3 Contoh Pidato Santri Salafi Tentang Berbagai Topik

ADVERTISEMENT
X CLOSE
X CLOSE
Advertisements

Selain mengaji kitab kuning dan tahlilan, biasanya para santri akan mengikuti kegiatan muhadharah. Muhadharah atau yang dalam bahasa Indonesia adalah berpidato merupakan salah satu kegiatan yang sulit dilakukan sebagian orang, apalagi jika tanpa dibarengi persiapan. Nah untuk membantu Anda dalam berpidato, kami telah menyiapkan beberapa pidato santri salafi. Semoga bermanfaat Ya!

Oh ya, pidato ini tanpa muqaddimah ya. Kalau ingin beberapa referensi muqaddimah, bisa lihat tulisan kami lainnya: 3 Pembukaan Ceramah Lucu Ala Santri

Pidato Santri Salafi Tentang Kewajiban Menuntut Ilmu

Ammaa ba’du

Hadirin yang saya muliakan, Jangan risau karena saya di sini tidak akan berkata panjang, karena panjang kali lebar sama dengan luas. Betul? Betul apa betul?

Insya Allah di malam yang penuh barokah ini saya akan sedikit membahas tentang pentingnya menuntut ilmu.

Rasululah SAW bersabda “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim” (HR. Ibnu Majah, Baihaqi, dll). Hadits ini menjelaskan dengan tegas kewajiban menuntut ilmu bagi setiap muslim yang telah baligh. Nah iIlmu yang dimaksud disini ialah ilmu din (ilmu agama). Maksudnya adalah ilmu yang wajib dituntut oleh setiap muslim seperti ilmu aqidah, ibadah, pengetahuan tentang halal dan haram, akhlak dan hal-hal yang berkaitan dengan apa saja yang dia kerjakan di dunia ini.

Ilmu inilah yang diminta oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam do’anya.: “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, dan aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat”. (HR Ibnu Majah)

Namun sayangnya meskipun banyak orang yang sudah tau bahwa menuntut ilmu wajib, masih banyak yang bermalas-malasan dalam belajar. Diantara mereka ada yang sangat berat melangkahkan kaki ke majelis-majelis ilmu. Ada juga yang sudah datang ke sebuah majelis, tapi sesampainya disana malah tidur dan tidak menyimak kaya beberapa diantara kalian. Hehe… Canda..

Saya ingin bertanya, kenapa sekarang orang-orang, termasuk santri pada malas dan berat dalam menuntut ilmu: Hal ini dikarenakan beberapa hal yaitu:

  • Karena orang suka Samsung yaitu sami sungkan atau sama-sama malu
  • Karena orang suka Nokia yaitu nek nyimak angop alias ngantuk
  • Karena orang suka Blacberry yaitu berkurange memori

Selain 3 hal tadi, kebanyakan orang-orang menjadi malas belajar karena telah terjangkit virus kuman. Apa itu virus kuman ? Yaitu kurang iman. Nah biasanya kalau sudah terkena virus kuman maka akan terjangkit beberapa penyakit efek samping. Diantaranya yaitu:

  • Kudis yaitu kurang disiplin
  • Kutil yaitu kurang teliti
  • Kurap yaitu kurang rapi

Tentu sebagai seorang manusia normal, kita pasti ingin dong menghilangkan virus kuman tersebut. Nah Untuk menghilangkan beberapa penyakit tersebut kita harus menggunakan jurus 3 M. Apa itu?

  • Menguras kemalasan pada diri kita
  • Memasukkan rasa malu kita untuk berbuat maksiat
  • Mengubur dalam-dalam sifat yang buruk pada diri kita

Nah dengan 3 M tersebut insyaallah kita akan terhindar dari dari berbagai penyakit di atas

Wassalamualaikum Wr Wb

Pidato Santri Salafi Tentang Kemuliaan Ilmu

Amma Ba’du

Hadirin Sekalian…

Kita semua sebagai seorang pelajar, sebagai seorang santri maka wajib hukumnya bagi kita untuk memuliakan ilmu. Hal ini karena dengan memuliakan ilmu, maka ilmu yang sudah kita miliki akan menjadi ilmu yang manfaat lagi barokah. Bagaimana bisa seseorang mendapatkan ilmu yang manfaat kalau tidak mampu memuliakan ilmu? Dan Bagaiamana bisa seseorang mendapatkan kekasih idaman hati kalau ia tidak mampu memahami kesukaannya.

Ibarat kalian memiliki harapan ingin medapatkan cinta dari seorang wanita pujaan tercinta, maka pasti terlebih dahulu kalian akan memahami apa yang menjadi kesukaannya. “Betul apa tidak?” 3x. Begitu juga dalam hal mencari ilmu, seseorang harus paham apa yang disukai oleh ilmu.

Nah dalam “Kitab Ta’lim Muta’aalim” dijelaskan, apabila seseorang hendak mengambil kitab sebaiknya harus dalam keadaan suci. Mengapa demikian? Karena ilmu diciptakan oleh Allah dari cahaya, dan wudhu juga merupakan nur (cahaya). Jadi barang siapa yang belajar dalam keadaan punya wudhu, insya Allah ilmunya akan bertambah. Tidak hanya bertambah, ilmunya pun akan jadi ilmu yang bermanfaat. Nah itulah salah satu dari cara untuk memuliakan ilmu.

Salah satu ciri dari ilmu yang bermanfaat ialah bertambahnya hidayah pada diri seseorang. Maksudnya orang tersebut akan tertunjuki kepada kebaikan sehingga senantiasa melakukan ketaatan dan meninggalkan segala kemaksiatan. Karenanya Imam Al Ghazali dalam Kitab Ihya’ Ulumiddin berkata:

مَنِ ازْدَادَ عِلْمًا وَلَمْ يَزْدَدْ هُدَى لَمْ يَزْدَدْ مِنَ اللَّهِ إِلا بُعْدًا

Artinya: Barang siapa yang bertambah ilmunya sementara hidayahnya tidak, maka ia tidak akan bertambah dekat kepada Allah melainkan semakin jauh”.

Kesimpulannya Kalau seorang santri atau pelajar ingin mendapatkan ilmu yang manfaat serta barokahm maka ia harus sanggup memuliakan ilmunya. Wajib hukumnya bagi para santri, tidak boleh tidak. Semoga apa yang kami sampaikan ini bersamaan dengan hidayah Allah sehingga ilmu kita berkah fiddini waddunya wal akhiroh. Amin!

Wassalamualaikum Wr Wb

Pidato Santri Salafi Tentang Pacaran

Para santri sekalian, saya ingin meminta izin untuk menyampaikan pidato lucu mengenai pacaran ya. Harus diizinkan lho ya… Kalau tidak saya tetap akan menyampaikan pidato tentang pacaran ya… Karena saya sudah mempersiapkan materi ini lebih dari seminggu lho. Hehehe…

Akang-akang ganteng dan eteh-eteh yang cantik, pacaran itu sebenarnya gak ena, lho. Percaya sama saya, trust me, karena saya sudah pengalaman, walaupun sekarang jomblo. Hehe… Pertanyaannya, kenapa pacaran itu gak ena? Karena biasanya, anak muda yang sudah punya kekasih akan gelisah di malam minggu karena nggak punya duit buat pacaran. Benar apa benar???

Apalagi lagi kalau terpaksa harus berangkat tapi tak punya uang, di perjalanan tiba-tiba turun hujan. Mungkin jika kalian ada diposisi seperti itu akan mbatin, dosa apa aku ini ya Allah. Kalau bisa dijawab pasti akan dijawab, salah sendiri pacaran. Hehehe…

Terus, urang kudu kumaha dong? Ya, gak usah punya pacarlah. Jadi jomblo aja, enak kok. Kalian semua akan lebih bebas, dan gak banyak tanggungan harus ngajak jalan pacarlah, harus punya duit buat kirim kadolah, dsb. Tanamkan dalam pikiran kalian semua, bahwa jomblo itu bukan kiamat siaga satu yang harus dihadapi.

Para santri sekalian

Percaya sama saya, jadi jomblo juga nyaman banget, kok. Nggak ada yang ngatur hidup kita atau posesif dengan kita. Nggak ada juga yang cemburu kalau kita sedang sama teman-teman atau sedang bercengkrama dengan lawan jenis. Banyak kegiatan yang bisa kalian lakukan selain pacaran. Misalnya, ngaji bareng temen-temen untuk mengulang pelajaran, menghafal Qur’an, ngafalin matan, dan berbagai kegiatan positif lainnya.

Terakhir ingat pesan saya, tetap PD walau status kalian jomblo. Jangan minder karena mikir jomblo itu nggak laku. Tapi, jadilah orang yang jomblo dan tetep asyik. Jadi jomblo juga akan menguntungkan kamu, karena jauh dari dosa pacaran.

Sekian pesan dan kesan dari saya yang jomblo ini. Semoga bermanfaat, dan kita bisa bertemu lagi di lain waktu.

Wassalamualaikum Wr.Wb

Penutup

Bagaimana sudah jelas mengenai pidato santri salafi? Semoga tulisan ini bermanfaat dan dapat membantu Anda dalam berpidato ya!

Baca Juga:

5 Tips Cari Jodoh Anak Pesantren, Insya Allah Berhasil!

3 Ceramah Santri Tentang Ilmu: Kewajiban, Kemuliaan, hingga Nasihat

Tinggalkan komentar