Tahsin Quran: Pengertian, Tujuan, dan Cara Mempelajarinya

Al Qur’an adalah kalam Allah Swt. yang diturunkan Allah Swt kepada Rasulullah Saw melalui perantara malaikat jibril, yang mana ia merupakan sebuah mukjizat dan membacanya merupakan bagian sebuah ibadah.

Karena membaca Al Qur’an merupakan sebuah ibadah, tentu para pembacanya akan mendapatkan pahala. Bahkan bukan hanya sekedar pahala, melainkan banyak keutamaan yang akan didapatkan.

Dalam hal ini Rasulullah Saw bersabda:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِى بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ تَعَالَى يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ اِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Artinya: “Suatu kaum tidak berkumpul di suatu rumah dari rumah Allah ta’ala (masjid) dalam rangka membaca dan tadarus Al-Qur’an, kecuali mereka dianugerahi ketenangan, diliputi rahmat, dikerumuni malaikat, dan dibanggakan Allah dihadapan para malaikat-Nya.” (HR Muslim).

Namun yang mesti diperhatikan dalam membaca Qur’an adalah, Anda harus membaca Qur’an sesuai dengan tahsinnya. Timbul pertanyaan, apa itu tahsin Quran? Dan bagaimana cara mempelajarinya? Di artikel ini kami telah mengulas secara singkat, padat, dan jelas mengenai hal tersebut. Semoga bermanfaat ya!

Pengertian Tahsin Quran

Tahsin, secara bahasa merupakan isim mashdar dari kata hassana – yuhassinu – tahsiinan yang artinya adalah memperbaiki, memperbagus, mempercantik, dan menghiasi. Adapun secara istilah, makna tahsin adalah sama dengan seperti tajwid. Maksudnya adalah, definisi antara tajwid dan tahsin adalah sama. Keduanya merupakan istilah untuk menunjuk kepada makna yang sama.

Tahsin dan tajwid secara istilah didefinisikan sebagai:

إِخْرَاجُ كُلِّ حَرْفٍ مِنْ مَخْرَجِهِ مَعَ إِعْطَائِهِ حَقَّهُ وَ مُسْتَحَقَّهُ

Artinya: “Mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya masing masing sesuai dengan hak dan mustahaqnya.”

Definisi di atas sesuai dengan definisi dari Imam Syamsuddin Muhammad Muhammad bin Muhammad bin Muhammad bin `Ali bin Yusuf Al-Jazari Asy-Syafi`i yang merupakan ulama Qur’an yang paling masyhur. Dalam nadzamnya yang terkenal yaitu Muqaddimah Jazariyah, beliau menulis bait:

وَهْـوَ إِعْـطَـاءُ الْـحُـرُوفِ حَقَّـهَـا *** مِــنْ صِـفَـةٍ لَـهَـا وَمُستَحَـقَّـهَـا

Artinya: “Tajwid adalah memberikan setiap huruf hak, berupa sifat-sifatnya dan juga mustahaknya.”

Haq huruf yaitu sifat asli yang senantiasa ada pada setiap huruf. Misalnya seperti sifat Al-jahr, Isti’la, dan lain sebagainya. Kemudian, haq huruf ini meliputi sifat-sifat huruf dan tempat-tempat keluar huruf.

Mustahaq huruf yaitu sifat yang sewaktu-waktu timbul oleh sebab-sebab tertentu. Misalnya seperti izhar, ikhfa, iqlab, idgham, qalqalah, ghunnah, tafkhim, tarqiq, mad, waqaf, dan lain-lain.

Kemudian Sayyidina Ali bin Tholib mengatakan bahwa tajwid adalah mengeluarkan setiap huruf dari makhrojnya dan memberikan hak setiap huruf (yaitu sifat yang melekat pada huruf tersebut seperti qolqolah, Hams, dll) dan mustahaq huruf (yaitu sifat-sifat huruf yang terjadi karena sebab-sebab tertentu, seperti izhar, idghom, dll.)

Karena itu, berdasarkan pengertian diatas, tahsin adalah ilmu yang mempelajari tentang cara pengucapan setiap huruf yang kaluar sesuai kaidah ilmu tajwid dan berasal dari sumber yang jelas.

Tujuan Tahsin Quran

Berbicara tujuan mempelajari ilmu ini, maka kita dapat membaginya menjadi beberapa poin.

1. Memenuhi Perintah Allah

Tujuan utama mempelajari tahsin atau adanya ilmu tahsin itu sendiri adalah agar setiap muslim bisa membaca Al Qur’an dengan baik dan benar. Hal ini karena Allah dan Rasul tidak sekedar memerintahkan ummat islam untuk sekedar membaca saja, melainkan harus dengan bacaan yang tartil dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang telah Rasulullah contohkan dalam membaca Al Qur’an.

Mengenai kewajiban membaca Al Qur’an dengan baik dan benar, Allah berfirman:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

Artinya: “Dan bacalah Al Qur’an itu dengan tartil.” (TQS Al Muzammil: 4)

Apa makna tartil dalam penggalan kalam Allah di atas?

Dalam Tafsir Ibnu Katsir, tartil berarti membaca sesuai hukum tajwid. Hal ini karena membaca secara perlahan akan membantu seseorang untuk memahami dan mentadabburi maknanya.

Kemudian, Sayyidina Ali bin Abi Thalib berkata:

اْلتَرْتِيْلُ هُوَ تَجْوِيْدُ اْلْحُرُوْفِ وَ مَعْرِفَةُ اْلْوُقُوْفِ

“Tartil adalah mentajwidkan (mentahsinkan) huruf dan mengetahui kaidah waqaf” (Ibnul Jazariy, An-Nasyr fil Qiraatil ‘Asyr (I/ 209))

Membaca Qur’an dengan tajwid juga telah digambarkan dan dipraktikan langsug oleh baginda Muhammad SAW. Diriwayatkan ada seseorang bertanya kepada Ummul Mu’minin, Ummu Salamah, “Bagaimanakah Rasulullah SAW membaca Al-Qur’an?” Ia menjawab, “Beliau menunaikan setiap harakatnya: fathah, dhammah, dan kasrah dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan sangat jelas. Juga setiap hurufnya dibaca dengan terang dan jelas.”

2. Agar Lebih Banyak Mendapatkan Pahala

Orang yang membaca Al Qur’an dengan fasih sesuai kaidahnya tentu berbeda dengan orang yang membaca Al Qur’an secara terbata-bata dan tidak sesuai kaidah. Bagi mereka yang membacanya dengan tartil, sesuai kaidah, memenuhi setiap hak dan mustahaq hurufnya, maka akan diberikan kemulian oleh Allah.

Rasulullah Saw bersabda:

الَّذِي يَقْرَأُ القُرْآنَ وَهُوَ مَاهِرٌ بِهِ مَعَ السَّفَرَةِ الكِرَامِ البَرَرَةِ، وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أجْرَانِ

Artinya: “Orang yang mahir dengan Al Quran (hafalan dan bacaannya yang amat baik dan lancar) kedudukannya di akhirat adalah bersama para malaikat yang mulia dan taat. Dan adapun orang yang terbata-bata di dalam membaca Al-Qur’an serta mengalami kesulitan, maka baginya dua pahala” (HR Muslim)

3. Menghindarkan Lidah dari Kesalahan (Lahn) Dalam Membaca

Adanya ilmu tahsin juga bertujuan untuk menghindarkan setiap pembaca Al Qur’an dari kesalahan dalam mengucapkan huruf-huruf yang terdapat di dalam mushaf. Yang mana jika seorang muslim salah dalam membaca Qur’an, kemudian dia tidak memperbaikinya, atau dia enggan mempelajari ilmu tahsin/tajwid, maka dia bisa saja mendapatkan dosa.

Imam Ibnu Jazary berkata:

وَالأَخْـذُ بِالتَّـجْـوِيـدِ حَـتْــمٌ لازِمُ * مَــنْ لَــمْ يُـجَـوِّدِ الْـقُـرَانَ آثِــمُ

لأَنَّــهُ بِـــهِ الإِلَـــهُ أَنْـــزَلاَ * وَهَـكَـذَا مِـنْـهُ إِلَـيْـنَـا وَصَـــلاَ

Artinya: Mempelajari ilmu tajwid wajib, barangsiapa yang tidak mau memperbaiki bacaan Al-Quran maka dia berdosa.
Karena Allah menurunkan Al-Quran dengan bacaan menggunakan tajwid, dan demikianlah dengan tajwid Al-Quran sampai kepada kita.

Secara garis besar, ada 2 kesalahan (lahn) yang sering menimpa para pembaca Al Qur’an. Keduanya yaitu:

1. Lahn Jaliyy

Lahn jaliyy adalah kesalahan yang jelas/fatal dalam membaca Al-Quran. Kesalahan ini dapat menyangkut susunan kata atau tata bahasa, baik mengubah makna maupun tidak mengubah makna.

2. Lahn Khafiyy

Lahn khafiyy secara singkat bermakna kesalahan yang ringan dalam membaca Al-Quran. Kesalahan ini biasanya berkaitan dengan kesempurnaan sifat saja dan tidak menyangkut tata bahasa. Misalnya tidak menyempurnakan kaidah mad sebagaimana yang diminta atau tidak menahan dengungan ‘ghunnah’ sebagaimana kaidahnya.

Pembahasan Dalam Tahsin Qur’an

Setidaknya, ada 6 inti pembahasan dalam bidang tahsin atau tajwid Qur’an. Yang mana keseluruhan pembahasan tersebut hampir semuanya bersandarkan atas karya Imam Ibnu Jazary dalam kitabnya Muqaddimah Jazariyah. Keenam pembahasan tersebut adalah:

  • Makharijul huruf (tempat keluar-masuk huruf),
  • Shifatul huruf ( sifat-sifat huruf),
  • Ahkamul huruf(hukum-hukum huruf),
  • Ahkamul maddi wal qasr (hukum panjang dan pendek),
  • Ahkamul waqfi wal ibtida (memulai dan menghentikan bacaan)
  • Al-Khat al-Utsmani

1. Makhorijul Huruf

Makharijul huruf adalah pembahasan dalam tahsin yang berkaitan dengan tempat keluarnya huruf, atau disebut juga dengan tempat keluarnya suara huruf hijaiyah mulai dari alif sampai dengan ya.

2. Shifatul Huruf

Shifatul huruf adalah materi dalam tahsin yang membahas seputar tata cara pengucapan (mengeluarkan huruf secara tepat dari makhrajnya), sehingga dapat membedakan antara huruf yang satu dengan lainnya. Misalnya seperti dengan hembusan napas atau tidak, dengan tebal atau tipis, dan sebagainya.

3. Ahkamul Huruf

Ahkamul huruf adalah pembahasan yang berkaitan seputar hukum-hukum bertemunya dua huruf ketika membaca Al Aqur’an. Misalnya seperti membahas hubungan antara alif lam ta’rif ketika menghadapi huruf hijaiyah, maka ada yang dibaca idzhar dan ada pula yang diidghomkan.

4. Ahkamul Maddi Wal Qashri

Merupakan pembahasan yang berkaitan dengan materi panjang atau pendeknya suatu bacaan, dalam hal ini kita mengenalnya dengan istilah mad. Seperti mad thobi’i, mad badal, mad iwadl, mad farq, dan berbagai macam mad lainnya.

5. Ahkamul Waqfi Wal Ibtidai

Waqfi secara bahasa artinya adalah berhenti. Sedangkan ibtida artinya memulai. Sehingga pembahasan dalam bab ini berkaitan dengan tata cara berhenti dan memulai suatu kalimat dalam Al Qur’an. Disini akan mempelajari seputar kapan boleh berhenti dalam suatu kalimat, dan yang semisalnya.

6. Al Khat Al Utsmani

Merupakan pembahasan yang berkaitan dengan tata cara menulis mushaf Al Qur’an. Misalnya membahas seputar bagaimana cara menulis huruf ta, huruf dlad, dan yang semisalnya.

Cara Belajar Tahsin Quran

Yang menjadi pertanyaan banyak orang di zaman sekarang adalah, bagaimana sih cara belajar tahsin Quran? Apakah ada trik khusus yang mesti saya lakukan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada beberapa tips atau cara yang dapat kamu lakukan untuk belajar tahsin Qur’an, diantaranya:

1. Niat Karena Allah

Hal pertama yang harus kamu lakukan adalah niat karena Allah. Artinya Anda mempelajari tahsin itu bukan karena niat atau tujuan yang lain. Anda harus mengazamkan niat dalam jiwa bahwa belajar tahsin ini hanya semata untuk mendapatkan ridla Allah. Jangan sampai justru Anda memalingkan niat selain kepada-Nya.

Contoh niat yang salah misalnya adalah Anda belajar tahsin Quran karena ingin dikenal sebagai orang yang fasih dalam membaca Qur’an. Selain itu contoh lainnya adalah niat Anda dalam belajar hanya sekedar untuk mencari perhatian lawan jenis.

2. Istiqomah Dalam Berlatih

Tahsin termasuk ilmu yang lebih mengedepankan praktek daripada teori. Artinya adalah percuma Anda paham seluruh teori dalam ilmu tahsin, tetapi Anda tidak pernah mempraktikannya. Karena itu Anda harus istiqomah atau konsisten dalam mengaplikasikan seluruh teori tahsin yang sudah Anda pelajari.

Misalnya ketika Anda telah faham dan mengetahui tentang hukum mad, maka Anda harus terus mempraktikan teori tersebut hingga menguasainya secara sempurna.

3. Belajar Kepada Guru

Hal yang paling penting ketika belajar tahsin Quran adalah dengan langsung mempelajarinya bersama guru yang berkompeten dan memiliki kredibilitas. Hal ini karena tahsin Quran bukan merupakan ilmu yang sembarangan, ia merupakan pelajaran yang sangat membutuhkan guru.

Karena yang dapat menilai suatu bacaan kita benar atau salah adalah guru, tentu saja guru disini bukan sekedar guru biasa. Melainkan guru yang telah mendapatkan ijazah sanad Qur’an dari gurunya hingga bersambung kepada Rasulullah SAW.

Demikian informasi seputar tahsin Quran. Semoga Allah memudahkan langkah kita dalam belajar Qur’an dan mengajarkannya.

Baca juga:

Tartil: Pengertian, Kriteria, dan Cara Membacanya

Tinggalkan komentar