7 Adab Guru Terhadap Murid yang Harus Diperhatikan

Seorang guru tentu sangat berjasa dan berpengaruh terhadap kehidupan setiap murid atau santrinya. Dialah yang mengajarkan banyak hal atas murid-muridnya, baik itu yang berkaitan dengan pelajaran kehidupan maupun berupa mata pelajaran. Karena itu sudah selayaknya bagi seorang murid untuk menghargai dan menjaga adab kepada gurunya.

Namun disamping itu, seorang guru juga mesti memperhatikan adab ketika berinteraksi dengan muridnya. Hal ini karena guru merupakan sosok yang akan ditiru dan menjadi panutan muridnya. Maka bagaimana mungkin seorang guru dapat dicontoh muridnya jika ia tidak beradab. Karena itu di artikel ini kami telah mengulas seputar adab guru terhadap murid. Semoga bermanfaat ya!

Mengajar Dengan Niat Karena Allah

“Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dengan niatnya.” Barangkali tentu kita sudah mengetahui kutipan hadits yang masyhur di atas. Berbicara seputar topik ini, seorang guru hendaknya tidak memiliki niat selain niat hanya untuk Allah. Artinya dia mengajar demi mendapat pahala dan mengejar ridlo-Nya. Jangan sampai ada seorang guru mengajar dengan niat yang lain.

Hal ini karena jika guru tidak berorientasi karena Allah, ia akan mengajar dengan tidak ikhlas. Ia akan mudah jengkel atas kelakuan anak didiknya. Oleh karena itu, sudah selayaknya seorang guru memiliki niat hanya untuk mencari ridla Allah.

Mendorong Murid Untuk Mencintai Ilmu

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa di zaman sekarang ini banyak murid yang tidak mencintai dan bahkan mungkin meremehkan ilmu. Karena itu, sudah menjadi kewajiban seorang guru untuk mendorong setiap muridnya untuk mencintai dan menaruh perhatian besar kepada ilmu. Karena jika telah ada rasa cinta kepada ilmu pada diri seorang murid, maka ia akan lebih bersemangat dan istiqomah dalam belajar.

Sebaliknya, jika tidak ada ghiroh dan rasa cinta terhadap ilmu dari seorang murid, maka ia akan menjadi malas belajar dan sulit dalam menyerap ilmu. Yang mana hal ini tentu berefek kepada lebih lelahnya guru dalam menyampaikan pelajaran.

Selain itu, hendaknya guru juga menekan muridnya untuk mengamalkan setiap ilmu yang telah ia berikan kepada muridnya. Karena sebagaimana pepatah menyebutkan bahwa ilmu tanpa amal bagaikan pohon tanpa buah. Sesungguhnya ilmu adalah pohon sedangkan amal adalah buahnya. orang yang tidak mengamalkan ilmunya tidaklah dianggap sebagai orang yang berilmu.

Menyampaikan Pelajaran Secara Fasih Dihadapan Muridnya

Seorang guru juga seyogyanya menyampaikan pelajaran dengan bahasa yang fasih dan mudah dipahami. Hendaknya ia menggunakan diksi bahasa yang pas sesuai dengan siapa yang menjadi muridnya. Jika muridnya merupakan anak seusia TK atau SD, maka gunakanlah bahasa yang ringan dan mudah dipahami mereka. Atau misalnya yang menjadi muridnya adalah para mahasantri, maka gunakanlah bahasa yang tinggi dan intelek.

Selain itu hendaknya ia juga memberikan pelajaran dengan intonasi yang tidak terlalu cepat. Santailah dalam memberi pelajaran terhadap para murid. Jangan sampai justru seorang guru berbicara terlalu cepat di kelas, karena hal tersebut akan membuat bingung dan menyulitkan murid untuk memahami materi yang sedang disampaikan.

Tidak Mempermalukan Murid Dengan Mengumbar Kesalahannya

Dalam proses pendidikan, tentu terkadang seorang murid akan melakukan berbagai kesalahan. Baik itu yang sifatnya disengaja maupun tidak disengaja. Nah, sebagai seorang guru tentu wajib untuk menegur dan menasihati muridnya jika ia telah melakukan kesalahan.

Hanya saja yang mesti dipahami adalah jangan sampai menasihati muridnya secara langsung dihadapan teman-temannya. Hal itu dikarenakan dapat menyebabkan murid tersebut menjadi turun mentalnya dalam belajar. Jika ingin menegurnya, maka tegurlah secara empat mata. Ajaklah ia untuk bertemu dalam tempat dan waktu tertentu. Bahkan jika perlu ajaklah ia makan bersama, karena hal itu dapat menjadikan hatinya lebih mudah dalam memberi nasihat.

Tidak Pilih Kasih Ketika Bergaul Dengan Muridnya

Setiap murid tentu memiliki latar belakang sosial yang berbeda-beda. Diantara mereka ada yang berasal dari keluarga kaya raya, ekonomi standar, dan bahkan mungkin faqir miskin. Nah seorang guru hendaknya tidak memerhatikan background muridnya tersebut. Jangan sampai lebih mengistimewakan murid yang kaya dengan niat untuk mencari perhatian orang tua. Karena hal ini dapat membuat sakit hati murid lainnya

Hendaknya seorang guru memperlakukan muridnya dengan cara yang sama. Berinteraksilah dengan setiap murid dengan cara yang wajar. Selain itu seorang guru hendaknya berlaku adil dalam memberikan tugas kepada setiap muridnya.

Menjawab Pertanyaan Murid Dengan Apa Adanya

Seorang guru tentu akan ditanya banyak hal oleh muridnya mengenai banyak hal. Baik itu yang berkaitan dengan pelajaran di kelas ataupun sekedar bertanya seputar pengalaman hidup. Ketika berada pada kondisi seperti ini, hendaknya seorang guru menjawab sesuai dengan apa yang ditanyakan muridnya. Ia tidak perlu menjawab terlalu lebar sehingga menjauh dari substansi pertanyaan yang ditanyakan.

Termasuk dari adab seorang guru juga ialah menjawab tidak tau jika tidak mengetahui jawaban dari pertanyaan muridnya tersebut. Sebab hal tersebut lebih terhormat dan menghindarkan murid dari kesalahan di kemudian hari. Jangan sampai seorang guru justru menjawab pertanyaan muridnya padahal dia tidak tahu jawaban sebenarnya.

Bersikap Wajar Saat Berinteraksi Dengan Murid

Kemudian seorang guru juga hendaknya selalu bersikap wajar terhadap murid-muridnya. Ia tidak perlu bersikap terlalu keras atau sebaliknya terlalu lembut. Hal ini karena sikap terlalu keras bisa membuat murid tidak kreatif dan merasa jengkel kepadanya.

Sebaliknya, sikap terlalu lembut kepada murid bisa membuatnya manja dan meremehkan perintah-perintah guru. Karena itu sikap terbaik yang mesti diaplikasikan seorang guru ketika berinterkasi dengan muridnya adalah sifat moderat, atau sesuai dengan situasi dan kondisi. 

Ketersesuaian Antara Perkataan Dengan Perbuatan

Guru adalah contoh dan panutan muridnya. Seorang murid akan mencontoh perilaku gurunya. Karena itu seorang guru dituntut untuk menyesuaikan perbuatan dengan perkataan yang telah ia keluarkan. Maksudnya adalah jangan sampai seorang guru tidak mengamalkan apa yang sudah ia ajarkan kepada muridnya.

Misalnya apabila seorang guru melarang muridnya untuk tidak merokok, maka hendaknya ia juga memberi contoh kepada muridnya dengan tidak merokok. Dan masih banyak contoh lainnya.

Menerima Saran dan Nasihat dari Muridnya

Guru juga manusia, terkadang berbuat salah karena kelalaian dalam dirinya. Dan dalam posisi seperti ini seorang murid memiliki hak untuk menasihati muridnya. Nah jika seorang guru menyampaikan masukan dan nasihat kepadanya, hendaknya ia tidak meremehkan dan menolak nasihat muridnya tersebut. Sebab jika itu terjadi, maka sang guru telah melakukan kesombongan yang nyata.

Semoga Allah Swt senantiasa melimpahkan rahmat dan taufiqnya kepada kita serta guru-guru kita yang telah mengajarkan banyak ilmu dan hikmah. Wallaahu A’lam

Baca juga:

5 Adab Wali Santri Terhadap Guru yang Harus Diketahui

Tinggalkan komentar