Halaqoh: Pengertian, Sejarah, dan Tujuannya

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Istilah halaqah atau halqah merupakan sesuatu yang tidak asing dalam khazanah keilmuan umat Islam. Jika Anda belum mengetahuinya, artikel ini akan membantu menjawabnya hingga tuntas.

Pengertian

Secara bahasa, kata halaqoh merupakan kata yang diambil dari bahasa arab yaitu kata (al-halqatu) atau dengan bentuk lain (halaqa wa halaqat) yang berarti lingkaran. Dapat pula diartikan dengan “kumpulan orang yang duduk”, seperti pada kalimat dalam bahasa Arab (haalqatu min an-naas).

Adapun secara istilah, halaqoh merupakan kumpulan orang-orang yang duduk melingkar, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Mandzur di dalam kitab Lisanu Al- ‘Arab. Jadi, halaqah maksudnya adalah proses pembelajaran di mana murid-murid melingkari gurunya.

Istilah halaqah juga biasanya digunakan untuk menggambarkan sekelompok kecil dari kaum muslim muslim yang secara rutin mengkaji ajaran Islam kepada seorang guru atau pembina. Yang mana peserta dalam kelompok tersebut biasanya berjumlah 3-12 orang. Nantinya dalam kelompok tersebut mereka akan mengkaji Islam dengan manhaj (kurikulum) tertentu.

Sejarah

Kegiatan halaqoh sudah bermula sejak Nabi Muhammad SAW mulai menyebarkan dakwahnya. Kala itu beliau menggunakan metode halaqoh sebagai metode pendidikan yang digunakan dalam mengajari para sahabat-sahabat yang mula-mula masuk islam. Di dalamnya Nabi Muhammad SAW mengajarkan para sahabat berbagai macam ajaran islam.

Barulah setelah banyak orang memeluk Islam, Nabi Muhammad SAW kemudian menjadikan rumah Al-Arqam bin Abil Arqom sebagai tempat pertemuan dengan para sahabat dan pengikutnya. Rumah Al-Arqam itulah tempat pendidikan Islam yang pertama dalam sejarah pendidikan Islam.

Seiring berjalannya waktu, dakwah yang dibawa Nabi Muhammad SAW semakin luas dan berkembang. Saat beliau masih hidup, islam sudah tersebar ke seluruh jazirah Arab. Sepeninggal beliau, islam makin berkembang pesat. Kekuasannya sudah meliputi wilayah syam, afrika utara, mesir, dan berbagai wilayah lainnya.

Ketika islam tersebar luas, maka metode pendidikan islam yaitu halaqoh pun turut tersebar. Halaqoh menjadi salah satu metode utama yang dipakai oleh system islam kala itu. Karenanya bisa dikatakan halaqoh memiliki sejarah yang sangat panjang dan merupakan salah satu hal penting dalam penyebaran islam.

Fungsi

Sebagai salah satu metode pendidikan dalam islam, halaqoh memiliki beberapa fungsi utama. Fungsi-fungsi tersebut antara lain:

Tarbiyah (Pendidikan)

Sebagai metode pendidikan, tentu fungsi utama halaqoh adalah untuk mendidik setiap anggotanya. Para Pembina halaqoh nantinya akan menyampaikan materi dan kajian keislaman sesuai dengan kurikulum yang sudah dibuat. Kurikulum tersebut kadangkala merupakan nukilan dari sebuah kitab, atau terkadang merupakan kurikulum yang langsung dibuat oleh sang Pembina.

Di dalam halaqoh, sang Pembina tidak hanya sekedar mentransfer ilmunya kepada para anggotanya. Sang Pembina nantinya akan memastikan agar setiap apa yang sudah dipelajari setiap anggotanya tidak hanya sekedar menjadi informasi yang tersimpan di dalam otak saja. Melainkan materi tersebut menjadi sebuah pemahaman yang nantinya diterapkan oleh setiap peserta dalam kehidupan kesehariannya.

Persaudaraan

Berikutnya fungsi halaqoh adalah sebagai ajang persaudaraan. Maksudnya adalah halaqoh menjadikan setiap sesame anggotanya untuk saling bersaudara, tentu saja bersaudara disini bukan karena hubungan kekerabatan. Melainkan persaudaraan yang dilandasi dengan ukhuwah Islamiyah.

Para peserta halaqoh dituntut untuk saling mengenal dengan sesama teman halaqohnya. Setelah saling mengenal, mereka pun harus saling memahami dan saling membantu. Misalnya ketika ada salah satu peserta halaqoh yang tertimpa musibah, maka anggota yang lain dituntut untuk membantu dan meringankan beban musibah teman halaqohnya.

Tujuan

Setiap kegiatan yang dilakukan setiap manusia tentu memiliki tujuan, tak terkecuali dengan halaqoh. Lantas apa sebenarnya tujuan dari aktivitas halaqoh?

Ibadah Kepada Allah

Sebagai seorang muslim tentu segala perbuatan yang dilakukan mesti diniatkan untuk beribadah kepada Allah, tak terkecualidengan aktivitas halaqoh. Aktivitas halaqoh secara umum memiliki tujuan sebagai bagian ibadah kepada Allah. Setiap peserta halaqoh tidak boleh memiliki tujuan utama lain dalam halaqoh, selain tujuan untuk beribadah kepada Allah.

Menambah Ilmu Keislaman

Kemudian tujuan lain dari halaqoh tentunya adalah untuk meningkatkan ilmu dan wawasan keislaman setiap peserta halaqoh. Hal ini karena memang aktivitas halaqoh adalah merupakan bagian aktivitas pendidikan. Karenanya tentu saja aktivitas pendidikan memiliki tujuan untuk meningkatkan ilmu seseorang.

Adab-adab Halqoh

Sebagai sebuah majelis ilmu, tentu saja aktivitas halaqoh memiliki beberapa adab yang mesti diperhatikan para pesertanya. Diantara adab-adab tersebut ialah:

  • Fokus dan menyimak setiap perkataan pembina
  • Bersungguh-sungguh dalam menghadiri setiap perhalaqohan
  • Istiqomah
  • Tidak memotong ucapan pembina saat sedang menyampaikan materinya

Macam-macam Halaqoh

Nah setelah tadi membahas mengenai definisi dan seluk beluk mengenai halqoh, di poin ini kami akan sedikit mengulas mengenai beberapa macam halaqoh yang biasanya dilakukan di Indonesia. Halaqoh-halaqoh tersebut antara lain:

Halaqoh Qur’an

Halaqoh Qur’an adalah halaqoh yang mana di dalamnya diisi dengan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan Al-Qur’an, seperti menghafal, murajaah, tadarrus, dan berbagai aktivitas lainnya. Umunya kegiatan halaqoh Qur’an diadakan dan dilaksanakan oleh lembaga atau pesantren yang memiliki spesialisasi dalam bidang tahfidz.

Tujuan halaqoh Qur’an sendiri adalah agar setiap pesertanya lebih dekat dengan Al-Qur’an. Selain itu halaqoh Qur’an juga bertujuan agar menjadikan setiap pesertanya lebih semangat dalam membaca dan menghafal Al Qur’an. Hal ini dikarenakan pada umumnya banyak orang yang merasa malas membaca Al Qur’an ketika sendiri, karenanya agar semangat dalam membaca dibuatlah halaqoh Qur’an ini.

Satu kelompok halaqoh Qur’an nantinya akan dipimpin oleh seorang yang lebih banyak hafalan Al Qur’annya. Adapun isi dari setiap kelompok halaqoh Qur’an biasanya sekitar 5-15 orang, tergantung kebijakan dari lembaga atau pesantren yang mengelolanya.

Halaqoh Taklim

Istilah halaqoh taklim sejatinya memang agak asing di telinga masyarakat Indonesia. Hal ini dikarenakan istilah ini digunakan oleh masyarakat muslim di luar Indonesia. Namun meskipun namanya tampak asing, sejatinya istilah ini merupakan nama lain dari sebuah aktivtias pengajian yang sudah tersebar di seluruh Indonesia yaitu Majelis Taklim.

Halaqoh taklim bisa dikatakan agak berbeda dengan halaqoh pada umumnya. Jika halaqoh pada umumnya memiliki peserta yang relative terbatas, maka tidak dengan halaqoh taklim. Halaqoh taklim memiliki jamaah yang cukup besar. Kadang puluhan, ratusan, atau bahkan ribuan peserta yang menjadi peserta tetap.

Jumlah pesertanya biasanya menyesuaikan dengan ketokohan dan kealiman pengisinya. Semakin terkenal dan alim pengisinya, maka biasanya peserta yang hadir dalam halaqoh akan semakin banyak.

Semoga bermanfaat ya!

Baca Juga:

Liqo: Pengertian, Aktivitas, dan Tujuannya

Tinggalkan komentar