(REVIEW) Rekomendasi 9 Pesantren di Ponorogo (2022)

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Selain terkenal dengan kesenian reognya, Ponorogo juga ternyata masyhur dengan banyak pesantren di dalamnya. Bahkan salah satu pesantren terbaik di Indonesia ada di Ponorogo lho! Nah di artike ini kami telah mengumpulkan ulasan mengenai pesantren di Ponorogo paling bagus. Semoga bermanfaat ya!

Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor

Kredit Foto: Achmad Soleh Amirudin

Pesantren di Ponorogo pertama yang akan kami bahas adalah Ponpes Darussalam Gontor. Tentu tidak diragukan lagi bahwasanya Gontor adalah salah satu pesantren terbaik yang ada di Indonesia. Pola pengajarannya menjadi rujukan bagi ratusan pesantren modern yang ada di Indonesia. Selain itu alumninya pun telah tersebar di berbagai benua dan banyak yang menjadi tokoh penting di Indonesia.

Gontor sendiri didirikan pada 20 September 1926 oleh tiga orang putra dari KH Santoso Anom Besari yang dikenal dengan trimurti Gontor yaitu K.H. Ahmad Sahal, K.H. Zainudin Fananie, dan K.H. Imam Zarkasyi.

Dalam menjalankan lembaganya yang cukup besar, Gontor berkiblat kepada lembaga pendidikan yang ada di mancanegara seperti:

  • Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, yang memiliki wakaf yang sangat luas sehingga mampu mengutus para ulama ke seluruh penjuru dunia.
  • Aligarh, terletak di India yang memiliki perhatian sangat besar terhadap perbaikan sistem pendidikan dan pengajaran.
  • Syanggit, di Mauritania, yang dihiasi kedermawanan dan keihlasan para pengasuhnya.
  • Santiniketan, di India, dengan segenap kesederhanaan, ketenangan dan kedamaiannya.

Sebagai muara dari pesantren modern yang ada di Indonesia, Gontor menerapkan konsep pendidikan asrama (boarding school) yang memadukan model pesantren klasik/salaf dengan kurikulum modern. Kurikulum modern ditampilkan melalui integralnya pendidikan agama dan pendidikan umum, antara tarbiyah dan ta’lim; sehingga menghasilkan ciri modern yaitu berpikir integral, berpikiran maju, tidak dikotomis, adil dan menghargai efisiensi waktu.

Mengenai jenjang pendidikannya, Gontor memakai Kulliyatul Mu’allimin Al-Islamiyyah (KMI) dengan masa belajar 6 atau 4 tahun, setingkat Tsanawiyah dan Aliyah.

Saat ini Gontor setidaknya memiliki sekitar 20 pesantren cabang dan 350 pesantren alumni Gontor yang tersebar di seantero Indonesia.

Mengenai biaya pendidikannya

Sekitar Rp. 6.142.000Biaya masuk putra
Sekitar Rp. 6.297.000Biaya masuk putri
Sekitar Rp. 665.000Biaya bulanan

Alamat lengkap pesantren: Ds. Gontor, Kec. Mlarak, Kab. Ponorogo, Prov. Jawa Timur, 63472

Website resmi: https://www.gontor.ac.id/

Baca Juga: Suasana Kamar Pondok Pesantren Gontor

Pondok Pesantren Modern Arrisalah

Kredit Foto: Halim Maulana

Berikutnya adalah Ponpes Arrisalah. Pesantren yang bercorak modern ini merupakan pesantren alumni Gontor. Hal ini karena Arrisalah didirikan pada Oktober 1982 oleh Drs. KH. Muhammad Ma’shum Yusuf Bin Taslim setelah tamat KMI Pondok Modern Darussalam Gontor dan IPD (Institut Pendidikan Darussalam) dan membantu mengajar di pondok tersebut selama 20 tahun.

Sebagai pesantren alumni Gontor, kurikulum yang diterapkan di pesantren ini pun hampir semuanya mengadopsi kurikulum yang ada di Gontor pusat. Tepatnya Darussalam menggunakan kurikulum Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI), di mana santri akan terbagi menjadi dua program. Yaitu program reguler selama enam tahun untuk lulusan sekolah dasar. Dan 4 tahun bagi lulusan SMP/sederajat.

Kemudian di luar kelas santri akan mendapat bimbingan, pengajaran, dan pengembangan secara intensif oleh Pengasuhan santri yang bertanggungjawab menangani berbagai aktivitas ekstrakurikuler yang meliputi keorganisasian, kepramukaan, bahasa, disiplin, olahraga, ketrampilan, kesenian, akhlak, ibadah, dll.

Adapun output yang akan didapatkan santri ketika lulus di pesantren ini adalah:

  • Tafaqquh fiddiin
  • Menguasai bahasa arab dan inggris
  • Siap terjun ke masyarakat
  • Melanjutkan studi ke perguruan tinggi nasional maupun internasional

Mengenai biaya pendidikannya

Sekitar Rp. 4.370.000Biaya masuk putra
Sekitar Rp. 4.835.000Biaya masuk putri
Sekitar Rp. 610.000Biaya bulanan

Alamat lengkap pesantren: Bakalan, Ds. Gundik, Kec. Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63463

Website resmi: https://pmarrisalah.ac.id/

Pondok Pesantren Darul Huda Mayak

Kredit Foto: Dzurrotul Muwafiroh

Selanjutnya adalah Ponpes Darul Huda Mayak. Pesantren Darul Huda Mayak adalah salah satu dari sekian banyak pondok pesantren yang ada di kabupaten Ponorogo. Berdiri sejak tahun 1968 oleh KH. Hasyim Sholeh.

Dalam pelaksanaan pendidikannya, pesantren ini menggunakan metode Salafiyah Haditsah. Maksudnya adalah bahwa Darul Huda Mayak melestarikan metode lama yang baik dan mengembangkan metode baru yang lebih baik.

Metode ini diterapkan di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak dalam bentuk pendidikan formal dan non formal. Adapun pendidikan formal meliputi: MTs (sederajat SMP), MA (sederajat SMA) dan Madrasah Diniyah (MMH). Sedangkan pendidikan non formal diselenggarakan dalam bentuk pengajian kitab-kitab kuning salafi yang mu’tabaroh

Dengan metode tersebut, santri Darul Huda Mayak dapat mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam secara utuh, dalam arti tidak hanya mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam seperti syari’at, tauhid dan tasawuf dalam rangka Tafaqquh fiddiin, tetapi juga mempelajari ilmu pengetahuan agama Islam yang bersifat umum seperti fisika, kimia, biologi dan lain-lain dalam rangka Tafakkur fii kholqillah.

Sehingga dengan metode tersebut akan membentuk santri yang mempunyai jiwa keagamaan yang teguh dan tegar serta dapat hidup secara fleksibel dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara di zaman yang modern ini.

Mengenai seputar biaya pendidikannya bisa di lihat di link ini

Alamat lengkap pesantren: Gg. VI No.38, Tonatan, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63418

Website resmi: https://darulhudamayak.net/

Pondok Pesantren Putri Al Mawaddah

Kredit Foto: Aida Salleh

Berikutnya adalah Ponpes Putri Al Mawaddah. Pesantren khusus putri ini didirikan pada tanggal 9 Dzulqo’dah 1409 H/21 Oktober 1989 M, merupakan realisasi dari ide dan cita-cita alm. KH. Ahmad Sahal (Pendiri Pondok Modern Gontor), yang kemudian diwujudkan oleh istri dan putra-putri beliau, yakni: Nyai Hj. Soetichah Sahal, Drs. H. Ali Saifullah Sahal, dan KH. Hasan Abdullah Sahal.

Dalam menjalankan pendidikannya, Al Mawaddah berpegang pada visinya yaitu: ” Menjadi lembaga pendidikan khusus putri terkemuka mencetak santriwati alimah-sholihah, berbudi tinggi, berpengetahuan luas, terampil, kreatif dan inovatif berasas nilai-nilai keislaman.” Dari visi ini lahirlah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Menumbuhkan kecintaan pada ajaran Islam dan mengamalkannya penuh keyakinan, kesadaran serta tanggung jawab.
  • Menanamkan sikap keteladanan santriwati dalam bermasyarakat.
  • Melatih santriwati agar mampu mengkomunikasikan ide & pengetahuan kegamaan kepada berbagai kalangan di masyarakat.
  • Menyiapkan santriwati melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi, baik dalam maupun luar negri.
  • Membekali santriwati keterampilan dan keahlian yang dapat dikembangkan secara profesional.
  • Menghasilkan lulusan yang memiliki keunggulan di tengah persaingan.

Saat ini Ponpes Putri Al Mawaddah menyelenggarakan pendidikan kepesantrenan dan pendidikan formal jenjang MA jurusan IPA dan IPS serta SMK jurusan Tata Busana dan Kesehatan

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi seputar biaya pendidikannya.

Alamat lengkap pesantren: Jl. Mangga No. 35, Ds. Coper, Kec. Jetis, Kab. Ponorogo, Jawa Timur, Indonesia 63473

Website resmi: http://www.pesantrenputrialmawaddah.sch.id/

Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar

Kredit Foto: Ngabar TV

Selanjutnya adalah Ponpes Wali Songo Ngabar. Pesantren yang bercorak modern ini secara resmi didirikan pada 4 April 1961 oleh KH. Mohammad Thoyyib dan dibantu oleh kedua putranya, yaitu KH. Ibrahim Thoyyib dan KH. Ahmad Thoyyib.

Dalam menjalankan pendidikanya, pesantren ini berpedoman pada visinya yaitu: “Menjadi lembaga pendidikan Islam yang berjiwa pesantren, unggul dalam IMTAQ dan IPTEK, bahagia di dunia dan akhirat.” Dari visi ini lahirlah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Mendidik generasi unggul yang bertakwa kepada Allah, beramal shalih, berbudi luhur, berbadan sehat, berpengetahuan luas, berfikiran bebas, berjiwa wiraswasta dan cinta tanah air
  • Menanamkan jiwa keihklasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah dan kebebasan.
  • Mempersiapkan generasi muslim yang menguasai tekhnologi, cakap, bertanggungjawab dan berkidmat kepada agama dan masyarakat.
  • Menyelenggarakan pendidikan Islam yang bermutu dan konsisten terhadap jiwa pesantren.
  • Menyediakan pendidik yang professional, sarana dan prasarana yang memadai dan lingkungan yang Islami.

Mengenai system pendidikannya, pesantren ini menggunakan sistem Tarbiyatul Mu`allimin Al-Islamiyah (TMI) yang setingkat SMP/MTs dan SMA/MA untuk putra dan putri bersistem asrama dengan masa pendidikan 6 tahun untuk lulusan SD/MI dan 4 tahun untuk lulusan SMP/MTs.

Adapun kurikulumnya merupakan integrasi antara kurikulum pesantren untuk materi keagamaan, dan Kurikulum pemerintah untuk materi umum. Dengan Integrasi ini, diharapkan para santri tidak mendikotomikan antara pengetahuan umum dan agama, serta dapat menyeimbangkan diantara keduanya.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi seputar biaya pendidikannya.

Alamat lengkap pesantren: Jl. Sunan Kalijaga, Ds. Ngabar, Kec. Siman, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63471

Website resmi: http://www.ppwalisongo.id/

Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Hasan

Kredit Foto: Muhammad Zakey Hoemaida

Berikutnya adalah Ponpes Tahfidz Al Hasan. Pesantren yang masih bercorak tradisional ini didirikan oleh KH Qomari Hasan dibawah asuhan KH Husain Ali M.A dan saat ini diasuh oleh putra beliau yaitu Ust. Agus M. Ihsan Arwani.

Dalam menjalankan pendidikannya, PPTQ Al Hasan berpedoman pada visinya yaitu: Menjadikan generasi Qur’ani yang berlandaskan Ahlu Sunnah wal Jamaah. Dari visi ini lahirlah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Mencetak generasi Qur’ani, mandiri, berjiwa pemimpin, cerdas, peka, dan berwawasan luas.
  • Menanamkan nilai-nilai islam melalui tahsin Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Saat ini di PPTQ Al Hasan terdapat dua program utama untuk kalangan dewasa yaitu program tahfidz dan program madrasah. Berikut rinciannya:

Program Tahfidz (tidak dibatas waktu)

  • Belajar tahsin, musyafahah bin nadzor, musyafahah bil ghaib, dan musyafahah qiro’ah sab’ah.
  • Kegiatan sorogan Al Qur’an secara langsung bersama kyai.
  • Kegiatan penunjang, antara lain: takror, setoran bersama asatodz, muqodaman, simaan, barzanji, muhadhoroh, dll.

Madrasah Diniyah Wustho Riyadlotus Syubban (6 tahun)

  • Dilaksanakan pada malam hari setelah isya berjamaah.
  • Mempelajari berbagai macam kitab kuning.
  • Kegiatan penunjang seperti seminar ubudiyah, bahsi; kutub, kerja bakti, kreasi madding, manasik haji, diklat perawatan jenazah, dll.

Selain dua program utama, terdapat juga program TPQ bagi anak-anak sekitar pondok. Oh ya karena bercorak tradisional maka pesantren ini tidak menyelenggarakan pendidikan formal.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi seputar biaya pendidikannya.

Alamat lengkap pesantren: Jl. Parang Menang, Batikan, Patihan Wetan, Kec. Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63491

Website resmi: https://www.instagram.com/p/CP7_fRdLq2g/

Pondok Pesantren Al Iman

Kredit Foto: Siswo Caroko

Selanjutnya adalah Ponpes Al Iman. Pesantren yang bercorak modern ini didirikan oleh KH. Mahfudz Hakiem pada tanggal 17 Juli 1991. Kala itu beliau mendirikan pesantren ini setelah pulang dari beribadah haji. Dalam menjalankan pendidikannya, Al Iman berpedoman pada visinya yaitu: ” Menciptakan generasi siap juang fiddaroini dengan kematapan iman, ilmu dan akhlaq.” Dari visi ini terpancarlah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Membina potensi religious, intelektual dan emosional secara integral dan berkesinambungan.
  • Membudayakan kehidupan islami dan menjadikan Al Qur’an dan Sunnah sebagai pedoman utama dan karya pemikiran para ulama sebagai sumber pendamping.
  • Mengembangkan potensi life skill yang dimiliki santri.
  • Mengembangkan pendidikan berorientasi internasional dengan mempertahankan budaya lokal.

Adapun format pendidikan yang dilaksanakan oleh Al Iman adalah:

  • Berbentuk Pondok Pesantren dengan santri berasrama khusus putra dan khusus putri
  • Jenjang pendidikan KMI (Kulliyatul Mu’allimin/mat Al-Islamiyah) setingkat SMP/MTS (Terakreditasi A) – SMA/MA (Terakreditasi A) terapadu dan integral dengan spesifikasi ilmu keguruan dan dakwah.
  • Kurikulum disusun dengan landasan filosofis memadukan kurikulum Pondok Modern Gontor, kurikulum nasional dan Pondok salaf.
  • Masa belajar lulusan SD/MI 6 tahun sedangkan SMP/MTS keatas adalah 4 tahun.
  • Kegiatan Intrakurikuler secara klasikal, kurikuler dan ekstrakurikuler secara individu dan kelompok.

Selain KMI, santri putri juga berkesempatan belajar pada SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) untuk jurusan Tata Busana yang terpadu dengan pondok pesantren.

Mengenai biaya pendidikannya

Sekitar Rp. 2.200.000Biaya masuk putra
Sekitar Rp. 620.000Biaya bulanan

Alamat lengkap putra: Ngambakan, Ds. Bangunrejo, Kec. Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63453

Alamat lengkap putri: Jl. Raya Ponorogo – Madiun No.KM, RW.5, Pondok, Kec. Babadan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63491

Website resmi: https://al-iman.ponpes.id/

Pondok Pesantren Al Islam

Kredit Foto: Pondok Pesantren Al Islam

Berikutnya adalah Ponpes Al Islam. Pesantren yang satu ini didirikan pada 2 Mei 1966. Pendiriannya diprakarsai oleh para ulama dan tokoh NU di wilayah Miarak seperti KH. Hasbullah, KH. Abdul Karim, KH. Maghfur Hasbullah, Ahmad Hudlori Ibnu Hajar, H. Farhan Abdul Qodir, Ashmu’i Abdul Qodir, Tumiran Ahmadi, Hirzuddin Hasbullah, Rohmat Asyhur, Royani, Muhammad Yasa’, dll.

Pada awalnya pesantren ini bernama Madrasah Tsanawiyah Islamiyah, kemudian setelah berjalan selama empat tahun, setelah adanya kelas IV akhirnya namanya ditambah dengan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam”, meskipun keberadaan Madrasah Tsanawiyah Aliyah “Al-Islam”. Namun meskipun  diprakarsai oleh para ulama NU, Al-Islam tetap berdiri untuk semua golongan.

Dalam menjalankan pendidikannya, pesantren ini berpedoman pada visinya yaitu: “Pondok yang berwawasan keagamaan, berorientasi pada perubahan, disiplin dan berkualitas.” Dari visi ini lahirlah misi pendidikan berupa: “Terciptanya generasi muslim yang berbudi pekerti luhur,  trampil, dinamis dan cinta almamater.”

Saat ini Ponpes Al Islam menyelenggarakan pendidikan kepesantrenan yang terintegrasi dengan pendidikan formal jenjang MTs, MA, dan SMK. Namun bagi siswa yang ingin masuk ke SMK dan MA tapi bukan lulusan MTs Al Islam, maka harus melaksanakan kelas intensif terlebih dahulu selama setahun.

Mengenai biaya pendidikannya

Sekitar Rp. 3.265.000Biaya masuk putra
Sekitar Rp. 3.685.000Biaya masuk putri
Tidak ada informasiBiaya bulanan

Alamat lengkap pesantren: Jl. Madura, Joresan, Mlarak, Kec. Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur 63472

Website resmi: https://alislamjoresan.sch.id/

Pondok Pesantren Darul Fikri

Kredit Foto: Nashrul Nasrulloh

Selanjutnya adalah Ponpes Darul Fikri. Pesantren yang bercorak modern ini resmi berdiri pada tanggal 10 Juli 1991 yang diresmikan oleh Drs.Gatot Sumani, selaku bapak bupati Ponorogo kala itu. Adapun pendiri Pondok Pesantren Darul Fikri dan sekaligus sebagai pengasuhnya hingga kini adalah KH. Ahmad Juhaini, Lc.

Dalam menjalankan pendidikannya, Darul Fikri berpedoman pada visinya yaitu: ” Mencetak kader dakwah yang beraqidah Shahihah (benar), tekun beribadah, berakhlaqul Karimah serta paripurna memadukan IMTAQ dan IPTEK.” Dari visi ini timbullah beberapa misi pendidikan berupa:

  • Menerapkan pendidikan berorientasi pada kecerdasan intelegensi, kecerdasan emosi, spiritual, dan teknologi.
  • Membina peserta didik menjadi kader dakwah yang berbekal Al-Quran dan Sunnah dengan pemahaman Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Mengenai kurikulumnya, Darul Fikri menggunakan Integrated Curriculum (kurikulum formal mengacu pada Kementrian Agama dan kurikulum berbasis Pesantren). Kurikulum formal bertujuan untuk menjamin mutu pendidikan nasional, sedangkan kurikulum berbasis pesantren menanamkan sikap dan prinsip hidup islami.

Kemudian kurikulum pesantren juga juga mengajarkan kemampuan bahasa asing yaitu bahasa Arab dan Inggris dengan tujuan santri siswa bisa mendalami ilmu syar’i dan ilmu umum, sehingga mereka siap melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

Saat ini Ponpes Darul Fikri menyelenggarakan pendidikan kepesantrenan sekaligus pendidikan formal jenjang SMP, MA, dan SMK. Selain itu terdapat juga pendidikan TK dan MI.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi seputar biaya pendidikannya.

Alamat lengkap pesantren: Jl Bringin Kauman, Kec. Kauman, Kab. Ponorogo, Jawa Timur 63451

Website resmi: https://darulfikri.net/

Kira-kira, sudah ada gambaran mau nyantri di Pondok Pesantren di Ponorogo yang mana? Oh ya, jika Anda tahu ada pondok bagus yang belum kami list, infokan di komentar ya!

Satu pemikiran pada “(REVIEW) Rekomendasi 9 Pesantren di Ponorogo (2022)”

Tinggalkan komentar