Astaghfirullahaladzim Istighfar: Tulisan Arab, Latin, dan Artinya

Membaca kalimat thoyyibah seusai sholat dan setiap ada kesempatan merupakan hal yang sangat dianjurkan. Kalimat thoyyibah ini diantaranya ada alhamdulillah, subhanallah, masyaallah, Allahu akbar, laa ilaaha illallah dan astaghfirullahaladzim.

Masing-masing kalimat thoyyibah ini selain sebagai wirid setelah sholat, juga bisa diucapkan untuk menggambarkan perasaan. Contohnya alhamdulillah saat mendapatkan rezeki, masyaallah saat melihat sesuatu yang menakjubkan dan astaghfirullah saat melakukan sebuah kesalahan.

Astaghfirullahaladzim: Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Astaghfirullahaladzim_ Tulisan Arab, Latin dan Artinya

Kata astaghfirullahaladzim biasa disebut dengan istighfar. Kalimat ini sering diucapkan oleh umat Islam dan biasanya diucapkan saat bertobat karena melakukan kesalahan maupun hanya sekedar refleks spontan saja terhadap sesuatu.

Kalimat istighfar baik itu ditulis dengan harakat maupun tanpa harakat sebenarnya sama saja. Hanya saja yang versi dengan harakat tentu lebih mempermudah seseorang untuk membacanya, terutama yang baru belajar membaca tulisan Arab.

Berikut tulisan istighfar tersebut baik yang dengan harakat maupun tanpa harakat yang bisa Anda simak.

1. Dengan Harakat

اَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ

Latin: Astaghfirullahal ‘adziim

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

2. Tanpa Harakat

أستغفرالله العظيم

Latin: Astaghfirullahal ‘adziim

Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung.”

Baca: Bismillahirrahmanirrahim

Makna Astaghfirullahal ‘Adziim

Makna Astaghfirullahal ‘Adziim

Kalau dalam KBBI, istighfar berarti permohonan ampun kepada Allah Swt. Sama halnya dengan astaghfirullahal’adzim yang merupakan kalimat yang biasa diucapkan saat seseorang memohon ampunan kepada Allah Swt.

Namun, kalau meninjau KBBI, kalimat astaghfirullah itu sendiri memiliki tiga arti, antara lain:

  • Semoga Allah Swt mengampuni aku
  • Merupakan kalimat seruan untuk menyatakan rasa heran yang bercampur dengan sedih
  • Merupakan kalimat seruan untuk menyatakan penyerahan diri atau pasrah kepada Allah Swt agar diberi ampunan.

Dari pengertian di atas, kalimat astaghfirullahal’adzim bisa menjadi salah satu jalan keluar untuk umat Islam yang sering melakukan dosa. Namun, astaghfirullahal’adzim ini juga ada versi pendeknya, yakni astaghfirullah.

Keduanya sudah tentu berbeda, dan perbedaan ini terletak pada kalimat al ‘adzim yang menjadi tambahannya. Kalimat al ‘adzim ini sendiri menjadi sifat atau naat dari kalimat Allah Swt yang artinya adalah makna agung.

Jadi kalau hendak dijelaskan lebih jauh, maka astaghfirullah itu hanya menyebutkan asma Allah Swt sedangkan astaghfirullahal’adzim juga menyebutkan asma Allah Swt namun dengan tambahan sifat yang Maha Agung.

Dengan kata lain, kalau astaghfirullah artinya adalah aku memohon ampun kepada Allah, sedangkan astaghfirullahal’adzim artinya adalah aku memohon ampun kepada Allah yang Maha Agung. Meskipun berbeda artinya, kedua kalimat ini sama-sama disebut sebagai kalimat istighfar.

Kalimat istighfar bisa dibaca di mana saja kecuali saat Anda sedang di toilet. Kalimat ini bahkan dianjurkan untuk dibaca setiap saat agar senantiasa berhati-hati dalam menjaga tindakannya.

Baca: Lirik ‘Salamullah Ya Sadah’

Hadits Tentang Istighfar

Hadits Pertama: Allah SWT Memberikan Kelapangan pada Orang yang Banyak Membaca Istighfar

Hadits Pertama

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ أكْثَرَ مِنَ الاسْتِغْفَارِ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ.

Artinya: Rasulullah SAW. bersabda, “Siapa yang memperbanyak istighfar maka Allah akan menjadikan untuknya kelapangan dari setiap kegundahan, jalan keluar dari setiap kesempitan, dan Dia memberikan rezeki untuknya dari jalan yang tidak terduga.” (HR. Ahmad)

Hadits Kedua: Istighfar Memakan Dosa Layaknya Api yang Melahap Kayu Bakar Kering

hadits kedua

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {الْاِسْتِغْفَارُ يَأكُلُ الذُّنُوْبَ كَمَا تَأْكُلُ النَّارُ الْحَطَبَ الْيَابِسَ}.

Artinya: Nabi SAW. bersabda, “Istighfar itu memakan dosa-dosa sebagaimana api melahap kayu bakar yang kering.” Periwayat hadits ini sendiri tidak diketahui, dan Imam Nawawi al-Bantani juga tidak menjelaskan periwayat hadits ini pada saat mensyarahnya. 

Adapun Imam Nawawi al-Bantani ini merupakan ulama Indonesia yang menjadi salah satu pengajar di Masjidil Haram, Makkah. Beliau adalah ulama yang aktif menulis dan sudah menghasilkan banyak karya.

Hadits Ketiga: Istighfar Merupakan Obat Bagi Dosa

hadits ketiga

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {لِكُلِّ دَاءٍ دَوَاءٌ وَدَوَاءُ الذُّنُوْبِ الْاِسْتِغْفَارُ}.

Nabi saw. bersabda, “Setiap penyakit itu ada obatnya dan obat-obatnya dosa adalah istighfar/meminta ampunan.” (HR. Imam Ad-Dailani)

Hadits Keempat: Istighfar Menggugurkan Dosa yang Menumpuk

Hadits Keempat

وَقَالَ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: {مَا أَصَرَّ مَنِ اسْتَغْفَرَ وَإِنْ عَادَ فِى الْيَوْمِ سَبْعِيْنَ مَرَّةً}.

Artinya: Nabi SAW. bersabda, “Tidak ada dosa yang menumpuk bagi orang yang meminta ampunan meskipun ia mengulanginya dalam sehari tujuh puluh kali.” (HR. Imam Abu Daud dan At – Tirmidzi)

Hadits Kelima: Istighfar Membuat Dosa Diampuni Termasuk Lari Dari Medan Perang

Hadits Kelima

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ قَالَ: أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِي لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ ثَلاَثًا غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ وَإِنْ كَانَ فَارًّا مِنَ الزَّحْفِ.

Artinya: Rasulullah SAW. bersabda, “Siapa yang mengucapkan Astaghfirullahal ‘adzim alladzi laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih (Aku meminta ampunan kepada Allah yang Maha Agung yang tidak ada Tuhan selain Dia yang Maha Hidup dan Berdiri sendiri. Aku bertaubat kepadaNya) tiga kali, maka dosa-dosanya telah diampuni meskipun ia lari dari medan peperangan (di mana hal itu adalah termasuk dosa yang besar).” (HR. Imam Abu Daud, At – Tirmidzi dan Imam Al-Hakim)

Baca: 99 Asmaul Husna

Keutamaan Istighfar

Kalimat astaghfirullahaladzim maupun yang versi pendek sejatinya memang bisa dibaca untuk memohon ampunan Allah Swt. Kendati demikian, kalimat ini memiliki banyak keutamaan jika dibaca sebagai berikut.

1. Menggugurkan Dosa

Menggugurkan Dosa

Sesuai dengan yang sudah disampaikan sebelumnya dan sesuai dengan arti katanya, istighfar bisa menggugurkan dosa. Ini adalah salah satu keutamaan istighfar yang bahkan Nabi Muhammad Saw yang terhindar dari dosa pun turut mengamalkannya.

Oleh sebab itu, istighfar menjadi salah satu kalimat thoyyibah yang bisa diamalkan ketika seorang muslim terpeleset dalam dosa untuk memohon ampun pada Allah Swt. Dan Allah Swt sendiri juga sudah berjanji bahwa Dia akan memberikan ampunan kepada hamba-Nya yang bertaubat.

2. Melancarkan Rezeki

Melancarkan Rezeki

Kalimat istighfar juga bisa membukakan pintu rezeki. Dengan kata lain, dengan mengamalkan istighfar untuk memohon ampun kepada Allah Swt juga akan sekaligus membuka pintu rezeki. Bukanlah hal yang sulit bagi Allah Swt untuk membuat seseorang menjadi kaya.

3. Menghilangkan Kemalasan

Menghilangkan Kemalasan

Rasa malas adalah salah satu hal yang bisa menghambat selesainya pekerjaan dan tentu malas bukanlah sesuatu hal yang baik. Untuk menghilangkan rasa malas ini, selain harus memaksakan diri juga bisa dengan memohon pertolongan dari Allah Swt.

Salah satunya ialah dengan membaca istighfar. Setelah membaca istighfar, bisa dirasakan bahwa semangat akan muncul kembali. Bahkan Nabi Muhammad Saw saja juga mengamalkannya saat beliau merasa malas.

Baca: Allahumma Antassalam Waminkassalam

4. Dimudahkan Segala Urusan

Dimudahkan Segala Urusan

Kesulitan adalah hal yang sangat ingin dihindari oleh siapa saja. Namun sebenarnya umat Islam memiliki resep yang sangat ampuh untuk mengatasinya. Yakni dengan istighfar. Sebab, istighfar tidak hanya bisa menggugurkan dosa, namun juga menjadi perantara dimudahkannya dalam menjalankan urusan.

5. Diselamatkan Dari Api Neraka dan Mendapatkan Balasan Berupa Surga

Diselamatkan Dari Api Neraka dan Mendapatkan Balasan Berupa Surga

Masuk ke dalam neraka bukanlah hal yang diimpikan oleh umat Islam. Namun pada kenyataannya, manusia yang bahkan disebut sebagai makhluk yang mulia di dunia dibandingkan dengan makhluk lainnya tidak sepenuhnya suci dari dosa.

Ada saja dosa yang bisa dilakukan oleh manusia dalam kesehariannya bahkan tanpa dia sadari. Oleh sebab itu, untuk menggugurkan dosa-dosa ini, dianjurkan untuk membaca istighfar. Karena apabila dosanya sudah digugurkan, maka seseorang akan diselamatkan dari api neraka.

Tidak hanya itu, orang yang senantiasa menghiasi lisannya dengan istighfar juga akan mendapatkan balasan berupa surga. Pasalnya, dengan mengucapkan istighfar, ini berarti seseorang selalu memohon ampunan kepada Allah Swt.

Ini bisa dikatakan bahwa mereka mengingat dosa-dosa yang dilakukannya baik yang sengaja maupun yang tidak disengaja. Untuk orang-orang yang memohon ampunan, Allah Swt akan menunjukkan kasih sayang-Nya dengan menggugurkan dosa orang tersebut sehingga dia akan diberi balasan berupa surga.

6. Dijauhkan Dari Setan

Dijauhkan Dari Setan

Tidak ada manusia satupun yang tidak akan digoda oleh setan. Bahkan setan sendiri sudah bersumpah akan terus menggoda manusia saat diusir dari surga karena membangkang perintah Allah Swt dan tidak mau bersujud kepada Nabi Adam as.

Sifat buruk dan perangai yang buruk adalah cerminan dari iblis yang selalu mengajak manusia untuk melakukan perbuatan tercela. Sedangkan jika kita mengamalkan istighfar, maka kita akan terhindar dari godaan setan.

Sebab, dengan mengucapkan istighfar, maka orang tersebut akan mengingat Allah Swt. Dengan mengingat Allah Swt, maka seseorang akan takut melakukan perbuatan tercela.

7. Diberikan Kesembuhan Saat Sakit

Diberikan Kesembuhan Saat Sakit

Apapun yang ada dan terjadi di dunia ini tidak lain adalah karena kuasa Allah Swt. Tidak ada seorangpun yang bisa menandingi Allah Swt baik termasuk urusan hidup, mati, rezeki dan juga jodoh seseorang. Tentunya hal yang sama juga berlaku untuk kesehatan serta sakitnya manusia.

Apabila seorang hamba merasa sakit luar biasa, bisa meminta kesembuhan hanya kepada Allah Swt yang tentunya harus dibarengi dengan ikhtiar seperti minum obat atau pergi ke dokter. Selain itu, bisa ditunjang juga dengan memperbanyak istighfar.

Harapannya, dengan memperbanyak istighfar ini semoga Allah Swt segera mengangkat penyakit yang diderita dan sekaligus dosa yang terdapat pada dirinya. Dengan kata lain, istighfar dapat menjadi perantara sembuhnya rasa sakit secara tidak langsung.

8. Menenangkan dan Membersihkan Hati

Menenangkan dan Membersihkan Hati

Ketenangan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh manusia. Namun kecenderungannya adalah perbuatan dosa yang dilakukan akan mengantarkan manusia pada rasa tidak tenang terutama pada hatinya.

Oleh sebab itu, istighfar sangat dianjurkan untuk dibaca selain untuk menggugurkan dosa juga untuk menciptakan rasa tenang dalam hati. Tidak hanya itu, istighfar juga bisa membersihkan hati.

Sebagai kesimpulan, kalimat istighfar adalah kalimat astaghfirullahaladzim. Kalimat ini sangat dianjurkan untuk dibaca karena memiliki berbagai keutamaan termasuk salah satunya untuk menggugurkan dosa sebagaimana arti dari istighfar itu sendiri. Wallahu a’lam bish showab.

Tinggalkan komentar