(REVIEW) 9 Rekomendasi Pesantren di Tuban (2022)

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Rekomendasi pondok pesantren di Tuban mungkin menjadi informasi yang Anda cari. Benar kan?

Perlu Anda ketahui, saat ini berdasarkan bank data pesantren yang terdapat di situs kemenag, di Tuban terdapat sekitar 101 Pondok Pesantren. Adapun total santrinya berjumlah kurang lebih 12.616. Jumlah tersebut terbagi menjadi 7.855 santri mukim, dan 4.761 santri non mukim alias ngalong.

Pondok Pesantren Langitan

Kredit Foto: Junaedi Ahmed

Pesantren pertama yang akan kami bahas adalah Ponpes Langitan. Pesantren adalah salah satu lembaga pendidikan Islam tertua di Indonesia. Berdirinya lembaga ini jauh sebelum Indonesia merdeka yaitu tepatnya pada tahun 1852.

Dahulunya, pesantren ini hanyalah sebuah surau kecil tempat pendiri Pondok Pesantren Langitan, KH. Muhammad Nur mengajarkan ilmunya dan menggembleng keluarga dan tetangga dekat untuk meneruskan perjuangan dalam mengusir kompeni (penjajah) dari tanah Jawa.

Dalam rentang masa satu setengah abad Pondok Pesantren Langitan telah menunjukkan kiprah dan peran yang luar biasa, berawal dari hanya sebuah surau kecil berkembang menjadi Pondok yang representatif dan populer di mata masyarakat luas baik dalam negeri maupun manca negara.

Banyak tokoh-tokoh besar dan pengasuh pondok pesantren yang lahir dan besar di Pondok Pesantren Langitan ini, seperti KH.Kholil Bangkalan, KH. Hasyim Asy’ari, KH. Syamsul Arifin (ayah KH. As’ad Syamsul Arifin) dan lain-lain.

Pondok Pesantren Langitan selama kurun waktu yang cukup panjang ini telah menerapkan beberapa methode pendidikan dan pengajaran dalam sistem klasikal (madrasiyah) dan non klasikal (ma’hadiyah).

Sistem pendidikan klasikal adalah sebuah model pengajaran yang bersifat formalistik. Orientasi pendidikan dan pengajarannya terumuskan secara teratur dan prosedural, baik meliputi masa, kurikulum, tingkatan dan kegiatan-kegiatannya.

Adapun pendidikan non klasikal dalam Pondok Pesantren Langitan ini menggunakan methode wethon atau bandongan dan sorogan. Methode wethon atau bandongan adalah sebuah model pengajian di mana seorang kiai atau ustadz membacakan dan menjabarkan isi kandungan kitab kuning sementara murid atau santri mendengarkan dan memberi ma’na.

Adapun bagi yang berminat mengikuti pendidikan di pesantren ini, dari informasi terakhir yang kami dapatkan harus menyiapkan dana sebesar:

  • Biaya masuk putra: sekitar Rp. 600.000
  • Biaya masuk putri: sekitar Rp. 650.000 – 700.000
  • Biaya bulanan seluruh santri: sekitar Rp. 23.000

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jln. Langitan, Slawe, Widang, Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62383

Website resmi: http://langitan.net/

Pondok Pesantren Sunan Bejagung Tuban

Ponpes Sunan Bejagung
Kredit Foto: Ubaidillah Salim

Berikutnya adalah Ponpes Sunan Bejagung. Pesantren ini didirikan oleh K.H. Abd. Matin Djawahir. Konon lokasi pesantren ini merupakan napak tilas pesantren milik Mbah Maulana Abdullah Asy’ari. Maka diberilah nama Pondok Pesantren Sunan Bejagung sebagai bentuk Tabarukan (ngalap berkah ) kepada Mbah Maulana Abdullah Asy’ari. 

Awal berdiri Pondok Pesantren Sunan Bejagung sampai sekarang ini sudah ada beberapa unit pendidikan yaitu; Madin Uula, Madin Wustho, Raudlotul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), SMP Islam (SMPI) Plus, Madrasah Aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Salah satu sistem pengajian dalam proses belajar mengajar di pesantren ini adalah sorogan. Sorogan merupakan tradisi yang menjadi ciri khas pesantren di Indonesia, yaitu seorang santri membaca suatu materi tertentu dalam kitab kuning/turats dihadapan ustadz atau kiai, kemudian materi tsb dipaparkan oleh ustadz atau kiai yang menjadi pembimbing nya.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jl. Pangeran Pengulu No. 09 Desa, Bejagung Kidul, Bejagung, Kec. Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62381

Website resmi: https://ppdb.sunanbejagung.ponpes.id/

Pondok Pesantren Hidayatussalam Sanggahan Tuban

Selanjutnya adalah Ponpes Hidayatussalam. Pesantren ini didirikan oleh KH. Abdul Ghani. Pada awal perintisannya hanya terdapat surau kecil yang merupakan pusat kegiatan belajar mengajar, selain itu rumah tinggal beliau juga turut untuk menampung kegiatan belajar mengajar santri ketika itu. Pola yang beliau pakai masih dalam bentuk ngaji badungan atau kegiatan lain yang dilakukan dalam bentuk sederhana / klasik.

Berkat kerja keras dan tangan dingin beliau, dalam waktu yang tidak terlalu lama pesantren ini cukup masyhur, tidak hanya masyhur di Kabupaten  Tuban tetapi sudah merambah ke Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat bahkan sudah sampai di luar jawa. Dari bukti ini sudah banyak lahir tokoh-tokoh masyarakat yang juga turut mempercepat penyebaran syiar islam.

Pesantren ini adalah suatu tempat yang sederhana akan tetapi dapat meluruskan akhlaq akhlaq generasi muda mudi yang suatu saat berguna bagi bangsa dan agama. Dan juga dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada sg Khooliq Allah azza wa jalla.

Para santri akan belajar kitab-kitab kuning karangan para auliya’ dan ulama’. Berbagai ilmu nahwu, shorof, fiqh, ushul fiqh, tauhid, akhlaq, tajwid dll akan santri pelajari dari ustadz ustadzah yang telah terlatih dan mereka dulunya juga alumni pondok2 pesantren salaf yang cukup terkenal di indonesia.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jl. Kaligede, RT.03/RW.01, Dusun Mawot, Sugiharjo, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62319

Website resmi: http://hidayatussalaam.ponpes.id/

Pondok Pesantren Modern 4 Bahasa Al Muhibbin

Kredit Foto: Faizin

Berikutnya adalah Ponpes Modern 4 Bahasa Al Muhibbin. Pesantren ini didirikan pada 21 April 2006 oleh Alm. KH. Muhibbin dan putrinya Ustadzah Nuzulir Rohmah, S.Sa.,M.H. dengan sistem kurikulum yang terpadu, pendidikan berasrama serta pengajaran 4 bahasa asing yaitu Inggris, Arab, China dan Jepang secara intensif.

Dengan lingkungan yang asri, para pengurus berupaya untuk mencetak kader-kader penerus bangsa yang muttafaqoh fiddin yang siap memimpin umat atau bangsa, selalu mengupayakan terciptanya pendidikan santri yang memiliki jiwa keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, ukhuwah Islamiyah, kebebasan berfikir dan berperilaku atas dasar Al Quran dan Sunnah Rasulullah SAW untuk meningktkan taqwa kepada Allah SWT.

Sebagai jenis Pesantren modern, para santri mempunyai pemikiran yang terbuka dan moderat, tanpa menghilangkan unsur peran islam. Disiplin dan kesederhanaan, terimplementasi dalam kehidupan sehari hari di lingkungan pesantren.

Pesantren ini menerapkan pengelolaan pendidikan dan pengajaran serta kegiatan santri sehari-hari oleh para guru / asatidz dengan latar belakang lulusan Ponpes Al Muhibbin dan berbagai perguruan tinggi, yang wajib tinggal di asrama dan secara penuh mengawasi dan membimgbing santri dalam proses kegiatan belajar mengajar dan kepengasuhan samtri.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jl. St., Klagon, Wotsogo, Jatirogo, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62362

Website resmi: https://ppmalmuhibbin.blogspot.com/2020/

Pondok Pesantren Lansia Al Hidayah Tuban

Selanjutnya adalah Ponpes Lansia Al Hidayah. Jika pada umumnya sebuah pesantren khusus usia anak-anak hingga pemuda, maka tidak dengan pesantren yang satu ini. Pesantren ini khusus bagi para lansia alias manusia lanjut usia.

Pesantren ini berdiri pada tahun 1997. didirikan oleh Hj. Halimah Ali Tamam istri dari KH. Ali Tamam -ketua MUI pertama di kabupaten Tuban-. Latar belakang berdirinya pondok pesantren ini adalah sebuah inisiatif beliau setelah wafatnya sang suami (KH.Ali Tamam).

Beliau berpikir betapa pentingnya orang orang yang sudah lanjut usia untuk mendapatkan perhatian yang cukup dalam memanfaatkan sisa hidupnya dan mengakhirinya dengan khusnul khotimah.

Rata rata usia santrinya adalah 50 sampai 70 tahun. Adapun kegiatan-kegiatan yang terlaksana di ponpes lansia ini adalah penekanan sholat lima waktu berjam’ah, sholat-sholat sunnah, dzikir,  istighosah serta puasa-puasa sunnah tepatnya di ayyamul bidh.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Gg. Gading No.632, Doromukti, Kec. Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62316

Website resmi: –

Pondok Pesantren As Salam

Kredit Foto: Rivan Nur

Berikutnya adalah Ponpes As Salam. Pesantren ini menggunakan sistem modern. Motonya persis dengan pondok pesantren Gontor yang menjadi basis pesantren modern di Indonesia. “Berdiri di Atas dan untuk Semua Golongan”. Santrinya kira-kira 5000-an.

Bahkan dari segi jadwal kegiatannya pun sangat mirip dengan yang ada di pesantren Gontor. Dari kegiatan harian, mingguan, sampai bulanan. Yang menjadi istimewa di Tuban dari pesantren ini adalah identitas Modern. Karena tidak banyak pesantren besar modern di Tuban.

Adapun bagi yang berminat mengikuti pendidikan di pesantren ini, dari informasi terakhir yang kami dapatkan harus menyiapkan dana sebesar:

  • Biaya masuk seluruh program: sekitar Rp. 1.140.000
  • Biaya bulanan seluruh program: sekitar Rp. 345.000

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Pulut, Bangilan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62364

Website resmi: https://www.assalam.sch.id/#

Pondok Pesantren An Nihayah Tuban

Selanjutnya adalah Ponpes An Nihayah. Pesantren ini adalah asuhan Ust. Muh. Ali Mansyur,S.Pd.I. atas petunjuk dari Guru sekaligus saudara sepupu beliau yaitu KH. Abdul Matin,S.H. Kini Pesantren ini mengelola pendidikan agama seperti TKA, TPA, TQA, MADIN (Madrasah Diniyah) dan Majlis Ta’lim serta mengelola juga Bimbingan Belajar.

Berdirinya pondok ini sejak tahun 2008. Awalnya ada 4 orang santri yang mengaji kepada sang pendiri. Saat itu beliau masih mendapat amanah untuk mengurus Pondok Pesantren Ar-Rofi’iyyah.

Pondok ini memang cenderung bertipe salaf dengan mengaji kitab-kitab kuning yang merupakan kitab klasik ulama terdahulu. Meski begitu, santri juga akan mempelajari berbagai kitab khalaf agar bisa lebih menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jl. Kyai Djoened No.74, Jatisari, Senori, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62365

Website resmi: –

Pondok Pesantren Riyadlul Mubtadiin

Kredit Foto: Mayarara

Berikutnya adalah Ponpes Riyadlul Mubtadiin. Pesantren ini didirikan oleh KH. M. Anwar Syarqowi pada tahun 1910. Pendirian pondok pesantren ini tidak terlepas dari ghiroh (semangat) beliau untuk mengajarkan ilmu agama di masyarakat serta semakin banyaknya masyarakat yang ingin mendalami ilmu agama.

Setelah beliau wafat pada tahun 1962, kepengasuhan Pondok berlanjut kepada menantu beliau yang bernama KH. Musta’in Ma’ruf sampai beliau wafat pada tahun 1986. Setelah iu kepengasuhan diteruskan oleh putra beliau yang bernama KH. Muhtadi Musta’in sampai sekarang.

Pada mulanya lembaga pendidikan ini hanya menggunakan sistem Bandongan, Pengajian Weton, Selapanan dan Madrasah Diniyah Takmiliyah dengan sistem klasikal yang berjenjang 8 Tahun. Yaitu tingkat Ula 4 Tahun, tingkat Wustho 2 tahun dan tingkat Ulya 2 tahun, yang semua mata pelajaranya bersumber dari kitab-kitab salaf.

Namun pada perkembangannya masih ada yang dirasakan kurang oleh masyarakat khususnya alumni, dimana mereka dengan pemikiran kritis dan maju menginginkan suatu sistem pendidikan yang efektif dan efesien.

Akhirnya pada tahun 2018 berdirilah Pendidikan Diniyah Formal (PDF) Wustha dan Ulya untuk menjawab keinginan masyarakat dan alumni yang menginginkan anaknya tetap bisa mengaji dan mendapatkan legalitas formal dari pemerintah.

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jalan KH. Muhyiddin No.365, Laju Kidul, Singgahan, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62361, Indonesia

Website resmi: –

Pondok Pesantren Manbail Futuh Tuban

Ponpes Manbail Futuh Tuban
Kredit Foto: Ahmad Turmuzi

Pesantren terakhir yang akan kami bahas adalah Ponpes Manbail Futuh. Tidak ada seorangpun yang tahu pasti kapan berdirinya pondok pesantren Manbail Futuh. Namun pendiri pesantren ini adalah KH. Fathurrahman.

Pada mulanya Pondok pesantren ini dibangun di atas tanah milik beliau yang dinding dan lantainya terdiri dari kayu jati dan dilengkapi dengan musholla, sumur, kamar mandi, dan tempat wudlu berukuran 2 x 4M.

Hingga saat ini pondok pesantren Manbail Futuh terus mengalami perkembangan, jumlah santri dari tahun ke tahun meningkat, pembangunan gedung terus berlanjut, perbaikan sarana dan prasarana pendidikan selalu diperbarui dan peningkatan mutu pondok pesantren dan madrasah terus dikembangkan.

Kini Manbail Futuh memiliki beberapa unit pendidikan, seperti pondok pesantren dan pendidikan formal yang dimulai dari tingkat Raudlotul Athfal, Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, Sekolah Menengah Kejuruan, Taman Pendidikan Al- Qur’an untuk tingkat RA dan MI, serta Madrasah Diniyah yang pelaksanaannya di dalam pesantren yang diperuntukkan untuk siswa tingkat MTs dan MA. 

Namun sayangnya kami belum berhasil mendapatkan informasi mengenai biaya pendaftaran dan bulanannya.

Adapun alamat lengkap pesantren ini adalah: Jl. Masjid Besar Baiturrohman, Krajan, Beji, Kec. Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur 62352

Website resmi: –

Kira-kira, sudah ada gambaran mau nyantri di Pondok Pesantren di Tuban yang mana? Oh ya, jika Anda tahu ada pondok bagus yang belum kami list, infokan di komentar ya!

Baca Juga:

Daftar ++500 Pesantren Terbaik di Indonesia

Rekomendasi 7 Pesantren di Pati

Tinggalkan komentar