9 Fakta Menarik Pondok Pesantren Al Bahjah

Pondok Pesantren Al Bahjah merupakan salah satu pesantren terbaik di Cirebon. Karena itulah tentu pesantren ini memiliki banyak fakta dan hal menarik di dalamnya. Nah, di artikel ini kami telah mengulas secara ringkas mengenai fakta menarik yang akan membuka wawasan Anda secara lebih luas tentang pesantren Al Bahjah.

Didirikan Oleh Ulama Kharismatik

Kredit Foto: Helmi Fauzi

Sudah sangat masyhur dan diketahui banyak orang, bahwa pesantren yang dikenal dengan “Yaman nya Indonesia” ini didirikan oleh seorang ulama kharismatik asal Cirebon, yaitu Buya Yahya. Buya Yahya yang memiliki nama lengkap Yahya Zainul Ma’arif, dilahirkan pada ada tanggal 10 Agustus 1973 di Blitar, Jawa Tengah. Beliau menyelesaikan pendidikan SD-SMP di kota kelahirannya. Selain pendidikan formal, beliau juga menempuh pendidikan di Madrasah Diniyah yang dipimpin oleh KH. Sholeh Imron Mahbub.

Selesai dari Blitar, beliau melanjutkan pendidikannya ke Bangil Pasuruan di Pesantren Darullughah Wadda’wah, di bawah asuhan Al Murobbi Al Habib Hasan Bin Ahmad Baharun tahun 1988-1993. Sebagai masa khidmatnya beliau juga mengajar di sana pada tahun 1993-1996. Pada tahun 1996 itu juga sang guru Al-Murobbi Al-Habib Hasan Baharudin mengutus Buya Yahya ke Universitas Al-Ahgaff hingga pulang pada tahun 2005. Selama di Yaman, beliau belajar islam kepada Mufti Hadramaut Syekh Fadhol Bafadhol, Syekh Muhammad Al Khotib, Syekh Muhammad Baudhon, dan Habib Ali Masyur Bin Hafidz.

Berawal dari Takzim Kepada Guru

Berikutnya, ada satu kisah menarik tentang pendirian pesantren ini. Pesantren ini bermula dari Buya Yahya yang ingin memondokan putri beliau Zahro, yang mana pada waktu itu zahro berusia sekitar 9 thn. Saat itu Buya Yahya meminta izin kepada guru beliau yaitu Habib Abdullah bin Muhammad Baharun yang berada di negri Yaman agar diperkenankan zahro untuk mondok disana, akan tetapi Habib Abdullah tidak mengijinkannya, melainkan beliau menyarankan kepada Buya yahya agar mendatangkan guru yang mengajarkan Al Qur’an kepada putrinya.

Karena ta’zim kepada gurunya, pada waktu itu Buya yahya langsung mencarikan Zahro teman untuk belajar dan menghafal Al Qur’an di tempat beliau. Teman-temannya tersebut ambilkan dari anak-anak dari orang-orang pondok yang yang punya putra-putri, lalu datanglah teman-teman zahro 5 orang yaitu laila, Nurul, Abdi, Abiyu, dan Mahda. Nah 5 orang inilah yang menjadi santri pertama Al Bahjah.

Membuka Program Pendidikan Sejak Usia Dini

Jika biasanya pesantren lain membuka pendidikan bagi santri yang berusia minimal setara SMP, maka tidak dengan pesantren ini. Buya Yahya menetapkan batasan minimal umur santri adalah 7 tahun, yang mana tentu usia tersebut setara dengan usia anak SD. Karena itu, jika Anda berkunjung atau mengikuti kajian di pesantren milik Buya Yahya ini, dengan sangat mudah Anda akan menjumpai banyak santri yang masih imut dan lucu.

Fokus Kepada Tahfidz

Untuk pendidikannya sendiri, pesantren Buya Yahya ini mengedapenkan dan memfokuskan pembelajaran Tahfidz Al Qur’an. Bagi siswa yang mengikuti pendidikan dari usia SD, maka ia akan ditarget untuk mampu menghafal 30 juz hingga lulus jenjang SMP. Hal ini tentu sangatlah mungkin. 8-9 tahun mampu menghafal 30 Juz disertai dengan pendidikan formal akan menghasilkan hafalan yang baik dan mutqin. Nantinya alokasi waktu untuk tahfidz Quran sekitar dua jam sehari.

Kemudian terdapat juga Program Pendidikan Tafaqquh. Program Tafaqquh Al-Bahjah adalah program pendidikan pesantren dengan sistem mukim untuk santri putra dan putri dengan jenjang usia pendidikan menengah keatas. Program ini berfokus kepada pendidikan agama yang mencakup Bahasa Arab, Fiqih, Aqidah dan Akhlaq. Jadi setelah hafal Al Qur’an, santri yang berada di Al Bahjah sejak usia dini dapat melanjutkan pendidikannya dengan mempelajari ilmu-ilmu keislaman pada Program Tafaqquh.

Aktivitas Ruhiyah Sangat Kental

Berkutnya aktivitas ruhiyah dan pembiasaan beribadah di pesantren ini sangatlah kental. Setiap santri nantinya akan dibiasakan bangun tidur sejak pukul 3 pagi yang diikuti dengan  Qiyamullail, tahajud, wiridul faith, surat al Waqiah, shalat istikharah, hajat dan witir. Tak ketinggalan, shalat dhuha dan shalat berjamaah pun menjadi sebuah kewajiban disini. Karena itu pesantren ini memiliki suasana ibadah yang sangat kuat.

Pakaian Yang Khas

Kredit Foto: Kajian Islami

Kemudian, pakaian santri di pesantren ini pun sangatlah unik. Jika Pesantren Gontor terkenal dengan style pakaian dan seragamnya yang rapih seperti jas dan kemeja, maka pesantren ini terkenal dengan seragam atau pakaian putih-putih yang sangat bersih. Setiap santri disini memakai udeng di kepala serta jubah putih. Hal ini merupakan bentuk perwujudan sunnah nabi dan agar santri memiliki jiwa ulama dalam dirinya.

Santri Dari Luar Negeri

Seiring berjalannya waktu, santri di Pesantren Al Bahjah semakin bertambah. Santrinya pun tidak hanya datang dari daerah Cirebon dan sekitarnya, akan tetapi juga datang dari berbagai daerah pelosok Indonesia. Bahkan, santri Al Bahjah pun ada yang berasal dari luar negeri. Seperti dari Malaysia dan negara tetangga lainnya. Hal ini menunjukan bahwa Al Bahjah merupakan salah satu pesantren yang prestisius.

Memiliki Badan Usaha Produktif

Kredit Foto: Erwin Martian

Untuk biaya operasional pendidikannya, Al Bahjah tidak mau berpangku tangan secara penuh kepada donatur atau orang tua santri. Akan tetapi pesantren ini juga bergerak secara mandiri guna mendapatkan dana tambahan demi berlangsungnya proses pendidikan. Karena itu Al Bahjah memiliki beberapa badan usaha produktif. Diantaranya:

  • Minimarket AB Mart
  • Al-Bahjah Tour & Travel
  • Al Bahjah Foundation
  • Radio_QU
  • dan masih banyak lagi.

Membuka Banyak Cabang

Meskipun masih tergolong pesantren yang berusia sangat muda, Al Bahjah bisa dikatakan sebagai pesantren yang luar biasa. Hal ini karena hanya dalam waktu 11 tahun, Al Bahjah telah mendirikan berbagai cabangnya di lebih dari 30 tempat di Indonesia. Bahkan ada satu cabang yang didirikan di luar negeri, tepatnya di daerah Trengganu yang terletak di negeri jiran Malaysia. Suatu prestasi yang mungkin tidak bisa dilakukan oleh pesantren-pesantren lainnya.

Diantara lokasi cabang-cabang pesantren Al Bahjah adalah:

  • Majalengka
  • Blitar
  • Bogor
  • Batam
  • Purbalingga
  • Cianjur
  • Bandung
  • Kuningan
  • Wonosobo
  • Tulungagung
  • Tangerang
  • Dan berbagai daerah lainnya

Begitulah sekelumit fakta unik dan menarik seputar pesantren Al Bahjah. Semoga apa yang telah kami tulis dapat bermanfaat bagi Anda semua.

Baca juga:

(REVIEW) 7 Pesantren di Cirebon Paling Bagus (2022)

Tinggalkan komentar