab yang memiliki akar kata berupa kharaja – yakhruju, artinya adalah keluar. Kemudian dari akar tersebut, kata ini ditashrif menjadi “makhroj” yang merupakan isim makan, sehingga memiliki arti tempat keluar. Adapun kenapa namanya malah menjadi “makhorij”, hal itu karena kata tersebut merupakan jama’ dari kata “makhroj”.

Adapun mengenai makna huruf, tentu Anda juga telah mengetahuinya. Sehingga kami tidak perlu membahasnya lebih detail disini. Oleh karena itu, definisi makhorijul huruf menurut para ulama qiro’at adalah: “Tempat keluarnya suara huruf hijaiyah mulai dari alif sampai dengan ya.”

Ada Berapa Jumlah Makhorijul Huruf?

Perbedaan pendapat di kalangan ulama kaum muslimin sudah bukan lagi hal baru. Dalam sejarah perjalanan islam, tercatat para ulama kerap berbeda pendapat di berbagai aspek. Dan itu semua terjadi di setiap bidang khazanah keislaman. Mulai dari perbedaan pandangan fiqih, tasawwuf, tarikh, muamalah, dan yang sebagainya. Termasuk juga di dalamnya perbedaan dalam ilmu yang berkaitan dengan Al Qur’an.

Para ulama, mereka pun berbeda pendapat mengenai berapa jumlah makhorijul huruf yang ada. Sebagaimana yang disebutkan Abdul Fattah al-Marshafi dalam kitabnya menyebutkan bahwa para ulama ahli qira’at dan bahasa berbeda pendapat dalam jumlah makharijul huruf dalam Al-Qur’an. Perbedaan dalam jumlah makhraj itu terbagi dalam tiga mazhab (Hidayat al-Qari’, hal 65).

1. Pendapat 16 Makhorijul Huruf

Ini merupakan pendapat Sibawaih dan orang yang sependapat dengannya, seperti Imam Jalalain fi al-Qiraat (Asy-Syatibi dan Ibnu Barri). Menurut mereka, ada 16 tempat keluar huruf (makhraj). Mereka membuang makhraj jauf (rongga mulut) yang menjadi makhrajnya huruf mad (alif, waw, dan ya’).

Sebagai gantinya, mereka meletakkan huruf-huruf tersebut pada tiga makhraj, yakni alif pada aqsa al-halqi (pangkal tenggorokan) bersama hamzah, ya’ sebagai huruf mad pada wastu al-lisan (lidah bagian tengah), beserta ya’ yang berharakat atau sukun setelah huruf yang berharakat fathah, dan waw huruf mad pada asy-syafatain (dua bibir) beserta waw yang berharakat atau sukun setelah huruf yang berharakat fathah.

2. Pendapat 14 Makhorijul Huruf

Pendapat ini menurut al-Farra’, Al-Jurmi, Al-Quthrub, Ibnu Kaisan, dan yang sependapat dengan mereka. Pendapat ini menyatakan bahwa jumlah makharij al-huruf itu ada 14. Hal ini dikarenakan mereka membuang makhraj jauf (rongga mulut) sebagaimana pendapat pertama. Namun mereka juga menjadikan makhrajnya huruf lam, nun dan ra pada satu makhraj yakni tarfu al-lisan (ujung lidah) dan yang sejajar dengannya.

Makharij al-huruf dari dua mazhab pertama ini berlaku secara umum pada empat tempat, yaitu halq (tenggorokan), lisan (lidah), syafatain (dua bibir), dan khaisyum (rongga hidung). Makhraj al-halq (tenggorokan) terbagi menjadi tiga makhraj, lisan ada sepuluh menurut mazhab pertama dan delapan menurut mazhab kedua, syafatain (dua bibir) ada dua, sedangkan khaisyum (rongga hidung) ada satu.

3. Pendapat 17 Makhorijul Huruf

Pendapat ini dipegang oleh Khalil bin Ahmad (guru dari Sibawaih) dan yang sependapat dengannya seperti Ibnu al-Jazari. Menurut pendapat ini, jumlah makhraj ada 17. Mereka menjadikan jauf sebagai makhraj sendiri dan memasukkan huruf mad kedalamnya tidak seperti dua mazhab sebelumnya. Selain itu, huruf lam, nun dan ra juga memiliki makhraj masing-masing.

Selain ketiga pendapat diatas, Syaikh Mahmud Muhammad Abdul Mun’im menambahkan satu pendapat lagi, yakni yang beranggapan jumlah makhraj itu ada 29 sesuai dengan jumlah huruf hijaiyyah (masing-masing huruf memiliki makhraj khusus). Mereka yang berpendapat demikian berargumen bahwa kalau seandainya satu huruf itu sama makhrajnya dengan huruf yang lain, pasti huruf-huruf tersebut akan bercampur dan sulit dibedakan.

Namun, pendapat ini dianggap lemah dan tak berdasar oleh para ulama qira’at. Hal ini karena setiap huruf selain memiliki makhraj juga mempunyai sifat masing-masing, sehingga meskipun berada dalam satu makhraj pasti dapat dibedakan dengan adanya sifat dari huruf-huruf tersebut (Raudah an-Nadiyyah: Syarh Muqaddimah al-Jazariah, hal. 15).

Dari uraian di atas, mazhab ketigalah yang dipilih oleh jumhur (mayoritas) ulama. Ibnu al-Jazari yang merupakan Imam Bukharinya ilmu Qiro’at pun mendukung pendapat ini sebagaimana yang ia sebutkan dalam kitabnya yang masyhur Muqaddimah al-Jazariah:

مَخَارِجُ الْحُرُوْفِ سَبْعَةَ عَشَرَ # عَلَى الَّذِي يَخْتَاَرُهُ مَنِ اخْتَبَرَ

Artinya: “Tempat-tempat keluar huruf hijaiyah itu berjumlah tujuh belas # berdasarkan pendapat yang terpilih dari para Ulama Ahli Qiraah”.

Pembagian Makhorijul Huruf

Di sub pembahasan sebelumnya, telah disinggung bahwa pendapat jumhur ulama tentang jumlah makhorijul huruf adalah tujuh belas. Yang mana secara garis besar, 17 makhroj tersebut terbagi kepada 5 tempat. 5 tempat tersebut yaitu; Al Jauf (rongga mulut) Al Lisan (lidah), Al Khaisyum (pangkal hidung), Al Halq (tenggorokan), dan As Syafatain (dua bibir).

Nah berikut ini adalah pembagiannya secara singkat dan jelas:

A. Keluar dari Rongga Mulut (Al Jauf)

Dari rongga mulut terdapat satu makhraj huruf. Adapun huruf yang keluar dari makhroj ini ada 3, yaitu:

  • Alif mati (sukun), huruf sebelumnya berharakat fathah.
  • Waw mati (sukun), huruf sebelumnya berharakat dhummah.
  • Ya mati (sukun), huruf sebelumnya berharakat kasrah.

B. Keluar dari Lidah (Al Lisan)

  1. Pangkal lidah dengan langit-langit, yaitu huruf qaf (ق).
  2. Di depan pangkal lidah dengan langit-langit sedikit, yaitu huruf kaf (ك).
  3. Ditengah lidah dengan langit-langit, yaitu huruf jim (ج) ,syin (ش) ,dan ya (ي).
  4. Tepi lidah dengan geraham kiri atau kanan, yaitu huruf dhad (ض).
  5. Ujung lidah menyentuh tengah langit-langit, yaitu huruf lam (ل).
  6. Ujung lidah menyentuh langit-langit dekat gusi atas (di depan makhraj lam (ل)) ,yaitu huruf nun (ن).
  7. Punggung lidah dilekatkan pada gusi atas, yaitu huruf ro (ر).
  8. Ujung lidah menyentuh dengan urat gigi (gusi) atas, yaitu huruf ta (ت), dal (د), dan tho (ط).
  9. Ujung lidah menyentuh panggal gigi atas, yaitu huruf tsa (ث), zho (ظ), dan dzal (ذ).
  10. Ujung lidah menyentuh gigi bawah, yaitu huruf zai (ز), sin (س),dan shad (ص).

C. Keluar dari Pangkal Hidung (Al Khaisyum)

Dari pangkal hidung terdapat satu makhraj huruf. Huruf yang keluar dari sini ialah huruf yang ghunnah, yaitu nun sukun (نْ), huruf bertanwin seperti ( جٌٍ ,جًا, ج ) serta nun (ن) dan mim (م) bertasydid.

D. Keluar dari Tenggorokan (Al Halq)

Dari tenggorokan terdapat tiga makhraj huruf, yaitu:

  1. Pangkal tenggorokan, yaitu huruf hamzah (ء) dan ha besar (هـ).
  2. Tengah tenggorokan, yaitu huruf ha kecil (ح) dan ‘ain (ع).
  3. Di atas tenggorokan, yaitu huruf kho (خ) dan ghain (غ).

E. Keluar dari Dua Bibir (Asy Syafatain)

Dari dua bibir terdapat dua makhraj huruf, yaitu:

  1. Ujung gigi atas menyentuh bibir bawah, yaitu huruf fa (ف).
  2. Antara dua bibir atas dan bawah, yaitu huruf waw (و), mim (م) dan ba (ب). Ketika menyebut huruf waw (و) kedua bibir harus terbuka. Sedangkan ketika menyebut huruf mim (م) dan ba (ب) kedua bibir harus tertutup rapat.

Sifat-sifat Huruf

Setelah tuntas membahas seputar makhorijul huruf, pembahasan tahsin atau tajwid yang tidak kalah pentingnya adalah Sifatul Huruf. Bagian ini penting untuk dibahas, karena beberapa huruf hijaiyah memiliki kesamaan tempat keluarnya (makhraj-nya), sehingga sulit dibedakan antara huruf yang satu dengan huruf yang lain.

Karena itu para ulama qiroat telah menetapkan kaidah sifat-sifat huruf sebagai cara untuk membedakan antara sebuah huruf dengan huruf yang lainnya.

Pengertian Sifat-sifat Huruf

Secara bahasa, sifat didefinisikan dengan “Sesuatu yang melekat pada sesuatu.” Sedangkan secara istilah, sifat huruf oleh para ahli qiroat dimakanai dengan “Keadaan yang tidak tetap yang berada pada huruf ketika terucap (terjadi)
di dalam makhrajnya atau di dalam tempat keluarnya.”

Karena itu kesimpulannya sifat-sifat huruf adalah tata cara pengucapan (mengeluarkan huruf secara tepat dari makhrajnya), sehingga dapat membedakan antara huruf yang satu dengan lainnya; seperti dengan hembusan napas atau tidak, dengan tebal atau tipis, dan sebagainya.

Pembagian Sifat-sifat Huruf

Sifat-sifat huruf secara garis besar terbagi menjadi dua bagian yaitu:

  1. Sifat Lazimah (sifat yang memiliki lawan)
  2. Sifat ‘Aridoh (sifat yang tidak memiliki lawan)

Dari kedua sifat secara garis besar tersebut, sifat-sifat huruf terbagi menjadi 17 bagian. Berikut perinciannya:

A. Sifat Lazimah

Sifat lazimah atau sifat yang mempunyai lawan ini mencakup 10 sifat huruf yang berpasangan, dengan tambahan 1 sifat sebagai pertengahan. Berikut perinciannya:

1. Jahr

Jahr menurut bahasa ialah; Nampak atau terang. Menurut istilah; huruf apabila diucapkan atau dimatikan tidak
mengeluarkan nafas. Hurufnya ada 19, yaitu: ع ظ م و ز ن ق ا ر ء غ ض ج د ط ل ب

2. Hams

Hams menurut bahasa ialah; samar atau tidak terang. Menurut istilah; Huruf apabila diucapkan atau dimatikan
mengeluarkan nafas. Hurufnya ada 10, yaitu: ف ح ث هـ ش خ ص س ك ت

3. Syiddah

Syiddah menurut bahasa ialah; kuat. Menurut istilah; huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya tertahan atau terhenti. Hurufnya ada 8, yaitu: أ ج د ق ط ب ك ت

4. Rakhawah

Rakhawah menurut bahasa ialah; lunak. Menurut istilah; huruf apabila diucapkan suaranya terlepas atau masih
berjalan bersama huruf itu. Hurufnya ada 16, yaitu: ح خ ذ ث ز ا س ش ص ض ظ غ ف و هـ ي

Tawashuth

Tawashuth menurut bahasa ialah; tengah-tengah. Menurut istilah; huruf apabila diucapkan atau dimatikan suaranya di antara tertahan (syiddah) dan terlepas (rakhawah). Hurufnya ada 5, yaitu: ل ن ع م ر

5. Isti’la

Isti’la menurut bahasa ialah; naik atau terangkat. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf, lidah terangkat ke
langit-langit. Hurufnya ada 7, yaitu: خ ص ض غ ط ق ظ

6. Istifal

Istifal menurut bahasa ialah; turun atau ke bawah. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf, lidah turun ke dasar
mulut. Hurufnya ada 22, yaitu: ث ب ت ع ز م ن ي ج و د ح ر ف هـ ء ذ س ل ش ك ا

7. Ithbaq

Ithbaq menurut bahasa ialah; melekat. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf lidah melekat ke langit-langit.
Hurufnya ada 4, yaitu: ص ض ط ظ

8. Infitah

Infitah menurut bahasa ialah; terbuka. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf, lidah merenggang dari langitlangit. Hurufnya ada 25, yaitu: م ن ء خ ذ وج د س ع ت ف ز ك ا ح ق ل هـ ش ر ب غ ي ث

9. Idzlaq

Idzlaq menurut bahasa ialah; ujung. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf, huruf cepat terucap karena keluar dari ujung lidah atau ujung bibir. Hurufnya ada 6, yaitu: ف ر م ن ل ب

10. Ishmat

Ishmat menurut bahasa ialah; menahan atau diam. Menurut istilah; ketika mengucapkan huruf huruf kurang cepat atau lambat terucap karena keluarnya tidak dari ujung lidah atau ujung bibir. Hurufnya ada 23, yaitu: ج ز غ ش س ا خ ط ص د ث ق ت ء ذ و ع ظ هـ ي ح ض ك

B. Sifat ‘Aridoh

Sifat ‘aridoh atau sifat yang tidak mempunyai lawan ini mencakup 7 sifat huruf, yaitu:

1. Shafir

Shafir menurut bahasa; siul/seruit, bagaikan suara burung atau belalang. Menurut istilah; suara tambahan yang keluar dari antara kedua bibir atas dan bawah secara bersama-sama ketika mengucapkan huruf. Hurufnya ada 3, yaitu: ص ز س

2. Qalqalah

Qalqalah menurut bahasa; gerak atau goncang. Menurut istilah; terjadinya suara goncangan di dalam makhraj, ketika mengucapkan huruf dalam keadaan mati, sekiranya terdengar pantulan suara yang kuat. Hurufnya ada 5, yaitu: ق ط ب ج د

3. Layyin

Layyin menurut bahasa; mudah atau halus. Menurut istilah; mengeluarkan huruf dengan halus atau lunak tanpa paksaan. Hurufnya ada 2, yaitu; ي dan و yang terletak setelah fathah. Hurufnya ada 2, yaitu: و ي

4. Inhiraf

Inhiraf menurut bahasa; condong. Menurut istilah; huruf ketika terucap condong ke arah makhraj huruf yang lain. Hurufnya ada 2, yaitu ل dan ر. Huruf lam (ل) condong ke luar atau ke ujung lidah. Sedangkan huruf ro (ر) condong ke dalam serta sedikit ke arah lam (ل).

5. Takrir

Takrir menurut bahasa; terulang lebih dari satu kali. Menurut istilah; ujung lidah tergeser ketika mengucapkan huruf ro (ر). Hurufnya hanya satu, yaitu: ro (ر)

6. Tafasysyi

Tafasysyi menurut bahasa; tersebar atau meluas. Menurut istilah; angin merata di dalam mulut ketika mengucapkan huruf. Hurufnya hanya satu, yaitu; syin (ش).

7. Isithalah

Istithalah menurut bahasa; memanjang. Menurut istilah suara dhad (ض) memanjangkan suara dari tepi awal panggal lidah hingga sampai ujung lidah, terutama ketika ber-harkat sukun, waqaf atau tasydid. Hurufnya hanya satu, yaitu; dlad (ض).

Semoga bermanfaat ya!

Baca juga:

Tahsin Quran: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mempelajarinya

Photo of author

Rifqi

Saya adalah orang yang hidup di lingkungan pesantren dan sangat mencintai suasana keagamaan di sana. Saya merasa sangat senang ketika mempelajari ilmu agama dan merasa bahwa itu adalah hal yang sangat penting dalam hidup saya.